Tag: Infaq

Tag: Infaq

Keluarga Harmonis dari Cianjur, Sederhana Tapi Penuh Cinta

Meski hidup sederhana, cinta Pak Soleh dan Bu Suharlin amat memesona. Keduanya menjalani rumah tangga yang tentram dan dinaungi kecintaan kepada-Nya.

 

Harapanamalmulia.org – “ (Waktu itu) Gak mikirin yang lain, yang penting masa depannya kita” kata Bu Suharlin (40 th) saat mengulas kisah penantiannya agar bisa bersatu dengan Sang Suami, Pak Soleh (34 th).

Kurang lebih empat tahun, warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur itu menunggu Pak Soleh yang berkelana, dengan penuh kesabaran dan pengharapan. Penantian tersebut nyatanya berbuah manis karena sekarang mereka bisa bersatu dan membangun sebuah keluarga sederhana yang penuh cinta.

Cinta Pak Soleh dan Bu Harlin menjadikan mereka tetap bahagia meski hidup sangat sederhana. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Pak Soleh memang bukan suami mapan berpenghasilan jutaan. Ia hanya seorang pencari botol plastik yang pendapatannya tak lebih dari empat ratus ribu setiap bulan.

Meski begitu, ketaatannya kepada Sang Pencipta serta kesabaran membimbing keluarga, menjadikan Pak Soleh terlihat sempurna di mata istri dan keenam anak tirinya.

 

Menua Bersama dalam Ketaatan kepada-Nya

“Saya bahagia sekarang meskipun (suami) cuma mulung juga, ada yang ngajariin saya ngaji”, ungkap Bu Suharlin.

Di usianya yang tak lagi muda, Bu Suharlin memang masih memerlukan bimbingan membaca Al-Quran. Begitu juga anak-anaknya yang belum tersentuh pendidikan agama yang cukup. Syukurlah,  ada Pak Soleh yang bersedia mengajari dengan sabar di sela kesibukkan mencari barang rongsokan.

 

Baca juga: Kisah Inspiratif: Ummu Mahjan Sang Marbot Yang Dicintai Rasulullah

 

Pak Soleh juga selalu mendukung agar istri dan anak-anaknya belajar agama di majelis-majelis ilmu. Ia berharap, keluarganya mempunyai kehidupan lebih baik dengan bekal ilmu yang didapatkan.

“Harapannya untuk keluarga, kalo bisa jangan seperti saya, sukses lah kedepannya biar aku aja  kaya gini” kata Pak Soleh.

Bagian dalam rumah Pak Soleh dan Bu Suharlin yang menjadi tempat belajar mengaji. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Selain sabar, Pak Soleh juga gigih mencari nafkah untuk keluarga. Di sela aktivitas mencari barang rongsokan, ia mencoba peruntungan dengan beternak ayam dan berjualan celengan dari kertas olahan.

 

Cinta Jadikan Pak Soleh Rela Berlelah-lelah Mencari Nafkah

“Suka jalan kaki, panas, capek. Nanjak turun soalnya”, begitu kata Pak Soleh menceritakan tantangannya mencari botol plastik seharian penuh.

Walau sudah bersusah payah, tak jarang ia hanya berhasil mengumpulkan dua karung saja. Maklum, pengepul rongsokan di Sindangjaya bukan hanya Pak Soleh sendiri.

“Sampe sore mulungnya, sampe ke laut (Waduk Cirata, di dekat desa). Sehari, bisa dapat dua karung kalo ada. Sekarungnya harga dua sampai tiga ribuan lah” tambahnya.

Pak Soleh menjual botol-botol plastik temuannya kepada pengepul yang berlokasi di Jalan Raya Ciranjang. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Hebatnya, Pak Soleh tak pernah kehilangan semangatnya mencari nafkah. Kecintaan terhadap keluarga menjadi kekuatan Pak Soleh terus mengumpulkan rupiah tanpa mengenal tanggal merah atau akhir pekan. (history/harapanamalmulia)

 

Maasya Allah. Jika kita yang menjadi Pak Soleh dan Bu Suharlin, akankah bisa sesabar dan sesyukur mereka?

Sahabat, Pak Soleh dan Bu Suharlin dan keluarga dhuafa lain yang memiliki kisah serupa perlu kita kuatkan. Bersama harapan Amal Mulia, mari dukung penuhi kebutuhan pokok mereka dalam program Paket Harapan Keluarga.

Hanya dengan berdonasi Rp. 200.000/keluarga, sepaket sembako dan kebutuhan lainnya akan diterima penerima manfaat dengan suka cita.

Kebaikan Sahabat bisa disalurkan melalui pilihan rekening donasi berikut:

 

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

BSM 717 313 414 7

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400 ya, Sahabat! 😊

Bu Ibad, Guru Agama yang Dicintai Anak Yatim Dhuafa

Peduli dengan pendidikan anak yatim dan dhuafa, Bu Ibad berinisiatif mendirikan sekolah gratis untuk mereka.

 

Harapanamalmulia.org Dibesarkan sebagai seorang yatim menjadikan Bu Ibad, warga Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang sangat peduli dengan keadaan anak-anak di sekitarnya. Tak heran, banyak anak-anak yang juga merasa senang dengan kehadiran guru agama tersebut dengan berbagai perannya di masyarakat.

Saat ini, pendidikan anak yatim dan dhuafa menjadi hal yang paling dipedulikan ibu 43 tahun ini. Sejak bapak mereka meninggal dunia, keperluan belajar anak-anak menjadi sulit dipenuhi. Apalagi dengan adanya kebutuhan makan dan minum yang pemenuhannya tidak bisa ditunda.  Begitu juga dengan anak-anak dhuafa yang sangat mungkin mengalami hal serupa.

Bu Ibad menjadi pengajar di beberapa sekolah, salah satunya di Yayasan Nurul Masakin dan SDN Neglasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Padahal, mereka juga mempunyai cita-cita tinggi sebagaimana anak pada umumnya. Hal tersebut kemudian menjadi motivasi Bu Ibad untuk mendirikan Yayasan Nurul Masakin, wadah pembinaan gratis bagi anak-anak kurang mampu.

Di sana, anak-anak dibina agar mempunyai kecerdasan intelektual, emosional, serta spiritual sebagai bekal yang dibutuhkan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

 

Perjuangan Bu Ibad Rintis Sekolah Yatim Dhuafa

Butuh proses panjang untuk mendirikan Yayasan Nurul Masakin. Sebelum mempunyai gedung sendiri, tepatnya pada tahun 2009, Bu Ibad memanfaatkan rumahnya dan rumah sejumlah kerabat untuk menjadi ruangan belajar serta asrama bagi 20 anak yatim dhuafa.

Setelah beberapa tahun, barulah datang petolongan Allah melalui tangan-tangan para dermawan yang bersedia membantu pembangunan gedung Nurul Masakin. Hingga saat ini, terdapat sekitar 70 anak binaan yang terdiri dari 18 santri mukim dan 52 santri non mukim.

Yayasan tidak membebankan biaya apa pun kepada anak yatim dhuafa dalam program mukim. Kabutuhan mereka selama di asrama sepenuhnya ditanggung oleh kebaikan donatur.

Baca juga: 12 Hak Anak Versi PBB Berlaku Juga untuk Yatim

Di samping rasa syukur atas terus bertambahnya jumlah santri, Bu Ibad sering kali merasa khawatir dengan kebutuhan operasional yang juga semakin meningkat.

 

Harapan Bu Ibad bersama Harapan Amal Mulia

Bu Ibad dalam agenda penyaluran bantuan dari Harapan Amal Mulia untuk santri Yayasan Nurul Masakin. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Kegigihan dalam memperjuangkan pendidikan anak yatim dan dhuafa membuat Harapan Amal Mulia berinisiatif membersamai ikhtiar Bu Ibad.

Yayasan Nurul Masakin yang beliau kelola akhirnya menjadi salah satu dari enam pesantren penerima manfaat program Pembinaan Pesantren dan Madrasah di Jawa Barat.

Proses pembelajaran di Yayasan Nurul Masakin. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Melalui program hasil kolaborasi Harapan Amal Mulia dengan Badan Amil Zakat (BAZNAS) Jawa Barat tersebut, santri dan pesantren akan mendapat dukungan kebutuhan pokok dan keperluan belajar secara berkelanjutan.

Semoga dengan adanya program kolaborasi tersebut, semakin banyak anak yatim dhuafa di Jawa Barat yang terbantu pendidikannya. (history/harapanamalmulia)

Sahabat, Anda juga bisa turut mendukung program Pembinaan Pesantren dan Madrasah di Jawa Barat dengan memberikan donasi terbaik melalui pilihan rekening donasi di bawah ini:

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Hubungi kami ke nomor 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp) untuk konfirmasi donasi atau informasi lainnya ya, Sahabat! 😊

Mulia dengan Amal Terbaik

12 Hak Anak Versi PBB Berlaku Juga untuk Yatim

Perang membuat kehidupan banyak anak di dunia menjadi terabaikan. Hal tersebut PBB memotivasi PBB untuk mendeklarasikan standar hak asasi manusia untuk seluruh anak di dunia, termasuk anak yatim.

 

Harapanamalmulia.org Pada tahun 1948, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendeklarasikan dua belas poin tentang standar hak asasi anak-anak di dunia. Gagasan tersebut muncul akibat maraknya kasus kelaparan, pengabaian, bahkan eksploitasi anak yang terjadi pada masa peperangan.

Hari ini perang dunia sudah tidak terjadi. Namun sayang, belum semua anak bisa mendapatkan hak asasinya. Seperti yang dialami oleh banyak anak yatim.

Anak-anak penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia. (Harapan Amal Mulia)

 

Setelah orang tua tiada, mereka hidup terombang-ambing dan kesulitan mendapatkan hak dasar yang menjadi acuan PBB. Tak jarang pula yatim yang mengandalkan hidup dari donasi yatim dhuafa dari para dermawan.

Apa saja kedua belas poin hak asasi anak yang dimaksud?

  1. Hak untuk tinggal bersama keluarga
  2. Hak mendapatkan lingkungan yang stabil, dicintai, dan dirawat
  3. Hak perawatan dan pemenuhan gizi
  4. Hak atas air bersih dan pemakaian listrik
  5. Hak mendapatkan pendidikan yang berkualitas
  6. Hak kesetaraan kesempatan
  7. Hak mendapatkan bimbingan dari orang tua
  8. Hak untuk didengar dan diajak diskusi
  9. Hak bimbingan menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab
  10. Hak perlindungan dari pengabaian
  11. Hak kehormatan dan kebebasan
  12. Hak bimbingan religius

 

Hal di atas adalah hak mendasar yang dibutuhkan oleh seorang anak dalam proses tumbuh kembangnya. Karena anak yatim sudah tidak memiliki orang tua/tidak lengkap, peran kita adalah untuk membantu pemenuhannya.

Baca juga: Ayah Tiada, Ibu Para Yatim Jadi Tulang Punggung Keluarga

 

Kebutuhan pokok di atas pula yang terus berusaha didukung oleh Harapan Amal Mulia melalui berbagai program peduli yatim.

 

Ikhtiar Harapan Amal Mulia Cukupi Kebutuhan Yatim

Saat ini setidaknya terdapat dua program yang fokus diikhtiarkan Harapan Amal Mulia untuk memuliakan yatim. Kedua program tersebut adalah Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) dan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa.

Fokus program Rumah Tahfiz ISQ yang berlokasi Kabupaten Asahan, Sumatera Utara adalah memberikan pembinaan tahfiz Quran serta pemenuhan gizi santri yatim dan dhuafa di asrama. Sedangkan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa lebih fokus pada pemberian dukungan biaya pendidikan serta pembinaan rohani.

Kaggiatan pembinaan tahfiz anak yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran, Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Program Rumah Tahfiz ISQ dan Beasiswa Harapan tersebut terus dikembangkan agar bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Mohon doa dan dukungan ya Sahabat, semoga ikhtiar memuliakan yatim dan dhuafa ini senantiasa diberi kemudahan oleh Allah Swt. Aamiin. 

 

Kirim dukungan untuk program Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran melalui tautan:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Salurkan juga kebaikan Anda untuk penerima manfaat Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa melalui:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Sumber: Unicef

 

(history/harapanamalmulia)

Hafal Quran Lebih Mudah Bagi Santri ISQ Saat Kebutuhan Ini Terpenuhi

Fasilitas belajar santri yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) Asahan masih jauh dari kata memadai. Banyak kebutuhan penunjang belajar santri yang menunggu untuk kita penuhi.

 

Harapanamalmulia.org –  Sesaat setelah azan asar berkumandang, suasana Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) menjadi lebih riuh dari sebelumnya. Sekitar lima puluh santri yatim dan dhuafa berkumpul di aula untuk belajar Quran dan ilmu agama.

Para santri berlari ke sana ke mari sambil sesekali bercanda dengan temannya yang sedang fokus menghafal Quran.  Maklum saja, ISQ hanya punya satu ruang aula yang digunakan untuk semua tingkatan kelas.

Meski begitu, mereka  tetap bersyukur masih mempunyai tempat belajar. Sebulan yang lalu, santri ISQ dihadapan dengan tantangan besar untuk melunasi biaya perpanjang sewa asrama. Alhamdulillah, tantangan tersebut dapat terlewati berkat adanya dukungan donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

Andin, salah satu santri ISQ sedang dibimbing untuk menghafal Quran. (Harapan Amal Mulia)

 

Kini, tantangan lain kembali menghampiri ISQ. Santri harus lebih mengasah kesabarannya menghafal Quran di ISQ dengan fasilitas belajar yang belum semuanya terpenuhi.

Hebatnya, mereka tak takut atau resah. Santri-santri ISQ yakin Allah akan menolong mereka dengan berbagai jalan, salah satunya oleh kebaikan donatur Harapan Amal Mulia.

Berikut adalah kebutuhan terkini santri ISQ yang Insya Allah akan berusaha dipenuhi dengan dukungan donatur.

 

1. Ruang Kelas Layak Bantu Santri Lebih Konsentrasi Hafalkan Quran

Keadaan ruang belajar santri ISQ dicampur antara satu kelas dengan kelas lainnya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Santri belajar dan menghafal Quran di kelas ramai yang digunakan oleh sekitar lima puluh orang. Mereka berusaha tetap kondusif menghafal Quran dengan kondisi demikian.

Dengan dukungan donatur, Harapan Amal Mulia berikhtiar menghadirkan ruang kelas yang lebih layak bagi santri.

 

2.Tempat Wudu Berkeran Mudahkan Santri Bersuci

Rancangan tempat wudu santri ISQ yang Insya Allah akan diwujudkan dengan dukungan donasi yatim dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Fasilitas lain yang saat ini dibutuhkan santri adalah tempat wudu berkeran. Sebelum salat, belajar, dan menghafal Quran,  santri diwajibkan untuk memperbaharui wudu. Selama ini, puluhan santri lumayan disulitkan karean harus berwudu di sebuah toilet kantor manajemen asrama.

 

Baca juga: Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

 

3. Seragam Wujud Apresiasi Semangat Santri

Tak ada seragam yang apik.  Dukungan donatur menjadi harapan santri untuk memiliki seragam yang lebih layak. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Dalam hal berpakaian, belum ada ketentuan seragam yang harus digunakan santri. Keterbatasan ekonomi wali santri membuat ISQ harus berfikir dua kali jika ingin menerapkan aturan berpakaian. Kendati demikian, anak-anak tetap semangat belajar dan menghafal dengan pakaian seadanya.

 

4. Makanan Bergizi Berikan Energi Menghafal Quran

Santri ISQ hidup sangat sederhana. Tempat tinggal, fasilitas belajar, hingga makanan sehari-hari pun hanya mengandalkan bahan seadanya. Tempe dan tahu sudah menjadi makanan mewah bagi mereka. Apalagi daging yang belum tentu setiap bulan bisa didapatkan.

Dengan sepuluh ribu rupiah, sahabat sudah bisa memberika santunan anak yatim berupa makanan bergizi untuk santri ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sahabat, begitu banyak tantangan santri-santri yatim dan dhuafa di ISQ dalam menghafalkan Quran. Hal tersebut menjadi ujian bagi mereka, juga bagi kita yang dikaruniai berbagai kenikmatan.

Allah Swt berfirman:

Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba: 39)

Yuk bantu penuhi kebutuhan santri ISQ. Sebagaimana ayat di atas, Insya Allah, Ia akan membalas kebaikan sahabat dengan rezeki yang lebih baik. (history/harapanamalmulia)

 

Salurkan kontribusi terbaik untuk santri ISQ, sebesar rasa syukur sahabat hari ini melalui tautan kitabisa >>> kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Bagi Santri Tahfiz Asahan, Puasa Senin Kamis adalah Kewajiban

Puasa di hari Senin dan Kamis merupakan amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah Saw. Di Asahan, santri yatim dan dhuafa rutin menjalankan puasa sunah satu ini di tengah ikhtiarnya menghafalkan Quran.

 

Harapanamalmulia.org – Puasa Senin dan Kamis mempunyai banyak keutamaan.  Dalam sebuah Hadis bahkan disebutkan, puasa ini menjadi puasa sunah yang paling digemari  Rasulullah Saw.

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Keutamaan dan Tuntunan Puasa Senin Kamis

  Ilustrasi puasa. (Sumber: Republika)

 

Muslim yang rutin berpuasa, termasuk puasa Senin Kamis merupakan orang-orang yang beruntung. Allah telah menyiapkan pintu surga khusus untu mereka. Sebagaimana disebutkan dalam Hadis:

إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. dikatakan: Manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi. (HR Bukhori dan Muslim).

Mengenai teknis pelaksanaannya, puasa Senin Kamis atau puasa sunah lainnya tidak jauh beda dengan puasa wajib di bulan Ramadan. Kita diharuskan menahan diri dari makan, minum dan hal lain yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Baca juga: Amalan Kecil Penambah Timbangan Untuk Masuk Surga

 

Perbedaan yang paling jelas dapat dilihat dari waktu berniat. Puasa wajib dapat diniatkan sejak terbenam matahari sampai terbitnya fajar. Sedangkan puasa sunah lebih lama lagi, yaitu mulai dari terbenam matahari sampai dengan tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dan lain sebagainya).

Keistimewaan pahala dan kemudahan dalam berniat tersebut menjadi salah satu motivasi santri yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan, Sumatera Utara untuk rutin mengamalkan puasa Senin dan Kamis.

 

Puasa Senin Kamis Calon Hafiz Asahan

Kegiatan buka puasa bersama santri dan pengajar ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain menjalankan sunah Nabi, puasa Senin Kamis menjadi salah satu ikhtiar santri-santri yatim dan dhuafa di ISQ untuk memudahkan proses menghafal Quran. Maka dari itu, puasa Senin Kamis menjadi program yang wajib dilaksanakan para santri dan pengajar.

Ismi Asrida, salah seorang pembimbing tahfiz ISQ menyebutkan, mengamalkan puasa senin dan kamis secara rutin dapat berpengaruh pada kelancaran menghafal Quran. “Efeknya ke hafalan Quran. Karena semakin dekat dengan Allah, kita jadi dimudahkan,” ujar Ismi.

“Terlebih, kita jadi bisa mempunyai waktu lebih banyak  untuk berinteraksi dengan Alquran,” tambahnya.

Santri ISQ berbuka puasa dengan sate yang diberikan donatur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ikhtiar untuk berpuasa ini didukung oleh masyarakat sekitar asrama dan para wali santri. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah dengan memberikan hidangan buka puasa kepada santri.

Maasya Allah, santri ISQ tidak menyiakan hari yang berkah. Pahala puasa hari Senin dan Kamis yang rutin mereka amalkan, kembali disempurnakan dengan menghafal Quran.

Kita  juga bisa menyempurnakan pahala puasa Senin dan Kamis seperti para santri ISQ, dengan bersedekah mencukupi kebutuhan mereka.

 

Sedekah Yatim Dhuafa Sempurnakan Puasa Kita

Kegiatan belajar Quran santri yatim dan dhuafa ISQ dilakukan dengan fasilitas seadanya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Saat ini, Harapan Amal Mulia membina puluhan anak yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz ISQ. Kehidupan mereka di asrama begitu sederhana. Tempat tinggal sederhana, fasilitas belajar, hingga makanan sehari-hari pun hanya mengandalkan bahan seadanya.

Baca juga: Dahsyatnya Keutamaan Sedekah untuk Para Penghafal Alquran

 

Meski begitu, cita-cita mereka tentu tak sederhana. Anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ ingin menjadi seorang penghafal Quran yang menyematkan mahkota kemuliaan untuk orang tua mereka di surga.

Cita-cita mulia tersebut harus kita dukung. Yuk sempurnakan pahala puasa Senin Kamis kita dengan mencukupi kebutuhan yatim dan dhuafa di ISQ.

 

Salurkan sedekah yatim dhuafa untuk santri ISQ melalui link berikut: Kitabisa Peduli Hafiz Quran (https://kitabisa.com/pedulihafizquran)

 

Atau melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

(history/harapanamalmulia)

Sumber: Bimbingan Islam