Tag: kekayaan jiwa

Tag: kekayaan jiwa

Muliakan Anak Yatim, Tumbuhkan Kekayaan Jiwa

”Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungan terhadap manusia lainnya. Jalinan hubungan sosial menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindarkan. Begitupun interaksi dengan anak yatim dan dhuafa sebagai suatu entitas masyarakat, seharusnya semakin erat terjalin atas nama kemanusiaan”

 

Harapanamalmulia.orgSebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, bahwasanya barang siapa yang memuliakan anak yatim, maka kelak dirinya akan menjadi tetangga beliau di Surga, sebagaimana dekatnya antara jari telunjuk dan jari tengah, beliau mencontohkan.

Siapa yang tidak mau bertetangga dengan manusia paling mulia yang pernah ada? Tentunya semua orang menginginkannya. Oleh karena itu, mari kita berikhtiar untuk terus memuliakan anak yatim dan dhuafa dengan cara yang kita bisa, karena keutamaan yang begitu besar dilengkapi ganjaran pahala yang luar biasa.

Simak penjelasan mengenai kebaikan yang didapatkan bagi orang yang memuliakan anak yatim dan dhuafa, di laman Harapan Amal Mulia berikut ini.

 

Menumbuhkan Kekayaan Jiwa

(Keterangan: Salah satu program pembinaan untuk anak yatim dan  dhuafa dari Harapan Amal Mulia/foto:Harapan Amal Mulia)

Perlu kelapangan hati untuk dapat berbagi kepada orang lain dalam hal apapun, mengingat pada dasarnya manusia punya rasa memiliki yang begitu besar. Namun Allah mencipta manusia telah satu paket dengan segala potensinya. Termasuk potensi yang baik dan juga potensi untuk berbuat buruk.

Patut kita syukuri bersama, kita semua telah punya pedoman hidup yang dapat dijadikan acuan sejak empat belas abad lamanya, yakni Al Qur’an dan Sunah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Menolong anak yatim dan dhuafa adalah salah satu bentuk ibadah berpahala luar biasa yang tersurat dalam Al Qur’an dan jelas telah dicontohkan sang banginda Nabi. Selain mendapatkan tabungan pahala yang begitu dahsyat, amalan ini dapat menjadi salah satu jalan untuk menambah kekayaan jiwa, kelapangan hati, serta menjadikan pribadi semakin mawas diri terhadap keadaan sekitar yang membutuhkan uluran tangan. Perintah untuk berbagi dengan anak yatim ini juga tersurat dengan begitu jelas di dalam Qs: Al Baqarah: 177

“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke arah barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (Qs: Al Baqarah:177)

Dengan sering berbagi bersama anak yatim dan dhuafa serta lebih membuka mata pada lingkungan sekitar, akan melatih kekayaan dalam jiwa kita untuk senantiasa tidak mencintai harta yang dipunya dengan berlebih-lebihan. Belajar untuk semakin lapang dalam tolong menolong dan membantu sesama yang sedang membutuhkan.

 

Baca Juga: Terlahir Sebagai Yatim, Bagaimana Perjuangan Rasulullah Sewaktu Kecil?

 

Meningkatkan Kasih Sayang Allah SWT Kepada HambaNya

(Keterangan: Salah satu potret bahagia anak yatim dan dhuafa yang dikelola oleh Harapan Amal Mulia bekerja sama dengan donatur /foto:Harapan Amal Mulia)

Keutamaan memuliakan anak yatim dan dhuafa seakan tidak akan ada habisnya untuk dikupas.Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar Rahman (Yang Maha Pengasih) tabaaroka wa ta’ala. Kasihilah siapa yang ada di bumi, niscaya engkau akan dikasihi oleh yang ada di langit” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain lain. As-Silsilatu shohihah:925)

Sejatinya apabila manusia menanam kebaikan niscaya akan berbuah kebaikan, pun sebaliknya. Sama halnya dengan menyayangi anak-anak yatim dan dhuafa, kelak akan mendatangkan kebaikan dari sisi yang lainnya.

Semoga kita senantiasa dapat mengamalkan setiap perintah kebaikan untuk memuliakan anak yatim dan dhuafa, tidak untuk mengharap pahala semata, namun sebagai jalan ikhtiar untuk mendapatkan ridhoNya.(itari/harapanamalmulia)

(Sumber: Slide Share)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meningkatkan Kasih Sayang Allah SWT Kepada HambaNya

(Keterangan: Salah satu potret bahagia anak yatim dan dhuafa yang dikelola oleh Harapan Amal Mulia bekerja sama dengan donatur /foto:Harapan Amal Mulia)

 

Keutamaan memuliakan anak yatim dan dhuafa seakan tidak akan ada habisnya untuk dikupas.Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar Rahman (Yang Maha Pengasih) tabaaroka wa ta’ala. Kasihilah siapa yang ada di bumi, niscaya engkau akan dikasihi oleh yang ada di langit” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain lain. As-Silsilatu shohihah:925)

Sejatinya apabila manusia menanam kebaikan niscaya akan berbuah kebaikan, pun sebaliknya. Sama halnya dengan menyayangi anak-anak yatim dan dhuafa, kelak akan mendatangkan kebaikan dari sisi yang lainnya.

Semoga kita senantiasa dapat mengamalkan setiap perintah kebaikan untuk memuliakan anak yatim dan dhuafa, tidak untuk mengharap pahala semata, namun sebagai jalan ikhtiar untuk mendapatkan ridhoNya.(itari/harapanamalmulia)

(Sumber: Slide Share)