Tag: Gempa Bumi

Tag: Gempa Bumi

Korban Gempa Palu Butuh Bantuan Segera

Makasar–Ikhsan Djawas (19) tampak begitu gelisah. Ia ingin secepatnya sampai di Palu. Bersama ratusan keluarga asal Palu, Ikhsan bersama para relawan, termasuk relawan Yayasan Harapan Amal Mulia, menumpang KRI Makassar.

Ikhsan, ratusan keluarga asal Palu dan relawan, rela tidur diatas geladak KRI Makassar meski harus diterpa angin dingin Selat Makassar.

‘’Saya ingin segera melihat kondisi keluarga” kata Ikhsan.

Saat gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter terjadi pada Sabtu (28/9/2018) yang dengan pusat gempa 10 km pada 27 km Timur Laut Donggala, Sulawesi, Ikhsan mengaku panik. Pasalnya gempa yang menimbulkan tsunami berdampak terhadap Kota Palu, Kab. Donggala, Kab. Sigi, dan Kab. Parigi Moutong, telah memutus jalur komunikasi.

‘’Awalnya, saya tidak tahu bagaimana nasib keluarga saya. Tapi hari ini, Senin (1/10/2018), komunikasi sedikit pulih. Meski kadang terputus, keluarga sudah bisa dihubungi,’’ujar Ikhsan.

Dari informasi ibunya, Marwiah Towandu, rumahnya yang terletak di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu hanya mengalami retak-retak. Tsunami pun tak sampai menerjang rumahnya yang terletak 10 kilometer dari pantai.

Meski demikian, kata Ikhsan, keponakannya yang masih bayi meninggal tertimpa lemari yang rubuh akibat gempa.

‘’Sekarang keluarga mengungsi ke bukit dekat rumah. Sampai hari ini tidak ada satupun bantuan yang sudah sampai,’’ keluh Ikhsan.

Sejak Minggu (30/9/2018), Amal Mulia, demikian Yayasan Harapan Amal Mulia biasa disebut, sudah memberangkatkan tim relawan dan membawa bantuan. Tapi, akibat lumpuhnya bandara Palu, tim relawan Amal Mulia berangkat ke Palu melalui Makassar dengan menumpang KRI Makassar.

Sampai saat ini, BNPB sudah mengumumkan terdapat 1.193 korban meninggal yang ditemukan. Kemungkinan, jumlah ini akan terus bertambah.

Dari informasi keluarga korban, para korban gempa saat ini sangat membutuhkan air bersih untuk diminum, makanan, selimut, pakaian dan makanan bayi.

Tim Amal Mulia akan turut dalam proses evakuasi korban, assesment kebutuhan dan melaporkan secara faktual kondisi para pengungsi.

Mari kita bantu saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Salurkan donasi anda melalui no rekening Bank Syariah Mandiri (451) No rek. 2017 00 4037 A.n Yayasan Harapan Amal Mulia Bencana

Bantuan anda merupakan penghapus duka saudara-saudara kita. Mari tebar amal dan gapai kemuliaan. (rifa/amal mulia)

Amal Mulia Kita Pulihkan Duka Lombok

Lombok–Ribuan rumah luluh lantak rata dengan tanah. Ratusan masjid pun rusak parah. Gempa dengan kekuatan 6,4 skala richter telah mengguncak Lombok pada Minggu, 29 Juli 2018 lalu. Pada pukul 06.40 Wita, saat sebagian penduduk masih duduk bersantai di dalam rumah, guncangan hebat membuat mereka tersentak.

Semua orang yang merasakan gempa itu mencoba menyelamatkan diri. Tapi, ada 17 orang yang tewas tertimbun reruntuhan.

Saat ini, seluruh korban gempa tak ada yang bisa kembali ke rumah mereka karena sudah hancur. Mereka tinggal di berbagai lokasi pengungsian. Kalaupun rumah mereka sebagian masih utuh, tak berani mereka menempatinya. Gempa susulan masih saja terasa hingga kini. Mereka pun memilih tidur beralaskan tikar di halaman rumah.

Yayasan Harapan Amal Mulia telah membuka Posko Bantuan di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur. Berbagai bantuan yang diberikan para donatur berupa makanan, dan pakaian layak pakai telah kami salurkan.

Tapi, kebutuhan ribuan pengungsi masih tak terpenuhi. Salah satunya sarana ibadah yang turut hancur oleh guncangan gempa. Mari kita bangun kembali masjid-masjid yang hancur. Kita bantu untuk memulihkan spiritual para pengungsi supaya mereka bisa lebih khusyuk berdoa meminta masa depan yang lebih baik.

Mari kita tebarkan amal, muliakan kembali mereka yang tengah berduka. Mari Dirikan Kembali Kota Seribu Masjid di Nusa Tenggara Barat.

Gempa Lombok: Jauhnya Jarak Pusat Kesehatan, Korban Gempa di  Kec.Sambelia Terpaksa Dirawat Di Pinggir Jalan

Lombok–Duka kembali menyelimuti negeri. Belum tuntas isu kelaparan yang menewaskan tiga warga masyarakat adat Maluku Tengah, ibu pertiwi kembali dilanda pilu dengan terjadinya gempa di Nusa Tenggara Barat, yang berpusat di Lombok pada Ahad (29/07) sekitar pukul 06:47 WITA atau pukul 05.47 WIB.

Baca JugaMasyarakat Adat Maluku Tengah Mati Kelaparan Meski Hidup di “Tanah Surga”

Setidaknya empat belas orang meninggal dunia dalam bencana alam ini dan lima di antaranya merupakan  anak-anak. 162 orang terluka dan lebih dari seribu rumah warga rusak oleh gempa yang berkekuatan 6,4 SR tersebut. Menurut data BNPB Provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat 166 gempa susulan terjadi sampai dengan 29 Juli pukul 15:00 WITA.

Empat diantaranya merupakan gempa susulan dengan kategori magnitudo yang besar. Gempa susulan dengan guncangan kuat pertama terjadi dengan magnitudo 5.5 pada pukul 06.06. Hanya selang waktu sekitar 10 menit kemudian, gempa susulan berkekuatan 5.0 SR kembali terjadi. Gempa susulan selanjutnya terjadi pada pukul 08.50, gempa susulan yang tercatat sebagai guncangan terkuat yaitu 5.7 SR.Tenda darurat dan pusat bantuan pun disediakan pihak Kemensos di beberapa titik sebagai upaya penanggulangan korban gempa.

Dilansir dari Tribun News, kondisi paling parah terjadi di desa Obel Obel, hingga Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Akibat gempa tersebut, banyak korban luka hingga patah tulang akibat tertipa reruntuhan bangunan.

Baca Juga500 Korban Gempa NTB Masih Terjebak di Anak Rinjani, 300 di Antaranya Warga Asing

Sampai saat ini, menurut sumber yang diperoleh Grid.ID, masih banyak korban yang menunggu pertolongan medis. Akibat jauhnya jarak pusat kesehatan yang memadai, banyak korban yang terpaksa menunggu pertolongan di pinggir jalan, dengan perawatan seadanya.

(Dok. keluarga Lalu Hendri Bagus/Grid.ID)


(Dok. keluarga Lalu Hendri Bagus/Grid.ID)


(Dok. keluarga Lalu Hendri Bagus/Grid.ID)


(Dok. keluarga Lalu Hendri Bagus/Grid.ID)

Tak hanya pemukiman warga yang rusak, beberapa fasilitas umum seperti puskesmas juga mengalami kerusakan. Contohnya di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, kondisi dinding Puskesmas Sembalun  yang hancur membuatnya tidak bisa menampung korban gempa. Pasien diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman. (history/amalmulia)

Sumber: Tribun News, BBCNews, Grid.Id.

Baca Juga:

Lihat juga video ratusan pendaki yang terjebak di gunung Rinjani disini

Tips Ketika Terjadi Gempa Bumi

Harapanamalmulia.org-Bencana alam seperti Gempa bumi tentunya terjadinya tanpa bisa kita presidiksi, tiba-tiba saja  lampu gantung berayun kesana kemari, benda-benda hias yang terpajang berjatuhan dan jalanan terbelah. Gempa Bumi baru saja terjadi tadi malam sekitar pukul 23.47, Hari Jumat lalu, Gempa terjadi di beberapa kota di daerah Jawa Barat. Gempa 6,9 SR tersebut berpusat di Tasikamalaya. BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut diakibatkan tumbukan lempeng Indo-Autralia. Dilansir dari detik.com kejadin gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas Zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan lempengan Indo-Australia terhadap terhadap lempeng Eurasia di daerah selatan jawa.

Kejadian Gempa memang tidak bisa diprediksi oleh kita masyarakat umum, bahkan ketika kita melakukan aktivitas sehari-hari atau ketika kita sedang beristirahat tidur di malam hari, tidak pernah terpikir akan adanya gempa saat itu. Ada baiknya kita bersiap diri sehingga ketika gempa terjadi, tidak memakan korban yang lebih bayak.

Berikut ini ada beberapa Tips yang bisa kamu pakai ketika terjadi gempa:

1.Tetap tenang

Kepanikan hanya akan membuat keadaan menjadi kacau, sebaiknya tetap berpikir jernih dan tetap tenang. Sehingga kita bisa tahu upaya-upaya penyelamatan apa yang bisa kita lakukan sendiri untuk diri sendiri dan orang-orang disekitar kita.

2. Jika berada di dalam ruangan

Jika kita sedang berada di dalam ruangan, segera mencari tempat yang aman untuk berlindung. Lindungilah badan kamu dari reruntuhan bangunan dan bersembunyi di bawah meja atau lainnya atau kamu juga bisa segera lari keluar jika memang memungkinkan.

3. Jika berada di area terbuka

Hindari dari bangunan yang ada disekitar anda. Seperti gedung, tiang listrik, pohon dll. Selain itu perhatikan juga tanah yang anda pijak, jika terjadi keretakan segera untuk hindari tempat tersebut

4. Jika sedang mengendarai mobil

Gempa pun bisa saja terjadi ketika kita sedang menyetir atau pun di dalam mobil, sebaiknya segera keluar mobil dan menjauhlah dari mobil dikhawatirkan terjadi pergeseran atau kebakaran.

5. Jika berada di pantai

Gempa bumi juga memiliki potensi terjadi tsunami. Seperti gempa bumi di aceh yang akhirnya terjadi tsunami dan menghancurkan satu kota di aceh, maka ketika kamu sedang berada atau tinggal di sekitar pantai, ada baiknya untuk mengungsi terlebih dahulu.

6. Jika tinggal di daerah pegunungan

Apabila kamu salah satu orang yang tinggal di daerah pegunungan, sebaiknya hindari daerah yang memungkinkan terjadinya longsor.

Itu beberapa Tips yang bisa kamu coba ketika terjadi gempa bumi, semoga Allah SWT selalu melindungi dan menjaga kita dan memberikan kesabaran atas segala cobaan yang ada, amin. ( Ranny Fitriani/amalmulia)