Tag: muslim

Tag: muslim

5 Cara Ini Bantu Selamatkan Muslim Uighur

Kesulitan yang dialami Muslim Uighur adalah ujian bagi umat Islam dunia. Banyak cara dapat dilakukan untuk membantu mereka. Cara-cara tersebut tentunya dapat melahirkan perubahan yang lebih baik untuk Muslim Uighur

 

Harapanamalmulia.orgPermasalahan Muslim Uighur bukan isu yang baru muncul. Penderitaan mereka setidaknya sudah dimulai sejak tahun  1949 saat Mao Zedong melalui tentaranya merebut wilayah Turkistan Timur, negeri yang menjadi tempat tinggal suku Uighur yang mayoritas beragama Islam. Secara perlahan, nama Turkistan timur pun lebih dikenal sebagai Xianjiang.

Sejak peristiwa pencaplokan, otoritas setempat terus berupaya melenyapkan kehidupan suku Uighur dengan berbagai cara. Rumah mereka dirampas, beribadah dipersulit, dan yang paling terkenal adalah pengurungan Muslim di kamp-kamp mengerikan yang disebut dengan Pusat Redukasi.

Kesulitan ini bukan hanya ujian bagi Muslim Uighur, tapi juga bagi umat Islam keseluruhan yang sedang diuji dengan kepedulian dengan nasib saudara sendiri. Semangat menuai pahala dengan membersamai Muslim Uighur bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Di antara cara-cara tersebut adalah:

 

1. Menyebarluaskan Isu

Tagar #SAVEUYGHUR menjadi wujud dukungan warga dunia maya untuk Muslim Uighur. (Ilustrasi: Gramho)

Upaya pertama yang paling memungkinkan untuk membantu Muslim Uighur adalah dengan mengajak orang lain untuk ikut peduli. Hal tersebut bisa ditempuh dengan cara menyebarluaskan isu Uighur baik secara langsung maupun melalui sosial media.

 

2. Aksi, Petisi, Kecaman

Warga Turki serukan bela Muslim Uighur dalam aksi di jalan. (Foto: Reuters: Murad Sezer)

Suara kebenaran dari rakyat dunia akan mampu memperbaiki isu kemanusiaan yang kini menimpa Uighur. Maka dari itu, turun aksi, memberikan petisi, dan mendesak pihak berwenang untuk mengeluarkan kecaman menjadi salah satu upaya yang juga harus dicoba.

 

Baca juga: Ini Salah Satu Musibah Terbesar Bagi Umat Islam di Dunia

 

3. Berdonasi Ringankan Beban Mereka

Ilustrasi donasi untuk Muslim Uighur. (Sumber: Google)

Memberikan donasi menjadi salah satu langkah nyata untuk mendukung Muslim Uighur. Saat ini, mereka berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Perekonomian warga sulit berkembang dengan adanya berbagai larangan.

 

4. Bersatu untuk Perubahan

Untuk membuat sebuah perubahan yang baik, setidaknya umat Islam harus bersatu. Meredam permusuhan, mengenyampingkan kepentingan kelompok tertentu, dan fokus dengan misi bersama yaitu menyelamatkan Muslim Uighur dari kekejaman musuh-musuh Islam.

 

5. Berdoa Sempurnakan Ikhtiar

Pada hakikatnya, tidak ada yang mampu memberikan pertolongan kepada saudara-saudara kita, Muslim Uighur selain Allah Swt. Bagi kita orang yang beriman, doa adalah senjata paling ampuh untuk bertarung melawan musuh. Secanggih apa pun senjata mereka, masih ada kekuatan Allah yang mustahil bisa dikalahkan.

 

Itulah lima cara yang bisa ditempuh untuk membantu Muslim Uighur. Sahabat, dukungan dan bantuan kita sangat dinanti-nanti oleh mereka. Mari bantu kuatkan Muslim Uighur dengan ikhtiar paling maksimal. (history/harapanamalmulia)

Sumber: Kiblat Net, Daily Sabah

Sedekah Berkah, Penerima Beasiswa Yatim Mulia Terus Bertambah

Harapan Amal Mulia semakin dipercaya sebagai penyalur sedekah yatim dhuafa. Kepercayaan yang meningkat tersebut berdampak pada jumlah penerima manfaat Beasiswa Yatim Mulia yang semakin  bertambah.

 

Harapanamalmulia.orgKeceriaan terlihat dari wajah anak-anak yatim dhuafa dalam acara penyaluran Program Beasiswa Yatim Mulia di Kp. Pacinan, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Ahad (29/09) lalu.

Berbeda dari bulan-bulan sebelumnya, penyaluran kali ini semakin ramai karena jumlah penerima manfaat yang bertambah. Setidaknya terdapat sembilan orang anak penerima santunan anak yatim dan dhuafa yang ditujukan sebagai dukungan biaya pendidikan itu.

Setidaknya ada sembilan orang yatim dan dhuafa di Kecamatan Cicalengka yang dibantu biaya pendidikannya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Program Support Officer Amal Mulia, Aldi Renaldi mengungkapkan, bertambahnya penerima manfaat tersebut dapat terwujud karena meningkatnya kepercayaan orang tua asuh (donatur).

“… Awalnya hanya tiga anak yatim dan dhuafa yang menjadi penerima manfaat. Namun Alhamdulilah seiring meningkatnya kepercayaan orang tua asuh, kini ada sembilan anak yang dibantu secara berkala,” ungkap Aldi.

 

Beasiswa Yatim Mulia, Dukung Pendidikan Yatim dan Dhuafa

Anak-anak penerima manfaat program Beasiswa Yatim Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Beasiswa Yatim Mulia merupakan program yang dihadirkan Harapan Amal Mulia untuk mendukung biaya pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa. Setiap bulannya, mereka akan mendapatkan santunan tunai untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

“Program ini merupakan ikhtiar Harapan Amal Mulia menyelamatkan masa depan anak-anak yatim melalui pendidikan. Tak jarang kita temui kasus tentang anak-anak yang terhambat pendidikannya karena tidak mampu membayar SPP, iuran bangunan, buku, dan lain sebagainya,” Aldi menambahkan.

Baca juga: Perjuangan Sabili Jual Gorengan untuk Bantu Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

 

Selain bantuan tunai, program yang sudah bergulir sejak Maret 2019 ini juga menghadirkan pembinaan keterampilan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Anak-anak di Kecamatan Cicalengka, mendapatkan pembinaan tahfiz dan keterampilan bahasa Jepang.

Berbagai permainan edukatif juga menjadi salah satu agenda yang mewarnai agenda penyaluran sekaligus pembinaan yang dibantu oleh relawan Harapan Amal Mulia tersebut.

Penyerahan santunan anak yatim dan dhuafa kepada Daffa, salah satu penerima manfaat program Beasiswa yatim Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Alhamdulillah, kebaikan orang tua asuh dapat memberikan keceriaan dan semangat belajar bagi penerima manfaat Beasiswa Yatim Mulia. Meski begitu, masih banyak anak yatim dan dhuafa di Kecamatan Cicalengka yang juga membutuhkan dukungan kita.

Sahabat, menanggung kebutuhan anak yatim adalah salah satu amal saleh yang mempunyai banyak keutamaan. Rasulullah Saw. bersabda:

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya (HR. Bukhari)

Yuk bantu pendidikan anak yatim dan dhuafa dengan menjadi orang tua asuh bagi mereka. Untuk mengetahui informasi mengenai program Beasiswa Yatim Mulia dan orang tua asuh, sahabat dapat menghubungi narahubung kami di 0831 7467 6595.

Semoga Allah mengaruniakan kita surga yang berdekatan dengan Rasulullah Saw. (history/harapanamalmulia)

Donatur Inspiratif: Tak Hanya Memberi Tapi Mengajak untuk Berbagi

Memberikan santunan anak yatim dan dhuafa mungkin sudah menjadi hal yang lumrah. Namun salah satu komunitas di Kabupaten Asahan mempunyai usaha lain untuk memuliakan yatim dhuafa yaitu dengan mengajak Muslim lain untuk ikut berbagi.

 

Harapanamalmulia.org – Allah telah menjamin rezeki anak-anak yatim dan dhuafa. Perjalanan Harapan Amal Mulia, yayasan yatim piatu Jakarta Timur dalam ikhtiar memuliakan yatim dan dhuafa sering kali mendapatkan kejutan-kejutan tak terduga.

Seperti yang terjadi pada Ahad (22/09) kemarin. Kami menerima sebuah kiriman gambar sekelompok Muslimah, yang dengan sengaja menggalang donasi yatim dhuafa di alun-alun Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Hasil penggalangan dana tersebut akan disalurkan kepada anak yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), yang dibina Harapan Amal Mulia.

Komunitas Kita Peduli, Berani Hijrah mengajak masyarakat yang berada di sekitar alun-alun Kabupaten Asahan untuk ikut berdonasi. (Dok. Istimewa)

 

Setelah diketahui, ketujuh Muslimah tersebut berasal dari komunitas hijrah yang dinamai Kita Peduli, Berani Hijrah. Selviana (29), pegiat komunitas mengungkapkan, ia yakin bahwa ini merupakan salah satu ladang amal baginya dan teman-teman.

Tujuan mereka adalah kembali berkumpul di surga Allah, sehingga tak cukup rasanya jika hanya sekedar memberi sejumlah rupiah. Harus ada ikhtiar untuk mengajak saudara Muslim yang lain untuk ikut berbagi.

Baca juga: Apa pun Profesinya Tak Halangi untuk Peduli terhadap Sesama

 

Ia berdoa, agar niat tulus tersebut selalu terjaga. “Hanya berharap Allah selalu jaga hati kami, agar upaya penggalangan dana seperti ini menguatkan kami untuk selalu menempuh jalan yang baik,” ungkap Selvi.

Kekaguman kami kepada Selvi dan kawan-kawan semakin bertambah setelah mendengar berbagai upaya yang mereka kerahkan untuk memudahkan santri ISQ menghafal Quran.

 

Cetak Spanduk Sendiri Hingga Jual Air Mineral untuk ISQ

Salah satu anggota komunitas Kita Peduli, Berani Hijrah menggalang dana untuk santri ISQ dengan menjual air mineral dalam kemasan. (Dok. Istimewa)

 

Tanpa ada iming-iming atau bujukan siapa pun, Selvi dan kawan-kawan mengeluarkan modal sendiri untuk menggalang donasi. Mereka menjual air mineral dalam kemasan dan mencetak spanduk agar menarik perhatian masyarakat untuk dapat berdonasi.

“Kalau pun kami nggak punya harta dan uang untuk disedekahkan, kami akan bergerak. Akhirnya kita gerak di alun-alun, kita jual air mineral, nanti semua uangnya disedekahkan untuk ISQ,” ungkap Selvi.

Baca juga: Tuntunan dan Fadhilah Santuni Anak Yatim Saat Bulan Muharam

 

Usaha mereka pun tak sia-sia. Tujuh digit rupiah terkumpul hanya dalam waktu beberapa jam saja. Hingga saat ini pun, mereka terus berikhtiar mengumpulkan tambahan donasi dengan penggalangan dana online.

Besar harapan mereka agar anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ dapat terbantu oleh bantuan tersebut.

“Semoga adik-adik di ISQ bisa menjadi anak saleh dan saleha, kebanggaan orang tua, dan kebanggan kita semua juga bisa tercipta generasi yg bertakwa  kepada Allah dan mengikuti jejak Rasulullah,” kata Selvi mewakili harapannya dan kawan-kawan.

Anak-anak yatim dan dhuafa Istana Sufara Quran (ISQ) yang Insya Allah menjadi penerima manfaat kebaikan para donatur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Maasya Allah. Mbak Selvi dan komunitasnya ini merupakan hamba-hamba yang telah Allah pilih untuk mendapat nikmat hidayah. Sehingga kepada hamba pilihan ini, kita diperbolehkan untuk iri. Sebagaimana Hadis Nabi Saw.:

“Tidak boleh hasad (ghibtah) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya” (HR. Bukhari no. 73)

 

Iri dengan Selvi dan Kawan-kawan?

Kebaikan Selvi dan kawan-kawan sudah cukup membuat kita iri bukan? Namun jangan khawatir karena kita juga bisa menjadi seperti mereka, dengan berinfak untuk anak-anak yatim dan dhuafa penghafal Quran di Istana Sufara Quran (ISQ).

Untuk setiap huruf dan ayat yang dibaca yatim dan dhuafa ISQ, Insya Allah mengalir pula pahala untuk kita yang memudahkan urusan mereka. Aamiin. (history/harapanamalmulia)

 

Salurkan kontribusi terbaik melalui:

>>>https://kitabisa.com/pedulihafizquran

 

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Tidak Termasuk Mustahik, Bolehkah Berzakat untuk Yatim?

 Anak-anak yatim sering kali menjadi favorit para dermawan untuk menyalurkan zakatnya. Namun ternyata, anak yatim tidak termasuk ke dalam golongan yang berhak menerima zakat dalam Alquran.

 

Harapanamalmulia.orgBanyaknya keutamaan menyantuni yatim membuat umat Islam berlomba-lomba memuliakan anak-anak yang sudah tidak mempunyai orang tua ini. Berbagai lembaga kemanusiaan juga membuka lebar kesempatan sedekah dengan tajuk donasi yatim dhuafa.

Meski banyak dalil yang menganjurkan kita menyantuni yatim, tapi nyatanya mereka tidak termasuk dalam delapan golongan penerima zakat (mustahik) yang disebutkan dalam Alquran.

Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” [At-Taubah: 60]

 

Yatim dan Mustahik dalam Sudut Pandang Ulama

Ilustrasi memuliakan yatim. (Sumber: Google)

 

Mengenai zakat untuk yatim, Imam Ibn Utsaimin pernah menjelaskan:
“Ada satu catatan penting, sebagian orang beranggapan bahwa anak yatim memiliki hak zakat, apapun keadaannya. Padahal tidak demikian. Karena kriteria yatim bukanlah termasuk salah satu yang berhak mengambil zakat. Tidak ada hak bagi anak yatim untuk menerima zakat, kecuali jika dia salah satu diantara delapan golongan penerima zakat. Adapun semata statusnya sebagai anak yatim, bisa jadi dia kaya, dan tidak butuh zakat.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 18/353).

Dari penjelasan di atas, ditegaskan bahwa yatim bukanlah mustahik. Akan tetapi jika ada yatim yang termasuk delapan golongan yang disebutkan, maka dia berhak menerima zakat dengan akad berzakat untuk orang miskin, fakir, dan lain sebagainya.

Baca juga: Jangan Dulu Donasi ke Yatim Dhuafa Sebelum Tahu Fakta Ini!

 

Hal tersebut justru sangat baik dilakukan saat ada banyak yatim yang hidup sulit dan khawatir menjadi diabaikan oleh orang-orang sekitar. Tak harus atas nama zakat, memenuhi kebutuhan yatim juga dapat diniatkan sebagai infak atau pun sedekah.

 

Ikhtiar Penuhi Kebutuhan Yatim

Tim Harapan Amal Mulia menyalurkan santunan anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (Dok. Amal Mulia)

 

Data Kementrian Sosial tahun 2013 menyebutkan, terdapat sekitar 3,2 juta anak yatim di Indonesia. Selain yatim, anak terlantar (dhuafa) yang jumlahnya mencapai 4,5 juta juga menjadi permasalahan lain yang terus diupayakan solusinya.

Menanggapi hal tersebut, Harapan Amal Mulia meluncurkan inisiatif program yang berfokus pada pemenuhan dasar anak yatim dan dhuafa, dalam program Harapan Yatim (dan Dhuafa).

Sedekah yatim dan dhuafa dari donatur Harapan Amal Mulia disalurkan melalui pembinaan tahfiz Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain kebutuhan dasar, program Harapan Yatim (dan Dhuafa) ini juga berupaya mengembangkan potensi mereka dalam bidang akademis, sosial, religius, dan lain sebagainya.

Salah satu wujud dari program ini adalah pembinaan tahfiz di Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Dengan adanya program tersebut, diharapkan puluhan anak yatim dan dhuafa yang saat ini dibina di ISQ, dapat menjadi penghafal Quran berakhlak mulia dan memiliki masa depan yang lebih baik. (history/harapanamalmulia)

Sumber: Konsultasi Syariah, Dakwatuna

 

Yuk, bantu dukung anak yatim dan dhuafa di ISQ agar bisa terus menghafal Quran. Kirimkan donasi terbaik melalui tautan kitabisa: https://kitabisa.com/pedulihafizquran

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400