Tag: open donasi

Tag: open donasi

Ayah Tiada, Ibu Para Yatim Jadi Tulang Punggung Keluarga

Kehidupan yang berat dijalani keluarga Rizki, Dita, dan Bili. Sejak Ayah mereka tiada, para Ibulah yang bereperan menjadi tulang punggung keluarga. Bagaimana perjuangan para Ibu membesaran anak-anak mereka tersebut?

 

Harapanamalamulia.org –  Hidup tanpa adanya peran seorang Ayah bukan perkara mudah. Kebutuhan materi yang harus dipenuhi, menjadi tantangan baru bagi keluarga yang ditinggalkan. Dalam keadaan demikian, Ibu-lah yang biasanya berperan menggantikan Ayah menjadi tulang punggung keluarga.

Seperti yang dialami oleh Nenek Mimi, Neneng, dan Heni. Ketiga wanita tangguh dari Kp. Pacinan, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung ini berupaya keras memenuhi kebutuhan anak/ cucunya di usia yang sudah tidak muda.

 

1. Nenek Mimi Gantikan Peran Orang Tua Rizki

Tangannya terlihat bergetar. Keriput pada wajah juga sudah jelas terlihat. Nenek Mimi (72) memang sudah tidak muda lagi. Tapi mau tak mau ia harus menggantikan peran orang tua bagi Muhammad Rizki (14), cucu kesayangannya.

Dengan kondisi yang sudah mulai lemah, Nenek Mimi tak bisa bekerja di luar rumah. Bantuan pemerintah dan pemberian sekedarnya dari anak-anak Nenek Mimi menjadi andalannya memenuhi keperluan Rizki dan dirinya sendiri.

 

2. Penuhi Kebutuhan Keluarga dengan Menjadi Buruh Konveksi

Setiap hari, Neneng bekerja menjadi seorang buruh konveksi untuk penuhi kebutuhan anaknya, Dita. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Tak jauh beda dari Nenek Mimi, ada Neneng (51). Sejak suaminya meninggal dunia, Neneng-lah yang berupaya memenuhi segala kebutuhan rumah tangga, termasuk keperluan anak bungsunya, Despita Fajrah (9).

Despita atau Dita yang masih duduk di kelas tiga sekolah dasar itu mempunyai banyak kebutuhan, terutama mengenai pendidikannya. Itulah yang menjadi motivasi Neneng bekerja keras menjadi buruh di sebuah konveksi.

 

3. Heni, Gigih Berjualan untuk Masa Depan Sabili

Heni dan Bili menjadi penerima manfaat santunan anak yatim dan dhuafa dari Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Berjualan gorengan menjadi andalan Heni mencari nafkah. Sejak suaminya meninggal dunia, Heni berperan menjadi tulang punggung keluarga. Ia selalu tidur larut karena harus menyiapkan dagangan untuk dijual pada dini hari. Perjuangan yang selama ini ia lakukan tak lain adalah untuk anak bungsu tercinta, Sabili (12).

Kesibukkan Heni berjualan mengakibatkan ia sering sakit-sakitan. Meski begitu, kehadiran Sabili membuat Heni terus bersemangat menjalani kehidupannya.

Meski terdengar kuat, Nenek Mimi, Neneng, dan Heni tak memungkiri bahwa mereka membutuhkan dukungan untuk membesarkan anak mereka. Itulah yang menjadi salah satu latar belakang Harapan Amal Mulia memberikan beasiswa kepada Rizki, Dita, dan Sabili.

 

Donasi Yatim Dhuafa Jangkau Anak-anak di Cicalengka

Anak-anak Penerima manfaat Beasiswa Yatim Mulia di Cicalengka. (Harapan Amal Mulia)

Alhamdulillah, hingga saat ini terdapat sembilan anak yatim dan dhuafa di Kecamatan Cicalengka yang dibantu secara berkelanjutan melalui Beasiswa Yatim Mulia. Setiap bulan, mereka menerima santunan tunai yang bersumber dari donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

Melalui Beasiswa Yatim Mulia itu pula, para penerima manfaat dibimbing secara akademis dan mental  dengan harapan mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang unggul.

Sahabat, perjuangan para ibu di Cicalengka untuk membesarkan anak-anaknya perlu kita dukung. Mari, bantu penuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak yatim dan dhuafa di Cicalengka dengan memberikan donasi terbaik.

 

Salurkan kontribusi terbaik melalui:

https://kitabisa.com/beasiswaharapan

 

Atau transfer donasi melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400 ya, Sahabat! 😊

Alhamdulillah Masa Sewa Berhasil Diperpanjang

Sahabat Amal, kali ini kami ingin sampaikan kabar baik dari Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran di Kab. Asahan, Sumatera Utara.

Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa masa sewa rumah tahfiz itu hampir habis, kini, alhamdulillah rumah kesayangan para penghafal Al-Quran itu telah berhasil dilunasi.

Hal ini terjadi atas izin Allah, melalui doa dan bantuan Sahabat Amal beserta para donatur yang memberikan dana khusus, sehingga masa sewa Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran berhasil diperpanjang kembali.

Alhamdulillah. Terima kasih ya, Sahabat. Hadirnya doa dan bantuan ini telah memantik kembali semangat adik-adik yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran, sehingga mereka semakin giat menambah dan memperkuat hafalan Al-Qurannya, sampai cita-cita untuk menjadi hafiz dan hafizah dapat terwujud menjadi nyata.

Semangat baru juga hadir di tengah-tengah para pengurus  dan guru Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran, yang akan terus bertekad membimbing serta membantu para santri mewujudkan mimpinya menjadi penghafal Al-Quran.

Saat ini, Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran tengah membina 43 santri penghafal Al-Quran yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa.

Tak ada biaya operasional yang dibebankan kepada santri. Kebutuhan operasional Rumah Tahfiz dan seluruh kebutuhan santri terpenuhi jika semakin banyak Sahabat dan donatur yang berkenan membantu.

Dalam masa yang sama, banyak masyarakat di sekitar rumah tahfiz yang datang untuk mendaftarkan saudara atau kerabatnya agar bisa mendapatkan pembinaan di Al-Quran di Rumah Tahfiz Istana Sufara Al-Quran. Maka tak heran jika setiap bulannya semakin banyak santri yang mendaftar.

Tingginya minat masyarakat sekitar menuntut Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran untuk terus mengembangkan fasilitas serta menambah dana operasional yang lebih besar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan saat ini, di antaranya:

  • Pembuatan tempat wudhu
  • Seragam santri
  • Pemenuhan kebutuhan makan harian santriwati
  • Pembuatan ruang kelas baru

Dalam memenuhi keperluan tersebut, Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran masih membutuhkan dukungan dari orang-orang baik seperti kamu.

Yuk, Sahabat, kita bantu penuhi kebutuhan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran di Asahan, sehingga proses belajar-mengajar mereka bisa lebih optimal lagi. Dan tentunya, bantuan dari Sahabat dapat melahirkan semakin banyak anak-anak hebat penghafal Al-Quran.

Sahabat bisa bantu Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran dengan cara:

link >>> https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

Atau juga bisa melalui rekening donasi
Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029
a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:
Call/WA/SMS: 081 1234 1400

 

Semoga Allah senantiasa memudahkan urusan kita. Aamiin.

10 Keuntungan Ini Akan Membuatmu Tertarik Menjadi Seorang Santri

Tinggal bertahun-tahun di asrama mengajarkan santri banyak hal tentang arti kehidupan. Pribadi mereka juga terbentuk dengan berbagai perjuangan yang mereka lewati selama di asrama.

 

Harapanamalmulia.org – Sebagain orang mungkin akan beranggapan bahwa menjadi santri sangatlah membosankan atau bahkan menakutkan. Tidak leluasa bermain, aktivitas selalu diawasi, bahkan makanan pun dibatasi.

Namun sebenarnya, menjadi santri tidak semenakutkan itu lho. Perjuangan melewati berbagai tempaan selama di asrama, membentuk banyak kepribadian positif bagi santri. Apa sajakah itu?

1. Jauh dari Orang Tua Melatih Lebih Mandiri

Salah satu ciri khas seorang santri adalah berkepribadian mandiri. Karakter tersebut terbentuk karena mereka sudah terlatih jauh dari orang tua sejak dini.

2. Berbagi Makanan Melatih Empati dan Kebersamaan

Biasanya, mereka akan berbaris dengan di depan makanan yang dihidangkan oleh petugas asrama. Mereka tidak bisa egois mengambil makanan karena bisa jadi temannya tidak bisa makan. Disinilah empati dan naluri kebersamaan santri diasah.

3. Antre Wudu dan Mandi Ajarkan Kesabaran

Santri akan berlomba-lomba bangun pagi dan bergegas untuk mengantre mandi. Ada juga mereka yang menyimpan alat mandinya di depan pintu sebagai tanda antrian. Hal tersebut bukan semata-mata dilakukan karena kamar mandi yang terbatas, tapi juga mengajarkan santri untuk bisa lebih sabar dan tertib.

Ilustrasi antre mandi di asrama. (Sumber: Tebuireng Online)

 

4.Melawan Malas dengan Rutin Melakukan Qiyamul Lail

Saat orang lain sedang nyaman-nyamannya tidur, santri akan terjaga agar tidak telat melaksanakan qiyamul lail. Kantuk yang menyerang dan dinginnya air wudu mereka lawan demi lebih dekat dengan Sang Pencipta. Selain itu, mereka juga selalu melaksanakan salat wajib secara berjemaah.

 

Baca juga: Tempat Menentukan Cepatnya Hafal Quran, Ini Penjelasannya!

5. Sering Talaran, Hafalan Diingat Hingga Tua

Bagi yang pernah atau sedang menjadi santri, pasti sudah tidak asing dengan istilah talaran (setor hafalan). Mereka akan ditugaskan untuk menghafal ayat Quran, Hadis, kitab, kosa kata bahasa Arab, dan lain sebagainya. Karena sering diulang dan dihafalkan sejak usia muda, hasil talaran biasanya kuat dan diingat hingga tua.

6. Terlatih Hidup Sederhana dengan Makan Seadanya

(Foto: Santri Online)

Seorang santri biasanya mampu hidup dengan kondisi yang terbatas, salah satunya perihal makanan. Mereka biasa makan dengan menu seadanya. Itulah mengapa, kesederhanaan menjadi sebuah gaya hidup bagi santri.

7. Aktivitas Padat, Hari Jadi Lebih Produktif

Tinggal di asrama yang padat dengan kegiatan membuat hari-hari santri lebih produktif. Tak banyak waktu untuk bermain, keseharian mereka dihabiskan untuk menuntut ilmu dan berbagai kegiatan positif.

8. Terbentuk Pribadi yang Religius

Melimpahnya ilmu agama yang diajarkan menjadikan santri menjadi pribadi yang religius. Peraturan bahkan metode pembelajaran di asrama juga diatur sedemikian rupa agar santri selalu dekat dengan Rabnya.

9. Berbagi Kamar Jadikan Santri Punya Banyak Teman

Salah satu tantangan yang dihadapi santri selama di asrama adalah berbagi kamar tidur dengan santri lain.  Satu kamar bias diisi oleh beberapa orang, tergantung seberapa luas ruangan.  Keadaan demikian membuat santri mempunyai banyak teman dan mempunyai rasa toleransi yang tinggi.

10. Kebutuhan Terpenuhi dengan Berwirausaha

Santri tahfiz di Asahan merintis usaha dengan menjual cairan pencuci piring. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ada juga kegiatan wirausaha. Mungkin tidak semua santri pernah mengalami hal ini. Tapi wirausaha memberikan banyak keuntungan bagi santri. Wirausaha bertujuan agar santri lebih mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada uang bulanan dari orang tua untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

 

Baca juga: Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

Itulah sejumlah perjuangan santri yang ternyata mempunyai banyak manfaat. Salah satu yang mengalami perjuangan-perjuangan tersebut adalah santri di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan.  Bedanya, perjuangan santri ISQ lebih berat karena latar belakang mereka yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa.

Merintis usaha dengan menjual sabun pencuci piring  menjadi kegiatan yang paling rajin dilakukan santri ISQ. Hal tersebut dilakukan agar kebutuhan mereka selama di asrama dapat terpenuhi dan bisa terus menghafal Quran. (history/harapanamalmulia)

Sahabat, yuk bantu hidupkan usaha santri ISQ dengan memakai produk “Sabun Istana”. Dengan mendukung produk tersebut, sahabat juga sudah bersedekah untuk anak-anak yatim dan dhuafa penghafal Quran.  Pembelian bisa dilakukan dengan menghubungi narahubung ISQ di 0853 4788 0583.

 

Atau Sahabat juga bisa memberikan donasi langsung untuk mereka melalui pilihan cara berikut ini:

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Wujudkan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa

Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa adalah ikhtiar Harapan Amal Mulia untuk membantu yatim dhuafa dapat meraih pendidikan yang layak.

 

KLIK UNTUK DONASI

Sahabat Amal, banyak anak-anak yatim dan dhuafa yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, bahkan kebutuhan sehari-hari mereka di rumah. Namun, anak-anak seperti Rizki dan Despita, senantiasa semangat di tengah keterbatasan hidup mereka!

beasiswa harapan yatim dhuafa - amal mulia

Rizki harus hidup terpisah dari sang ibu yang merantau bersama keluarga barunya. Sedangkan ayahnya tak pernah lagi mengirim kabar sejak lama.

Namun perhatian dan upaya sang nenek senantiasa menjadi motivasi bagi Rizki untuk semangat belajar dan aktivitas lainnya.

Rizki mendapat ranking belasan di kelas, dan aktif berkegiatan PMR di sekolah. Tak lupa, ia pun belajar Quran bersama kelompok mengaji dengan teman-teman seusianya selepas isya di rumah.

beasiswa harapan yatim dhuafa - amal mulia

Kalau ini namanya Despita, atau biasa dipanggil Ita (Kelas 4 SD). Ita menjadi anak yatim sejak usianya 4 tahun. Ibunda Ita, Neneng (51 tahun) yang menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai Ita dan kakaknya yang kini sudah SMP.

Kini penghasilan keluarga Ita lebih mengandalkan pekerjaan ibunya yang menjadi pekerja borongan, membuat kancing kerudung dari sebuah konveksi. Hal ini agar sang ibu bisa bekerja dari rumah, sehingga ia bisa tetap memberi perhatian pada kedua anaknya.

Menyadari ibunya berusaha keras, Ita pun belajar membantu memasak di rumah. Ita juga berusaha rajin belajar di sekolah dan mengaji, Ita ingin wujudkan harapan ibu untuk bisa sekolah hingga SMA atau kuliah. Berharap kelak, Ita bisa membantu lebih banyak dan membahagiakan ibunya tercinta

Rizki dan Ita adalah sebagian dari anak-anak yatim dan dhuafa yang bisa Sahabat bantu! Ayo dukung program Beasiswa Harapan, agar kita bisa meringankan kebutuhan sekolah dan sehari-hari anak-anak yatim/dhuafa dan keluarganya…

Wujudkan dukungan terbaik Anda untuk Beasiswa Harapan Yatim dan Dhuafa, dengan cara:

1. Klik di sini utuk Donasi  
2. Isi form donasi
3. Dapatkan informasinya melalui Whats App/sms
4. Informasi terbaru dapat di instagram kami @harapanamalmulia

Atau saluran Donasi Anda melalui rekening:
Bank Syariah Mandiri 2017 004 018
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Semoga menjadi amal mulia kita di akhirat kelak. Aamiin.

Hafal Quran Lebih Mudah Bagi Santri ISQ Saat Kebutuhan Ini Terpenuhi

Fasilitas belajar santri yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) Asahan masih jauh dari kata memadai. Banyak kebutuhan penunjang belajar santri yang menunggu untuk kita penuhi.

 

Harapanamalmulia.org –  Sesaat setelah azan asar berkumandang, suasana Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) menjadi lebih riuh dari sebelumnya. Sekitar lima puluh santri yatim dan dhuafa berkumpul di aula untuk belajar Quran dan ilmu agama.

Para santri berlari ke sana ke mari sambil sesekali bercanda dengan temannya yang sedang fokus menghafal Quran.  Maklum saja, ISQ hanya punya satu ruang aula yang digunakan untuk semua tingkatan kelas.

Meski begitu, mereka  tetap bersyukur masih mempunyai tempat belajar. Sebulan yang lalu, santri ISQ dihadapan dengan tantangan besar untuk melunasi biaya perpanjang sewa asrama. Alhamdulillah, tantangan tersebut dapat terlewati berkat adanya dukungan donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

Andin, salah satu santri ISQ sedang dibimbing untuk menghafal Quran. (Harapan Amal Mulia)

 

Kini, tantangan lain kembali menghampiri ISQ. Santri harus lebih mengasah kesabarannya menghafal Quran di ISQ dengan fasilitas belajar yang belum semuanya terpenuhi.

Hebatnya, mereka tak takut atau resah. Santri-santri ISQ yakin Allah akan menolong mereka dengan berbagai jalan, salah satunya oleh kebaikan donatur Harapan Amal Mulia.

Berikut adalah kebutuhan terkini santri ISQ yang Insya Allah akan berusaha dipenuhi dengan dukungan donatur.

 

1. Ruang Kelas Layak Bantu Santri Lebih Konsentrasi Hafalkan Quran

Keadaan ruang belajar santri ISQ dicampur antara satu kelas dengan kelas lainnya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Santri belajar dan menghafal Quran di kelas ramai yang digunakan oleh sekitar lima puluh orang. Mereka berusaha tetap kondusif menghafal Quran dengan kondisi demikian.

Dengan dukungan donatur, Harapan Amal Mulia berikhtiar menghadirkan ruang kelas yang lebih layak bagi santri.

 

2.Tempat Wudu Berkeran Mudahkan Santri Bersuci

Rancangan tempat wudu santri ISQ yang Insya Allah akan diwujudkan dengan dukungan donasi yatim dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Fasilitas lain yang saat ini dibutuhkan santri adalah tempat wudu berkeran. Sebelum salat, belajar, dan menghafal Quran,  santri diwajibkan untuk memperbaharui wudu. Selama ini, puluhan santri lumayan disulitkan karean harus berwudu di sebuah toilet kantor manajemen asrama.

 

Baca juga: Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

 

3. Seragam Wujud Apresiasi Semangat Santri

Tak ada seragam yang apik.  Dukungan donatur menjadi harapan santri untuk memiliki seragam yang lebih layak. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Dalam hal berpakaian, belum ada ketentuan seragam yang harus digunakan santri. Keterbatasan ekonomi wali santri membuat ISQ harus berfikir dua kali jika ingin menerapkan aturan berpakaian. Kendati demikian, anak-anak tetap semangat belajar dan menghafal dengan pakaian seadanya.

 

4. Makanan Bergizi Berikan Energi Menghafal Quran

Santri ISQ hidup sangat sederhana. Tempat tinggal, fasilitas belajar, hingga makanan sehari-hari pun hanya mengandalkan bahan seadanya. Tempe dan tahu sudah menjadi makanan mewah bagi mereka. Apalagi daging yang belum tentu setiap bulan bisa didapatkan.

Dengan sepuluh ribu rupiah, sahabat sudah bisa memberika santunan anak yatim berupa makanan bergizi untuk santri ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sahabat, begitu banyak tantangan santri-santri yatim dan dhuafa di ISQ dalam menghafalkan Quran. Hal tersebut menjadi ujian bagi mereka, juga bagi kita yang dikaruniai berbagai kenikmatan.

Allah Swt berfirman:

Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba: 39)

Yuk bantu penuhi kebutuhan santri ISQ. Sebagaimana ayat di atas, Insya Allah, Ia akan membalas kebaikan sahabat dengan rezeki yang lebih baik. (history/harapanamalmulia)

 

Salurkan kontribusi terbaik untuk santri ISQ, sebesar rasa syukur sahabat hari ini melalui tautan kitabisa >>> kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400