Tag: Pendidikan Anak

Tag: Pendidikan Anak

Quran Baru Buat Anak-Anak Semangat Mengaji

“Betapa bahagianya ketika kita dapat belajar dibimbing pengajar yang berdedikasi tinggi, serta ditunjang fasilitas Al Quran yang memadai. Hal inilah yang dirasakan santri di Madrasah Fatimah Az-Zahra. Kebaikan Sahabat telah sampai di pesantren ini. ”

Harapanamalmulia.orgKepedulianmu melalui kampanye program Quran Mulia, telah sampai kepada penerima manfaat dalam berbagai bentuk program. Salah satu penerima manfaat kebaikan itu adalah Madrasah Fatimah Az-Zahra.

Halaman rumah kosong di daerah Hegarmanah menjadi saksi lahirnya madrasah ini. Dengan berbekal fasilitas seadanya, tidak mengurungkan niat para santri untuk menghafal dan mengkaji setiap makna kalam-Nya. Kini,  Al Quran baru dari para Sahabat yang peduli sudah terdistribusikan secara merata kepada seluruh santri.

AM -2- Quran Baru Buat Anak-Anak Semangat Mengaji-www.harapanamalmulia.org(2) - Harapan Amal Mulia

(Raut bahagianya santri menerima Al Quran baru/Harapan Amal Mulia)

Terdapat 120 murid yang  belajar di pesantren ini, seluruhnya merupakan santri non mukim yang pulang pergi. Di antara banyaknya murid, terdapat 5 anak yatim, sedangkan mayoritas lainnya berasal dari keluarga dhuafa. Meski demikian, semua santri memiliki semangat yang besar untuk mengaji.

Madrasah yang telah berdiri sejak 2018 ini, berjuang untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para santrinya. materi-materi yang diberikan pun disesuaikan dengan jenjang usia para santri, mulai dari akidah, akhlaq, ibadah, fiqih, hadis, sejarah Islam, hingga menghafal ayat Al Quran.  Kendati berusaha menghadirkan kurikulum yang terbaik, namun para santri tidak dipungut biaya sepeserpun.

Hingga kini madrasah terus berjuang dalam memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, meskipun masih kerap mengalami kendala. Kondisi ini membuat semua pengajar yang membina para santri memilih untuk mendedikasikan waktu, tenaga dan ilmunya secara suka rela.

Sahabat, Harapan Amal Mulia mengajakmu untuk hadirkan lebih banyak mushaf Quran ke banyak tempat di Indonesia. Agar Al Quran dari Sahabat dapat menjangkau ke pesantren, rumah tahfiz, keluarga pra-sejahtera, masjid-masjid pelosok desa, serta komunitas-komunitas lainnya yang membutuhkan.

Terima kasih atas kepedulian Sahabat sekalian. Kebaikan Sahabat semua telah menaruh harapan besar akan masa depan yang lebih baik, serta menjadi jalan tersebarnya Al Quran ke banyak tempat.

Sahabat dapat terus menyalurkan kebaikan melalui:

Bank Syariah Mandiri

717 313 414 7

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

atau melalui kitabisa.com/amalquran

 

Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi

Call Center: 081 1234 1400

Mulia dengan Amal Terbaik

Ikuti kabar tebaru dan cerita perjuangan lainnya, hanya di laman ini.

serta melalui akun instagram @harapanamalmulia.

“Kami Bertahan di Pesantren Ini demi Cita-cita Mulia”

Amal Mulia-Pagi itu, Nur Fitriani Tasya masih menghitung kebutuhan beras bagi puluhan santri mualaf Timor Leste. Empat bulan berlalu sudah, kini bantuan dari Departemen Sosial baru saja cair. Namun, dalam sekejap uang itu hampir habis karena harus membayar utang beras dan sembako lainnya ke sejumlah warung.

Menjadi Sekretaris Pondok Pesantren (Ponpes) Latiful Muhtadin di Desa Gunung Manik, Tanjungsari, Sumedang, bukanlah hal yang mudah bagi Fitri, sapaan akrabnya. Belum lama ini sedikitnya 20 santri terpaksa dikembalikan ke asalnya, Timor Leste, karena pesantren tak mampu lagi memberi makan.

“Kami harus bertahan dari serba kekurangan di pesantren ini. Kadang sehari kami tidak menemukan nasi dan hanya memakan singkong atau jagung di kebun belakang kobong,” ucap Fitri kepada harapanamalmulia.org, belum lama ini.

Menurut Fitri, memulangkan sejumlah para santri ke daerah asalnya adalah opsi terakhir setelah pihak pesantren tak mampu lagi membiayai makan kehidupan sehari-hari. Meski sebenarnya di sana mereka sudah tidak memiliki saudara yang lengkap karena banyak dari penduduk ikut ke pemerintahan baru setelah Timor Leste memerdekan diri.

“Insya Allah kami akan tetap bertahan dengan segala keterbatasan demi cita-cita kami demi hidup yang lebih baik,” ungkap Fitri yang juga mahasiswa S2 dan kuliahnya terhenti karena terbentur biaya itu. (slamet parsono/amalmulia)

 

Mengubah Perilaku Buruk Anak Di Rumah

Harapanamalmulia.org-Setiap anak itu unik, setiap diri mereka berbeda dengan diri orang lain, dan bagaimana cara memperlakukan mereka pun tentunya berbeda-beda. Bahkan seorang adik akan berbeda sifat dan karakternya meskipun dia satu ibu.

Anak-anak seumpama kertas putih yang kosong, mereka adalah pribadi yang mudah dalam mempelajari apapun. Maka, ketika kita memperlihatkan tinta hitam dia akan langsung mengambilnya dan mencoret kertas putih dengan tinta hitamnya.

Maka, jika anak berperilaku buruk jangan dulu berpikir bahwa anak kita nakal, tapi berpikirlah mungkin kita yang tidak sengaja memberinya tinta hitam. Misalnya, ketika anak sering bangun kesiangan, berpikirlah mungkin kita yang selama ini membiarkannya untuk tidak pernah salat subuh, sehingga dia pun sering bangun kesiangan. Atau ketika anak jadi suka nonton dan kecanduan nonton, mungkin kita selaku orang tua yang selalu membiarkannya nonton atau menyuruhnya nonton, sehingga kita bisa tenang melakukan pekerjaan tanpa ada gangguan dari sang anak.

Untuk mengubah perilaku buruk anak, yang paling utama adalah ubah cara mendidiknya. Jika awalnya tidak ada peraturan dalam keluarga, buatlah aturan dalam keluarga. Jika sebelumnya tidak konsisten dalam menerapkan aturan, cobalah untuk terus konsisten dalam mendidik dan membuat aturan.

 Tips Mengubah Perilaku Buruk Anak

Buatlah aturan di dalam rumah

Anak sebetulnya melakukan berbagai hal untuk menarik perhatian, mereka juga kerap bingung ketika harus merasakan emosinya dan mengatakannya sehingga yang keluar dari perilakunya adalah yang orangtuanya kerap sebut karena kenakalan. Oleh sebab itu, penting untuk membuat aturan umum di rumah. Ketika membuat aturan di rumah usahakan untuk melibatkan si anak dalam membuat aturannya. Misalnya, bersama-sama menentukan sanksi jika ada yang melanggar.

Konsisten

Penting untuk tetap konsisten dalam menjalani aturan yang telah dibuat bersama dengan sang anak. Salah satu kegagalan terbesar dalam mengubah perilaku buruk anak adalah tidak konsisten, melihat anak merengek goyah dan akhirnya kembali mengikuti dan membiarkan perilaku buruk anak merupakan hal yang salah.

Memberikan penjelasan kepada si kecil

Si kecil perlu untuk diberi tahu bahwa apa yang dilakukannya merupakan perilaku buruk, dan jelaskan bagaimana dampak buruk jika dia selalu melakukan hal tersebut. Meskipun si kecil tidak dapat memahami sepenuhnya namun dia menjadi tahu mengenai apa yang sedang dia lakukan dan itu akan lebih membuatnya mengerti bahwa dia harus melakukan perubahan tersebut.

Menghargai proses

Mengubah perilaku buruk tidak semudah membalikkan telapak tangan kita, tentu akan sangat teramat sulit, tidak ada hasil yang instan dari sebuah proses. Oleh sebab itu, penting untuk memahami bahwa ini adalah sebuah proses dan kita harus bersabar dengan proses yang ada.

 Hindari humaniora fisik

Tidak perlu ada kekerasan atau hukuman fisik dalam mendidik anak, karena hukuman fisik hanya akan membuatnya menjadi pribadi yang keras, pemarah dan kasar. Hukuman fisik pun hanya akan membuat anak merasa tidak dihargai dan tentu membuat anak bingung perilaku buruk apa yang harus dia ubah dan kenapa dia harus berubah. ( Ranny Fitriani/Amal Mulia )

CINTAI AL-QUR’AN, MAKA KITA AKAN DEKAT DENGAN AL-QUR’AN

Apabila kita melihat keadaan saat ini, begitu banyak orang yang sudah besar, remaja tapi masih saja belum bisa membaca AL-Qur’an. Bacaan Al-Qur’an seolah hanyalah sebuah simbol religious belaka. Membacanya hanya ketika ada acara pengajian, hanya dalam bacaan shalat atau bahkan hanya dalam dalam lomba saja.

Padahal Al-Qur’an memiliki banyak kebaikan bagi yang selalu membaca dan mengalamkannya. Selain merupakan kitab suci Umat Islam, Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi kita untuk bisa hidup dengan baik di dunia yang penuh dengan kesemuan. Al-Qur’an merupakan sumber segala ilmu pengetahuan, maka siapa saja yang mencintai Al-Qur’an dan mentadaburinya maka dia akan menjadi orang yang berilmu. Maka, supaya kita semakin dekat dengan Al-Qur’an diperlukan rasa untuk mencintai Al-Qur’an. Dengan mencintai Al-Qur’an maka kita tidak akan pernah bosan untuk membacanya setiap hari.

Cinta itu soal rasa, dia tidak akan tumbuh tanpa adanya interaksi dan memahami. Begitu pula dengan ketika kita mencintai Al-Qur’an, maka sering-seringlah untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an dan memahaminya, dengan begitu kita akan mulai mencintai Al-Qur’an dan betah berlama-lama dengan Al-Qur’an.

Sama hal hanya dengan ketika kita mencintai bakat kita, maka kita akan senang berlama-lama melakukan apa yang menjadi Passion kita, dan juga mempelajarinya. Maka hal itu pun harusnya berlaku untuk Al-Qur’an, jika kita mencintai AL-Qur’an kita akan senang dan berlama-lama mengkaji tafsirnya dan mengahapalnya.

Niat untuk mencintai Al-Qur’an suadah ada, tapi kok masih ada perasaan jenuh ya ketika berlama-lama membaca Al-Qur’an, benarkah hati kita sudah terpaut dengan Al-Qur’an, kalau begitu ayo kita kenali ciri-ciri orang yang mencintai Al-Qur’an!

 

CIRI-CIRI ORANG YANG MENCINTAI AL-QUR’AN

  1. Sama jika seseorang mencintai sesuatau, kecintaan kepada Al-Qur’an pun bisa terlihat dengan sukanya ketika bertjumpa dengannya.
  2. Tidak merasa jenuh dan bosan ketika kita duduk berlama-lama untuk belajar, memahami atau menghapal Al-Qur’an
  3. Jika jauh dengannya, dia akan merasa merindkan dan ingin segera membacanya
  4. Banyak berdialog dengan cara muroja’ah dan ketika bertemu dengan permasalahn hidup yang sulit dia akan menemui Al-Qur’an untuk menemukan solusi terhadap permasalahnya.
  5. Mentaatinya baik dalam perintah atau pun larangan-larangannya yang terdapat di dalamnya.

 

Nah, itulah tanda-tanda ketika anda mulai merasakan jatuh cinta kepada Al-Qur’an, jika salah satunya tidak ada, maka kecintaan kita pun kian berkurang terhapa Al-Qur’an, jadi bagaimana supaya hati kita tetap terpaut dengan AL-Qur’an?

 

TIPS MENCINTAI AL-QUR’AN

 

1. Berdo’a dan bertawakal haya kepada Alloh

Persoalan cinta merupakan persoalan hati, hanya Allah lah yang mampu membolak-balikan hati kita, memberikan kita hidayah untuk mencintai Al-Qur’an. Maka mintalah kepada Sang Pemilik Hati Yaitu Allah untuk kita bisa mencintai Al-Qur’an.

 

“…sesungguhnya kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka sehingga mereka tidak memahaminya,  dan kami letakan pula sumbatan di telinga mereka…(Al-Kahdi: 57)

 

2. BERILMU

untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada Al-Qur’an maka pelajarilah Al-Qur’an. Pahami keagungan dan keutamaan Al-Qur’an akan menumbuhkan rasa cinta kita kepada Al-Qur’an.

 

3. Bergaul dengan orang-orang Shaleh

Rasulullah pernah bersabda “ perumpamaan teman yang shaleh ibarat penjual minya wangi, jika kamu berteman dengannya, maka kamu akan mencium wanginya minyak wangi, sedangkan perumpamaan teman yang buruk, ibarat pandai besi.  Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena bau asapnya. ( HR. Bukhori).

 

Maka perbanyaklah teman-teman yang juga mencintai Al-Qur’an dengan begitu, akan ada orang yang mengingatkan kita jika kita mulai melupakan Al-Qur’an.  ( Ranny Fitriani/Amal Mulia)

 

Baca juga: Wakaf Al-Qur’an Bisa dengan Uang Senilai Rp 3.500