Tag: Kemanusiaan

Tag: Kemanusiaan

Quran Baru Buat Anak-Anak Semangat Mengaji

“Betapa bahagianya ketika kita dapat belajar dibimbing pengajar yang berdedikasi tinggi, serta ditunjang fasilitas Al Quran yang memadai. Hal inilah yang dirasakan santri di Madrasah Fatimah Az-Zahra. Kebaikan Sahabat telah sampai di pesantren ini. ”

Harapanamalmulia.orgKepedulianmu melalui kampanye program Quran Mulia, telah sampai kepada penerima manfaat dalam berbagai bentuk program. Salah satu penerima manfaat kebaikan itu adalah Madrasah Fatimah Az-Zahra.

Halaman rumah kosong di daerah Hegarmanah menjadi saksi lahirnya madrasah ini. Dengan berbekal fasilitas seadanya, tidak mengurungkan niat para santri untuk menghafal dan mengkaji setiap makna kalam-Nya. Kini,  Al Quran baru dari para Sahabat yang peduli sudah terdistribusikan secara merata kepada seluruh santri.

AM -2- Quran Baru Buat Anak-Anak Semangat Mengaji-www.harapanamalmulia.org(2) - Harapan Amal Mulia

(Raut bahagianya santri menerima Al Quran baru/Harapan Amal Mulia)

Terdapat 120 murid yang  belajar di pesantren ini, seluruhnya merupakan santri non mukim yang pulang pergi. Di antara banyaknya murid, terdapat 5 anak yatim, sedangkan mayoritas lainnya berasal dari keluarga dhuafa. Meski demikian, semua santri memiliki semangat yang besar untuk mengaji.

Madrasah yang telah berdiri sejak 2018 ini, berjuang untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para santrinya. materi-materi yang diberikan pun disesuaikan dengan jenjang usia para santri, mulai dari akidah, akhlaq, ibadah, fiqih, hadis, sejarah Islam, hingga menghafal ayat Al Quran.  Kendati berusaha menghadirkan kurikulum yang terbaik, namun para santri tidak dipungut biaya sepeserpun.

Hingga kini madrasah terus berjuang dalam memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, meskipun masih kerap mengalami kendala. Kondisi ini membuat semua pengajar yang membina para santri memilih untuk mendedikasikan waktu, tenaga dan ilmunya secara suka rela.

Sahabat, Harapan Amal Mulia mengajakmu untuk hadirkan lebih banyak mushaf Quran ke banyak tempat di Indonesia. Agar Al Quran dari Sahabat dapat menjangkau ke pesantren, rumah tahfiz, keluarga pra-sejahtera, masjid-masjid pelosok desa, serta komunitas-komunitas lainnya yang membutuhkan.

Terima kasih atas kepedulian Sahabat sekalian. Kebaikan Sahabat semua telah menaruh harapan besar akan masa depan yang lebih baik, serta menjadi jalan tersebarnya Al Quran ke banyak tempat.

Sahabat dapat terus menyalurkan kebaikan melalui:

Bank Syariah Mandiri

717 313 414 7

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

atau melalui kitabisa.com/amalquran

 

Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi

Call Center: 081 1234 1400

Mulia dengan Amal Terbaik

Ikuti kabar tebaru dan cerita perjuangan lainnya, hanya di laman ini.

serta melalui akun instagram @harapanamalmulia.

Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer Alami

“Antisipasi virus Corona yang semakin menyerang, santri tahfiz Bunyanun Marshush produksi pembersih tangan alami dengan bahan sederhana nan murah meriah”

 

Harapanamalmulia.org Menjaga kebersihan badan di Tengah Pandemi Virus COVID-19 tentu Menjadi Hal Yang Harus dilakukan DENGAN Rajin mencuci serbi, ATAU can also DENGAN berbekal pembersih tangan kemana-mana. Namun, butuh pembersih tangan semakin langka di pasaran. Para santri tahfiz Bunyanun Marshush-Bandung, mencoba menghadirkan solusi dengan membuat pembersih tangan secara alami. Dengan bahan-bahan sederhana, pembersih tangan karya para santri ini dapat membantu melindungi banyak tangan agar tetap terjaga kebersihannya.

Simak proses pembuatan keseruan hanya di laman Harapan Amal Mulia, lembaga penghimpun donasi yatim dhuafa.

 

Dari Bahan Sederhana, Berikhtiar Hindari Virus Corona

AM -1- Virus Antisipasi COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org (2) - Harapan Amal Mulia

(Tim Harapan Amal Mulia memberikan  edukasi terkait bahaya virus COVID-19 serta memberikan bimbingan pembuatan hand sanitizer para Santri Bunyanun Marshush/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Dalam membuat hand sanitizer alaminya, para santri Bunyanun Marshush-Bandung terlebih dahulu mendapatkan edukasi dari tim Harapan Amal Mulia mengenai pentingnya menjaga kesehatan, serta bimbingan dalam proses pembuatan hand sanitizer alami. Berbekal bahan-bahan sederhana, yaitu alkohol dengan kadar 70% dan lidah buaya (Aloe Vera), proses pembuatan pun dimulai.

AM -1- Virus Antisipasi COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org (3) - Harapan Amal Mulia

(Keterangan: Bahan-bahan dan alat pembuatan hand satizer alami/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Alat-alat yang digunakan untuk mengolah kedua bahan tersebut diantaranya ada blender, pisau, gelas ukur, saringan, sendok, juga beberapa wadah penunjang, dan terakhir ada botol pemompa ukuran 200 ML sebagai tempat menampung hand  sanitizer yang sudah siap pakai.

AM -1- Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org(4) - Harapan Amal Mulia

(Keterangan: Proses pembuatan hand sanitizer oleh para Santri Bunyanun Marshush/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Proses pembuatan hand sanitizer ini tidak memakan waktu lama. Lidah buaya yang sudah disipkan kemudian dibelah dan diambil dagingnya, selanjutnya diblender hingga halus. Daging lidah buaya yang sudah halus kemudian disaring untuk dipisahkan dari ampasnya. Setelah gel lidah buaya siap, ambil takaran 20 ML gel lidah buaya untuk dicampurkan ke dalam 180 ML alkohol, yang sudah telebih dahulu di masukan dalam botol pemompa.

AM -1- Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org(5) - Harapan Amal Mulia

(Hand sanitizer alami karya Santri Bunyanun Marshush/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Dalam sekali produksi ini, para santri dapat menghasilkan 2 liter hand sanitizer siap pakai yang dapat digunakan langsung untuk membantu menjaga kebersihan tangan, dan tentunya sebagai ikhtiar untuk mencegah virus Corona hinggap di badan.

 

Baca juga: Urgent! Masyarakat Kecil Juga Tak Mau Terjangkit Corona

 

Hand Sanitizer Karya Santri Turut Mencegah Corona Di Masyarakat Sekitar

AM -1- Antisipasi Virus COVID-19, Santri Tahfiz Produksi Hand Sanitizer-www.harapanamalmulia.org(6) - Harapan Amal Mulia

(Keterangan: Santri berbagi hand sanitizer alaminya kepada masyarakat sekitar/foto:Harapan Amal Mulia)

Pembersih tangan yang diproduksi hanya dapat digunakan di lingkungan internal pesantren dan sehari-hari para santri. Selain para santri juga membagikan pembersih tangan alaminya ke masyarakat sekitar yang membutuhkan, masjid terdekat dengan pesantren, juga tidak lupa madrasah binaan Harapan Amal Mulia lainnya. Banyak warga yang terbantu dari hasil pembersih tangan yang dibagikan.

Pembersih tangan Berbekal di tangan, kini para santri aman untuk melanjutkan kegiatan menghafal di pesantren, sebelum harus berkreasi di luar ruangan. Satu langkah ikhtiar ini semoga dapat menjadi wasilah untuk mencegah penularan virus Korona untuk para santri dan warga sekitar pesantren yang juga harus ikut serta. (itari / harapanamalmulia )

7 Tips Antisipasi Corona Ala Santri Penghafal Al-Quran

|”Virus Corona sejatinya tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya. Oleh karena itu, mari terus maksimalkan langkah-langkah pencegahan dengan tips yang dibagikan para santri penghafal Al-Quran ”

 

Harapanamalmulia.orgVirus Corona atau dikenal juga dengan sebutan Covid-19 menjadi pandemi yang telah menyerang berbagai negara, termasuk salah satunya Indonesia. Pemerintah Indonesia pun kemudian menyerukan instruksi agar membatasi aktivitas di luar rumah, mengurangi interaksi dengan manusia lainnya, dan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Lantas langkah preventif apa yang dapat kita semua lakukan sebagai tindakan pencegahan? Para santri penghafal Al-Quran di Ma’had Tahfiz & Ilmu Quran, Bandung membagikan tipsnya.

Berikut Harapan Amal Mulia, lembaga penghimpun donasi yatim dhuafa sajikan informasi “7 Tips Antisipasi Corona Ala Santri Penghafal Al-Quran” untuk sahabat semua.

 

1.Semakin Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt.

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. At-Taghabun: 11)

Keniscayaan terhadap setiap peristiwa yang terjadi di bumi ini tidak akan terlepas dari izin Allah Swt. Termasuk adanya pandemi virus Corona ini juga terjadi tentu atas izin Allah Swt. Maka menyikapi hal tersebut, sudah selayaknya kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt yang maha memegang kekuasaan atas seluruh alam semesta.

Menambah kedekatan kepada Allah Swt. dapat dilakukan dengan menambah intensitas porsi ibadah, memperbanyak tilawah, mengencangkan doa dan melengkapinya dengan sedekah sebagai penolak bala atas musibah.

(Keterangan: Para santri Bunyanun Marshush sedang melakukan agenda ibadah rutin/foto:Harapan Amal Mulia)

Langkah pencegahan telah diterapkan oleh para santri Ma’had Tahfiz & Ilmu Quran Bunyanun Marshush, di mana para santri menyikapi situasi ini dengan menerapkan 7 tips antisipasi untuk mencegah virus Corona. Semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. menjadi poin pertama yang diterapkan para santri.

 

2. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Islam sangat memperhatikan perihal kebersihan diri serta lingkungan tempat berada, hal ini tidak hanya semata agar setiap muslim terhindar dari najis dan kotoran saat akan beribadah, akan tetapi hal ini berkaitan erat dengan meningkatkan kesehatan diri sehingga membentuk tubuh yang prima. Rasulullah Saw. telah menerangkan perihal menjaga kebersihan ini sebagaimana dalam hadis shohih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu “Kesucian atau bersuci merupakan setengah/sebagian dari iman” (HR. Muslim No. 325)

Apabila dilihat dari hadis tersebut, maka menjaga kebersihan atau bersuci memiliki posisi yang begitu penting dan memberikan pengaruh yang besar dalam menjalankan aktivitas ibadah dalam keseharian kita. Termasuk menjaga kebersihan lingkungan tempat berada menjadi sebuah hal yang harus turut juga diperhatikan agar dapar menunjang ibadah lebih sempurna dan tentu berkontribusi dalam kesehatan badan.

 

3. Mengurangi Aktivitas di Keramaian

Pemerintah telah mengeluarkan anjuran untuk mengurangi aktivitas yang berkaitan langsung dengan banyak orang, menghindari pertemuan massal di pusat-pusat keramaian, serta menjaga jarak dalam berinteraksi dengan orang lain. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Corona.

Menjaga jarak dengan orang lain sebagai bentuk antisipasi sebenarnya telah diterapkan oleh Rasulullah Saw. berabad-abad yang lalu. Saat mengalami sebuah wabah penyakit maka Rasulullah Saw. memperingatkan umatnya untuk tidak mendekati wilayah yang terkena wabah, seperti diriwayatkan dalam hadis “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu” (HR. Bukhori)


4. Memaksimalkan Waktu Dengan Aktivitas Produktif

(Keterangan: Para santri Bunyanun Marshush tengah menjalankan ibadah Salat/Foto: Harapan Amal Mulia)

Dengan adanya pembatasan aktivitas di luar rumah, hal ini menjadikan setiap orang memiliki porsi waktu lebih banyak untuk melakukan aktivitas-aktivitasnya di dalam rumah. Waktu yang dimiliki ini harus diisi dengan beragam aktivitas yang produktif, efektif dan efisien.

Para santri di Ma’had Tahfiz dan Ilmu Quran Bunyanun Marshush mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan memperbanyak melantunkan sholawat dan tilawah Al-Quran, mengerjakan shalat sunah dan menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga ringan di sekitar Ma’had.

 

5. Menyempurnakan Wudhu

Tidak ada perintah yang Allah Swt. turunkan melainkan selalu terkandung hikmah dan pelajaran yang besar bagi para hamba-Nya, seperti perintah untuk bersuci terlebih dahulu atau berwudhu sebelum melaksanakan salat.

Sebuah perintah ibadah yang telah dilaksanakan sejak berabad-abad lamanya ini ternyata memiliki pelajaran yang begitu besar. Sebelum pemerintah juga organisasi kesehatan PBB (WHO) menganjurkan untuk sering mencuci tangan setiap hari, umat muslim sudah melaksanakannya setiap hari dalam berwudhu.

Oleh karena itu, salah satu bentuk antisipasi penyebaran virus Corona adalah dengan umat muslim semakin menjaga kesempurnaan tahapan dari wudhu itu sendiri. Perintah untuk berwudhu terdapat dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 6, yang artinya adalah

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur .” (Qs. Al-Maidah: 6)

 

6. Memperbanyak Istighfar dan  Bermuhasabah

Di tengah keadaan ini hendaknya dapat kita jadikan sebagai sarana untuk bermuhasabah atas kesalahan yang pernah dilakukan serta beristighfar dengan sebaik-baiknya atas dosa-dosa yang pernah dilakukan pada masa lalu. Barangkali Allah menghendaki kejadian ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk mengambil pelajaran dan semakin mawas diri terhadap lingkungan, kebersihan serta kesehatan pribadi.

Menyikapi situasi yang sedang terjadi ini, santri-santri Bunyanun Marshush juga tidak melewatkan untuk terus beristighfar dalam agenda kesehariannya. Tidak kurang dari 1000 kali istighfar yang dilantunkan oleh para santri setiap hari.

 

7. Bergiat Untuk Menjalankan Shaum Sunah

Tips terakhir adalah dengan menjalankan shaum sunah yang harus kembali digiatkan. Hal ini tentu berkaitan erat dengan menjaga pola makan dan membatasi asupan makanan yang kurang bernilai gizi masuk ke dalam tubuh.

(Keterangan: Potret kebersamaan para santri Bunyanun Marshush saat makan bersama /foto: Harapan Amal Mulia)

Dengan kembali menjalankan sunah-sunah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. maka selain mendapatkan kucuran pahala, tentu akan berdampak positif bagi tubuh dan meningkatkan kesehatan kita semua.

Sahabat Amal, merespon situasi yang ada saat ini mari kita sikapi dengan tenang namun tetap menjaga waspada. Melaksanakan anjuran serta mengikuti langkah-langkah pencegahan dari pemerintah, tanpa lupa semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mari kita terus menjaga ikhtiar, melantunkan do’a dan bertawakal dalam sebenar-benarnya kepada Allah Swt.

(itari/harapanamalmulia)

Peduli Palestina, Polda Riau Dukung Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia  

 

Amal Mulia, Riau – Kepedulian terhadap Palestina terus ditunjukkan masyarakat Riau. Dukungan kali ini datang dari jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau yang turut berkontribusi dalam pembangunan Masjid   Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina.

“Kami dari jajaran Polda Riau mendukung pengumpulan donasi untuk Masjid Istiqlal Indonesia di Palestina. Dan kami salurkan sejumlah 30 juta untuk pengumpulan tersebut”, ujar Pak Dedy, salah satu anggota Polda Riau.

Pak Dedy juga mengajak masyarakat Indonesia untuk sama-sama mendukung pembangunan masjid tersebut.“Marilah kita sama-sama untuk mendukungnya (Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia), dengan membangun rumah Allah Swt., sama dengan kita membangun rumah di surga…”, tambahnya.

 

Baca juga: Perjalanan Bangun Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza Terus Berlanjut

 

Pernyataan tersebut disampaikan beliau mewakili anggota Polda yang lain, selepas berakhirnya acara Safari Dakwah K.H. Tengku Zulkarnain di Masjid Nurul Iman, jalan Tamtama, Pasar Mambo, Pekanbaru pada Selasa, 19 April 2019.

Dalam Safari Dakwah bertema “Membangun Peradaban dari Masjid” tersebut, Kiai menyampaikan peran masjid yang begitu penting dalam menciptakan peradaban Islam yang gemilang, terutama di Palestina, sebagai  tanah yang diberkahi.

 

Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina

Masyarakat Palestina, khususnya yang berada di Khan Yunis, Jalur Gaza telah mengamanahkan pembangunan sebuah masjid kepada masyarakyat Indonesia yang kemudian diberi nama Masjid Istiqlal Indonesia. Dalam hal ini, Amal Mulia sebagai lembaga peduli Palestina turut mendukung dan mengikhtiarkan suksesnya pembangunan masjid tersebut.

Direncanakan sejak pada November 2018, pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia telah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari masyarakat umum hingga para pemangku jabatan di Indonesia.

 

Baca juga: Syekh Syakir: Tokoh Agama Indonesia Akan Isi Aktivitas Masjid Istiqlal Gaza

 

Sejak peletakan batu pertama pada 29 Januari lalu, pembangunan masjid terus berlanjut. Perkembangan pembangunan terbaru, fondasi masjid telah dibangun, tiang-tiang penyangga telah kokoh berdiri.

Mohon doa dan dukungan agar ikhtiar pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia berjalan lancar dan selalu berada dalam rida Allah Swt. (history/amalmulia)

Rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri

2017004053 a.n

Yayasan Harapan Amal Mulia Palestina

Bagaimana 20 Ribu Yatim di Gaza Dapat Bertahan Hidup ?

Sumber Gambar: Aljazeera

Harapanamalmulia.org –  Sambil menggendong Juwan, salah satu anggota keluarga menunjukkan  selembar foto Mohammed Abdul Fattah (23), Ayah Juwan kepada media. Foto tersebut akan disimpan baik-baik, khawatir suatu saat Juwan menanyakan bagaimana rupa Ayahnya.

Fattah gugur pada 3 April 2019 setelah menjadi sasaran peluru Zionis di Kota Bita dengan tuduhan tak berdasar. Kini Juwan menjadi yatim, tak ada lagi yang menanggung biaya hidupnya kecuali Sang Ibu yang juga hanya seorang ibu rumah tangga.

Hari yatim dunia yang diperingati setiap Jumat pertama pada bulan April diadakan untuk kembali membangun kesadaran masyarakat dunia tentang kondisi anak-anak yatim. Gaza menjadi wilayah dengan jumlah yatim paling banyak yaitu sekitar 20 ribu anak.

 

Baca juga: Amal Mulia Antar Huda Raih Citanya sebagai Penegak Hukum Palestina

 

Salah satu lembaga swasta yang mengelola dana yatim Gaza menyebutkan tiga perang besar yang terjadi selama tahun 2008 sampai 2014 mengakibatkan jumlah yatim di Gaza meningkat drastis.  Jumlah tersebut masih bisa bertambah mengingat banyaknya para bapak yang gugur dalam Aksi Kepulangan Akbar.

Para gugur sedangkan para Ibu tak berpenghasilan. Blokade ketat mengakibatkan akses dari menuju Gaza ditutup rapat-rapat. Tak ada celah keluar Gaza untuk sekedar berniaga mencari sesuap nasi. Sedangkan, lahan pekerjaan tak banyak tersedia  di Gaza. Para Ibu yang mencari pekerjaan demi menghidupi buah hati, harus bersaing dengan 60% pemuda Gaza yang juga berebut mendapatkan pekerjaan.

Yatim di Gaza

Salah satu anggota keluarg Juwan menunjukkan foto Mohammed Abdul Fattah (Ayah Juwan), yang gugur pada 3 April 2019 lalu di Kota Bita oleh peluru Zionis. (Sumber: Palestine News Network)

Bukan hanya Ibu, anak-anak yatim yang mulai menginjak usia remaja pun turut berupaya mencari pekerjaan meski tak kujung mereka dapatkan.

Lalu bagaimana anak yatim Gaza bisa bertahan hidup?

Bantuan kemanusiaan menjadi satu-satunya andalan untuk bertahan hidup. Sebelumnya, UNRWA (Badan Bantuan dan Pembangunan PBB) rutin yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada jutaan penduduk Gaza. Namun sayang sejak September 2018 lalu, Amerika Serikat sebagai sponsor dana terbesar menghentikan bantuannya sehingga masyarakat Gaza tak lagi mendapatkan bantuan rutin.

Maka saat ini, bantuan kemanusiaan dari kita, saudara-saudara mereka menjadi dukungan yang paling dinanti.

 

Muliakan Anak-anak Yatim Palestina

Tahun 2019 ini merupakan tahun keempat Amal Mulia membersamai perjuangan masyarakat Palestina melalui beragam program kemanusian. Program Santunan Anak-anak Yatim Palestina menjadi ikhtiar Amal Mulia untuk memuliakan yatim Palestina khususnya yang berada di Gaza. Sampai saat ini, terdapat kurang lebih lima puluh anak yatim Gaza yang kami bantu secara berkelanjutan melalui pola “anak asuh”.

 

Baca juga: Salurkan 300 Tas Sekolah Ke Gaza, Amal Mulia Bantu Perjuangan Anak Palestina Meraih Asa

 

Setiap bulannya, anak-anak yatim akan mendapatkan bantuan tunai dari ‘orang tua asuhnya’ di Indonesia. Dengan bantuan tersebut, diharapkan dapat mengindari terlantarnya anak yatim di Palestina serta mengembalikan keceriaan dan hak mereka untuk hidup sehat dan bahagia meski orang tua mereka telah tiada.

Mohon doa dan dukungan agar program Santunan Anak-anak Yatim Palestina dapat berjalan istiqomah dan selalu berada dalam rida Allah Swt. (history/amalmulia)

Rekening Donasi:

Bank Syariah Mandiri (451). 2017 00 4053

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia Palestina

Sumber: Palsawa.com