Tag: Palestina

Tag: Palestina

Sudah Sampai Mana Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza?

Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza progres pembagunannya sudah 40%. Masih butuh banyak dukungan dan bantuan agar masyarakat Gaza bisa beribadah dengan nyaman.

 

Harapanamalmulia.org – Assalamu’alaikum Sahabat! Ada kabar baik dari pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina.

Perkembangan pembangunan masjid yang bersumber dari kedermawanan bangsa Indonesia ini sudah mencapai 50%. Kubah-kubah masjid sudah dipasang, begitu juga dengan menara yang sudah menjulang.

Pada bagian dalam lantai dasar, terlihat tiang-tiang kokoh yang menjadi penyangga bangunan di atasnya.

Baca juga: 4 Keutamaan Berwakaf  Masjid di Tanah Para Mujahid

Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia akan terus berlanjut hingga nampak seperti yang telah direncanakan. Setelah pembangunan rampung, masjid tersebut juga akan menjadi pusat penghafal Quran bagi anak-anak Palestina, khususnya yang berada di Khan Yunis.

Terima kasih ya, Sahabat. Berkat doa dan dukungan yang diberikan, masyarakat Palestina khususnya yang berada di Khan Yunis, Gaza akan segera memiliki tempat yang lebih layak dan nyaman untuk beribadah.

Meski begitu, perjalanan pembangunan masjid ini masih panjang. Pihak-pihak yang diamanahi sebagai pelaksana juga harus berjuang melewati ketatnya peraturan pihak penjajah. Namun permasalahan tersebut Insya Allah akan bisa dilewati dengan dukungan yang terus Sahabat berikan.

Saat ini pembagunan masjid membutuhkan banyak material-material bangunan di antaranya:

  • Pasir : 1 truk Rp 1,8 juta
  • Keramik : 1 m/segi Rp 600.000
  • Semen : 1 /zak Rp 170.000
  • Batu bata (Batako)  : 1/batubata Rp 20.000

Semoga kebaikan yang Sahabat berikan dalam pembangunan masjid ini dibalas dengan rumah terbaik di surga-Nya. Aamin. (history/harapanamalmulia)

Salurkan donasi terbaik untuk pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza melalui tautan kitabisa: https://kitabisa.com/campaign/istiqlaldigaza

 

Atau melalui pilihan rekening donasi:

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Setelah Sewa Berakhir, Puluhan Santri Ini Tak Tahu Harus Ke Mana

Pada akhir September 2018, sewa bangunan asrama rumah tahfizh Istana Sufara Quran (ISQ), Asahan akan berakhir. Sampai saat ini, belum ada gambaran akan ke mana santri diungsikan jika belum ada bantuan untuk perpanjang sewa.

Harapanamalmulia.org Santunan anak yatim berupa uang tunai atau bahan pangan, sudah banyak diupayakan lembaga serupa. Tapi Harapan Amal Mulia bertindak lebih maju, dengan memberikan anak-anak yatim dan dhuafa bimbingan menghafal Quran yang dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik secara ukhrawi maupun duniawi.

Sejak diresmikan pada sekitar akhir tahun lalu, Istana Sufara Quran (ISQ) yang didirkan Harapan Amal Mulia, membina puluhan santri yatim dan dhuafa untuk menghafal Alquran. Pendirian rumah tahfizh tersebut tak lepas dari dukungan para donatur mulia.

Santunan anak yatim berupa

Biaya operasional rumah tahfizh termasuk kafalah guru, bergantung pada donasi yatim dhuafa. (Dok. Amal Mulia)

Bantuan yang diamanahkan donatur, disalurkan untuk biaya operasional santri, termasuk biaya sewa bangunan gedung asrama. Ya, sampai saat ini santri dibina di sebuah gedung sewaan sederhana, yang terletak di Jalan Lumba-Lumba Lk.1, Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat.

Biaya sepuluh juta yang yang dibutuhkan untuk memperpanjang sewa, terasa berat mengingat banyaknya kebutuhan santri yang harus dipenuhi. Kali ini, pengurus rumah tahfizh tengah menggiatkan aksi, memutar-mutar strategi untuk memperpanjang sewa yang akan berakhir pada 22 September 2019 mendatang.

 

Baca juga: Jangan Dulu Donasi ke Yatim Dhuafa Sebelum Tahu Fakta Ini!

 

 

Belum ada cadangan tempat yang diperkirakan bisa menampung para santri, jika akhirnya sewa gedung asrama tak bisa diperpanjang. Jumlah santri yang mencapai 50 orang dengan aktivitas yang beragam, mengakibatkan para santri tidak mungkin dipindahkan ke bangunan yang sempit.

Agenda Keseharian Santri ISQ

Donasi yatim dhuafa yang diberikan sahabat donatur, memfasilitasi santri melakukan berbagai kegiatan bermanfaat. Santri mukim, sudah memulai aktifitasnya sebelum terbit fajar untuk melaksanakan qiyamul lail, dilanjutkan dengan salat subuh berjemaah dan mengulang atau menambah hafalan Quran.

Aktifas menambah hafalan (Ziyadah), mengulang hafalan (Muraja’ah), dan menyetorkan hafalan (Tasmi’) dilanjutkan pada waktu duha, asar, dan menjelang magrib.

donasi yatim dhuafa

Santri non mukim Istana Sufara Quran (ISQ), Asahan. (Dok. Amal Mulia)

Sedangkan santri non mukim memulai aktifitas mereka dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00. Meski tidak menetap di asrama, para santri non mukim tetap mendapatkan bimbingan ziyadah, muraja’ah, dan tasmi’ Quran.

Program santri non mukim ini mampu menarik minat masyarakat sekitar untuk dapat lebih giat menghafalkan Alquran.

 

Donasi Yatim Dhuafa Lahirkan Generasi Pecinta Quran

donasi yatim dhuafa

Salah seorang donatur memberikan santunan anak yatim berupa meja belajar kepada santri-santri ISQ. (Dok. Amal Mulia)

Pendirian rumah tahfizh ISQ merupakan wujud dari kepedulian kami terhadap yatim dan dhuafa, yang dibarengi ikhtiar memuliakan Alquran.

Di luar sana, betapa banyak anak-anak yang mencintai Alquran dan bercita-cita menjadi seroang hafiz, tapi terbentur biaya yang tidak murah.

Di sini lah Harapan Mulia hadir mendukung  cita-cita mulia mereka (yatim dan dhuafa), dan membuka ladang pahala bagi para donatur. (history/harapanamalmulia)

 

Sahabatku, mari wujudkan cita-cita yatim dan dhuafa Asahan untuk menjadi penghafal Alquran. Salurkan kontribusi terbaik melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

 

Atau melalui tautan kitabisa

>>> kitabisa.com/pedulihafizquran

 

 

Rindu Anak-anak Palestina yang Tak Pernah Terbayar  

 

Harapanamalmulia.org – Penindasan di Gaza semakin meningkat. Gaza menjadi kota yang menakutkan bagi anak-anak Gaza. Israel dengan sengaja membunuh para ayah dan melenyapkan para ibu sehingga anak-anak mereka hidup di ambang jurang.

Kisah Hamdi dan Al-Judeili  adalah sedikit  dari banyaknya cerita anak-anak Gaza yang ditinggal syahid orang tua mereka, sehingga kini hidup terlunta mengandalkan suaka.

 

Hamdi Saadeh Naasan dan 4 Anaknya

Keadaan anak-anak Palestina

Di malam Gaza yang saat itu sedang dingin-dinginnya, Israel menyerang Desa al-Mughayyir, Ramallah yang diduduki. Pemukulan dan penembakan mewarnai aksi penyerangan tersebut. Hamdi  Saadeh Naasanm (30) gugur dalam kejadian tersebut. Sejak saat itu, kehidupan lebih sulit untuk empat anak yang ditinggalkannya.

 

Baca juga: Seputar Yatim Palestina dan Orang Tua Asuhnya di Indonesia

Anak-anak Mohammed Al-Judeili

anak anak palestina

Putri al-Judeili, Rama (9) hanya bisa menangis histeris ketika mengetahui ayahnya telah wafat dalam Aksi Kepulangan Akbar. Bukan cerita baru, jas medis di Gaza bukanlah baju anti peluru. Al-Judeili yang merupakan petugas medis menjadi sasaran peluru Israel dan wafat seketika. Selain  Rama, ada tiga anak lain yang ditinggalkan al-Judeili dengan sedikit perbekalan harta.

 

Dunia Belum Lantang Berbicara

Dunia berada dalam kesunyian yang menakutkan. Meski diketahui banyak pasang mata, belum ada yang mampu menghentikan kekejian ulah Israel. Anak-anak sebagai kaum lemah yang akhirnya menjadi korban.

Sejak awal Aksi Kepulangan Akbar saja, Israel telah menewaskan lebih dari 270 orang Palestina yang tidak bersenjata dan melukai lebih dari 20 ribu lainnya. Tak sedikit warga Palestina yang kehilangan sebagian anggota tubuh mereka dan akhirnya kesulitan menghidupi keluarga. Belum lagi korban-korban blokade Gaza yang telah berlangsung belasan tahun.

Saat ini setidaknya terdapat 20 ribu anak Gaza yang menjadi yatim setelah orang tua mereka gugur dalam serangan dan blokade.

Menanggapi kondisi tersebut, Amal Mulia berikhtiar meringankan beban keluarga para syuhada, meringankan rindu anak-anak Gaza pada orang tuanya dengan program orang tua asuh bagi yatim Palestina. Dengan proram tersebut, Amal Mulia berupaya menghimpun kebaikan para donatur orang tua asuh di Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan anak-anak asuhnya di Palestina. (history/amalmulia)

Sumber: Days of Palestine

Informasi lebih lanjut mengenai program orang tua asuh:

Call/SMS/WA: 081 1234 1400

WA: http://bit.ly/amalmulia

 

Donatur Inspiratif: 11 Tahun Diuji Sakit, Tak Halangi Bantu Palestina

Amal Mulia, Sumatera Utara – Ikhtiar tim Amal Mulia dalam bersafari, menyertai Syekh dalam roadshow ulama Palestina sering kali menemui beragam kisah menarik. Kali ini, kisah inspiratif datang dari salah seorang donatur dari Medan, Ibu Misnan namanya.

Rabu (15/05) bakda subuh, setelah selesai roadshow di Masjid al-Muhajirin Gg. H. Rambe, Kelurahan Martubung, Kecamatan Labuhan, Medan, Ibu Misnan mendatangi tim kami sambil berjalan tertatih.

Ibu paruh baya itu berujar, “Nak, saya mau ngasih donasi, tapi uangnya masih di rumah, bisa jemput ke rumah, nak?”

Dengan rasa haru, kami langsung menyanggupi dan memapahnya menuju rumah. Dalam perjalanan, banyak yang beliau ceritakan, termasuk tentang penyakitnya. Ibu Misnan menderita stroke sejak sebelas tahun yang lalu. Itulah yang menyebabkan beliau kesulitan untuk berjalan.

 

Baca juga: Ingin Hidup Tenang, Yosna Serahkan Semua Uang Tabungan Haji untuk Al-Aqsha

 

Namun keterbatasannya tak dijadikan penghalang untuk dapat berbagi dengan sesama. “Saya sedih melihat anak-anak di Palestina, ibu nonton di TV mereka banyak yang tidak punya orang tua, rumah mereka hancur”, begitu ujarnya sambil berlinang air mata.

 

Uang Pemberian, untuk Baju Lebaran

edukasi Palestina

“Ini ada uang ibu tapi tidak banyak.  Kemarin dikirim anak saya buat beli baju lebaran katanya, tapi mereka (Palestina) yang lebih membutuhkan ini daripada saya”, kata Ibu Misnan sambil menyerahkan lembaran uang seratus ribaun kepada kami.

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, perjalanan menyusuri berbagi pelosok negeri memberikan banyak hikmah dan motivasi. Kisah Ibu Misnan seolah menjadi tamparan bagi kami bahwa perjuangan ini belum ada apa-apanya.

Ibu Misnan yang berjuang melawan penyakitnya, hidup sulit mengandalkan pemberian, tapi masih peduli dengan sesama dan tak ragu untuk berbagi.

Baginya, bekal akhirat dan keselamatan saudara-saudara di Palestina jauh lebih penting dari sekedar pakaian duniawi.

Mari doakan agar Allah membalas kebaikan Ibu Misnan dan para donatur lain dengan sebaik-baik balasan. (history/amalmulia)

 

Seputar Yatim Palestina dan Orang Tua Asuhnya di Indonesia

Harapanamalmulia.orgAlhamdulillahirobil’alamiin, antusiasme masyarakat Indonesia untuk berkontribusi menjadi orang tua asuh yatim di Gaza, Palestina begitu besar. Insya Allah amanah dari para orang tua asuh akan kami salurkan kepada para penerima manfaat.

Antusiasme yang besar tersebut juga mengundang munculnya banyak pertanyaan dari para calon orang tua asuh. Berikut kami rangkumkan beberapa pertanyaaan sekaligus tanggapan seputar program orang tua asuh:

Apa itu program orang tua asuh yatim Palestina?

Orang tua asuh yatim Palestina adalah progam santunan untuk kebutuhan harian anak-anak yatim Palestina yang dibina Amal Mulia melalui lembaga mitra kami di Gaza, Palestina. Tahun 2019 ini menjadi tahun keempat Amal Mulia berkomitmen membiayai kebutuhan yatim Palestina melalui bantuan orang tua asuh.

 

Apa tujuan program orang tua asuh yatim Palestina ini?

Tujuan utama program ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, pendidikan, dan kesehatan yatim palestina binaan Amal Mulia.

 

Baca juga: Bantu Muliakan Yatim Palestina

 

Apakah anak asuh bisa dibawa ke Indonesia?

Sesuai aturan yang diberlakukan UNICEF (United Nations Children’s Fund), anak-anak yatim tersebut tidak dipisahkan dari orang tua mereka di Palestina, kecuali dalam keadaan khusus. Meski demikian, kami akan memfasilitasi untuk menghubungkan orang tua asuh (donatur) dengan yatim binaannya.

 

Apa yang harus dilakukan orang tua asuh (donatur)?

Dibutuhkan biaya sekitar Rp. 780.000 s.d Rp 1.000.000 setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan hidup satu orang yatim di Palestina. Orang tua asuh berperan sebagai pendukung pemenuhan biaya tersebut.

 

Bagaimana agar bisa menjadi orang tua asuh?

Untuk menjadi orang tua asuh, sahabat dapat memberikan donasi terbaik melalui rekening Amal Mulia atau tautan kitabisa.com/untukyatimpalestina . Besaran donasi tidak ditentukan, kebutuhan satu orang yatim dapat ditanggung oleh beberapa orang tua asuh.

Semoga bermanfaat dan menjadi penyemangat untuk dapat memuliakan anak-anak Palestina yang ditinggal syahid orang tuanya dalam ikhtiar menjaga tanah amanah umat. Aamiin. (history/amalmulia)

 

Donasi dapat disalurkan melalui:

https://www.kitabisa.com/untukyatimpalestina

atau melalui rekening:

Bank Syariah Mandiri

(451) 2017 00 4053

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Palestina