Tag: Penyaluran Harapan Amal Mulia

Tag: Penyaluran Harapan Amal Mulia

Anak Yatim Berjuang Gantikan 5 Peran Ini dalam Keluarga

Ayah memiliki peran besar dalam kehidupan sebuah keluarga. Saat Ayah tidak ada, anak-anaknya lah yang bertanggung jawab menggantikan peran ayah agar keluarga agar kehidupan keluarga bisa tetap berjalan sebagaimana mestinya.

 

Harapanamalmulia.orgKehilangan ayah pada usia sebelum dewasa menjadi takdir berat yang harus dilalui anak yatim dan anak dhuafa tidak bersama bapaknya. Saat anak lain hidup nyaman dan bermanja-manja dengan ayahnya, mereka justru harus merasakan hal sebaliknya.

Banyak anak yatim dan dhuafa hidup dengan berbagai keterbatasan. Tak jarang, mereka hanya mengandalkan santunan anak yatim dan dhuafa untuk bisa bertahan hidup. Namun satu hal yang harus diingat, bahwa mereka juga bertanggung jawab untuk menggantikan peran ayah di keluarga.

Di antara peran-peran ayah yang digantikan oleh anak yatim dan dhuafa tersebut adalah:

 

Menjadi Teladan bagi Adik-adiknya

Saat ayah tidak ada, keluarga akan kehilangan sosok teladannya. Di sini lah anak, terutama yang masih mempunyai adik, berupaya menggantikan peran penting tersebut. Sebisa mungkin mereka akan mencontohkan hal-hal baik juga memberikan nasihat bijak.

 

Pelindung Keluarga

Agar fungsi keluarga sebagai pelindung tetap terpenuhi, peran ayah sebagai pelindung utama harus ada yang mengganti. Selain menjaga dirinya sendiri, anak yatim dan dhuafa juga akan mengambil tugas sebagai pelindung keluarga.

Rizki (14) yang tinggal bersama nenek dan ibunya menjadi peindung bagi keluarga sejak ayahnya tidak ada. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Penentu Keputusan

Tugas yang tidak mudah tapi tetap harus diemban adalah menggantikan peran ayah sebagai penentu keputusan besar dalam keluarga. Contoh-contoh permasalahan keluarga yang biasanya harus diambil adalah mengenai pilihan pendidikan, pekerjaan, atau  hal-hal yang berhubungan dengan pembiayaan.

Baca juga: Terlahir sebagai Yatim, Bagaimana Perjuangan Rasulullah Sewaktu Kecil?

 

Pemberi Motivasi

Perjuangan ayah yang luar biasa untuk keluarga sering kali menjadi motivasi bagi anak-anaknya untuk menggapai mimpi. Saat ayah tidak ada, anak-anak yang ditinggalkan berperan untuk memberi motivasi satu sama lain.

 

Pencari Nafkah Keluarga

Hal yang bisa dikatakan paling sulit dialami anak yatim adalah keterbatasan ekonomi. Tidak ada lagi ayah yang mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Sedangkan ibu belum tentu bisa memberikan pendapatan yang sama. Itulah mengapa anak yatim dan dhuafa harus mandiri secara ekonomi agar kebutuhannya tetap bisa terpenuhi.

Sabili (13), yatim asal Kecamatan Cicalengka berjualan gorengan setiap pagi untuk mencukupi kebutuhan keluarga. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sahabat, perjalanan berat menggantikan peran ayah seperti di atas kini dialami oleh anak-anak binaan Harapan Amal Mulia. Saat ini Harapan Amal Mulia mempunyai lebih dari 50 anak binaan yang terhimpun dalam dua program unggulan yaitu Beasiswa Harapan di Kabupaten Bandung dan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) di Kabupaten Asahan.

Nadya, Qayla, Ita, Salma, penerima donasi yatim dan dhuafa dalam program Beasiswa Harapan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Puluhan anak tersebut menjadi penerima manfaat santunan anak yatim dan dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

Penerima beasiswa Harapan Amal Mulia adalah mereka yang tengah berjuang menunut ilmu di bangku pendidikan formal. Sedangkan santri ISQ adalah mereka yang sedang dibina menjadi seorang penghafal ayat suci Al-Quran.

Meski secara teknis berbeda, tapi kedua program yang digagas Harapan Amal Mulia ini mempunyai tujuan yang sama yaitu agar anak-anak yatim dan dhuafa mempunyai kehidupan yang lebih baik di masa sekarang dan yang akan datang. (history/harapanamalmulia)

 

Yuk dukung perjuangan anak-anak yatim penerima manfaat Beasiswa Harapan dan santri ISQ dengan ikut mencukupi kebutuhan mereka.

Salurkan donasi terbaik melalui tautan kitabisa:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan >>> untuk Beasiswa Harapan

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran >>> untuk santri Istana Sufara Quran (ISQ)

Di Balik Santri Sukses, Ada Guru Hebat yang Selalu Menemani

Berbagai prestasi  telah ditorehkan santri-santri ISQ. Mereka tidak mencapainya sendiri, melainkan ada peran besar dari guru dan pembimbing yang senantiasa menemani.

Harapanamalmulia.org Meski berlatar belakang sebagai anak yatim dan dhuafa santri-santri Istana Sufara Quran (ISQ) tetap bisa menorehkan berbagai prestasi. Prestasinya beragam, mulai dari juara kelas, hafal Quran, hingga prestasi yang tak kasat mata seperti mandiri dan berakhlak mulia.

Pencapaian-pencapain tersebut tidak begitu saja terwujud, melainkan ada yang mengarahkan. Dalam hal ini, guru-guru ISQ menjadi salah satu pihak yang memiliki peran penting.

Guru-guru ISQ selalu menunjukkan totalitasnya dalam mendidik santri. Hal ini dapat dilihat dari perjuangan mereka yang berat selama  mengajar, di antaranya:

1. Menempuh Perjalan Jauh

Ustazah Sufla mengajar tahsin Quran kepada santri dan warga sekitar ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Perjalanan melelahkan dari Tanjung Balai menuju Kisaran, Kabupaten Asahan untuk mengajar santri ISQ, tak pernah dikeluhkan Ustazah Sufla. Ia tetap fokus pada ikhtiarnya agar santri dapat membaca Quran dengan lebih baik. Guru tahsin berusia 38 tahun itu juga harus berjuang dengan ramainya penumpang kendaraan umum sambil membawa kedua anaknya yang masih kecil.

 

2. Mengabdi Sejak Muda di ISQ

Ada juga Ustazah Ismi. Di usianya yang masih muda, Ismi mengabdikan diri dengan menjadi guru sekaligus pembimbing santri di ISQ. Sejak dini hari, Ismi sudah bergegas membangunkan santri  untuk salat malam. Dari siang hingga malam kembali datang, aktivitas Ismi diisi dengan membimbing santri menghafal Quran.

 

3. Tak Ada Kafalah Melimpah

Tidak ada rupiah melimpah yang menjadi imbalan atas jasa besar para guru ISQ. Meski begitu, mereka selalu menunjukkan totalitas dalam mengajar. Keikhlasan dan keberkahan rezeki menjadi pedoman mereka mengajar. Dengan begitu, kebutuhan mereka Insya Allah selalu tercukupi.

 

4. Mengajar dengan Fasilitas Terbatas

Santri ISQ dari jenjang kelas berbeda belajar di ruangan yang sama. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ini menjadi perjuangan yang dialami oleh semua guru. Fasilitas belajar dan mengajar yang terbatas di ISQ membuat para guru harus mencari akal agar santri tetap bisa belajar dengan maksimal. Contohnya mengenai ruang kelas.

ISQ hanya mempunyai satu ruangan kelas yang digunakan oleh hampir lima puluh santri dengan jenjang kelas berbeda. Para guru harus menyusun strategi agar fokus santri tetap terjaga.

 

Sahabat, empat hal di atas adalah sebagian kecil dari tantangan-tantangan yang harus dilewati oleh guru-guru ISQ. Meski terlihat tidak mudah, tapi mereka tetap bisa mencetak genarasi penghafal Quran unggul dan berakhlak mulia. (history/harapanamalmulia)

 

Mari dukung perjuangan guru-guru tahfiz santri yatim dan dhuafa di ISQ. Salurkan dukungan Anda dengan berdonasi melalui tautan kitabisa:

kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau Transfer Donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Wujudkan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa

Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa adalah ikhtiar Harapan Amal Mulia untuk membantu yatim dhuafa dapat meraih pendidikan yang layak.

 

KLIK UNTUK DONASI

Sahabat Amal, banyak anak-anak yatim dan dhuafa yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, bahkan kebutuhan sehari-hari mereka di rumah. Namun, anak-anak seperti Rizki dan Despita, senantiasa semangat di tengah keterbatasan hidup mereka!

beasiswa harapan yatim dhuafa - amal mulia

Rizki harus hidup terpisah dari sang ibu yang merantau bersama keluarga barunya. Sedangkan ayahnya tak pernah lagi mengirim kabar sejak lama.

Namun perhatian dan upaya sang nenek senantiasa menjadi motivasi bagi Rizki untuk semangat belajar dan aktivitas lainnya.

Rizki mendapat ranking belasan di kelas, dan aktif berkegiatan PMR di sekolah. Tak lupa, ia pun belajar Quran bersama kelompok mengaji dengan teman-teman seusianya selepas isya di rumah.

beasiswa harapan yatim dhuafa - amal mulia

Kalau ini namanya Despita, atau biasa dipanggil Ita (Kelas 4 SD). Ita menjadi anak yatim sejak usianya 4 tahun. Ibunda Ita, Neneng (51 tahun) yang menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai Ita dan kakaknya yang kini sudah SMP.

Kini penghasilan keluarga Ita lebih mengandalkan pekerjaan ibunya yang menjadi pekerja borongan, membuat kancing kerudung dari sebuah konveksi. Hal ini agar sang ibu bisa bekerja dari rumah, sehingga ia bisa tetap memberi perhatian pada kedua anaknya.

Menyadari ibunya berusaha keras, Ita pun belajar membantu memasak di rumah. Ita juga berusaha rajin belajar di sekolah dan mengaji, Ita ingin wujudkan harapan ibu untuk bisa sekolah hingga SMA atau kuliah. Berharap kelak, Ita bisa membantu lebih banyak dan membahagiakan ibunya tercinta

Rizki dan Ita adalah sebagian dari anak-anak yatim dan dhuafa yang bisa Sahabat bantu! Ayo dukung program Beasiswa Harapan, agar kita bisa meringankan kebutuhan sekolah dan sehari-hari anak-anak yatim/dhuafa dan keluarganya…

Wujudkan dukungan terbaik Anda untuk Beasiswa Harapan Yatim dan Dhuafa, dengan cara:

1. Klik di sini utuk Donasi  
2. Isi form donasi
3. Dapatkan informasinya melalui Whats App/sms
4. Informasi terbaru dapat di instagram kami @harapanamalmulia

Atau saluran Donasi Anda melalui rekening:
Bank Syariah Mandiri 2017 004 018
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Semoga menjadi amal mulia kita di akhirat kelak. Aamiin.

Apa pun Profesinya Tak Halangi untuk Peduli terhadap Sesama

Setiap dua hari sekali, Bu Niki rutin memberikan dua galon air minum dagangannya kepada santri tahfiz di Asahan. Ia ingin memberi lebih banyak, tapi masih itu yang sanggup diberikan untuk mendukung anak-anak yatim dan dhuafa menghafal Quran.

 

Harapanamalmulia.orgHarapan Amal Mulia, yayasan yatim piatu Jakarta Timur telah melalui perjalanan panjang untuk menebar kebaikan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, banyak ditemui sosok hebat yang kisah hidupnya menginspirasi dan dapat menyegarkan semangat kami untuk tetap meneruskan misi kemanusiaan.

Salah satu sosok inspiratif kali ini datang dari Bu Niki, penjual air isi ulang yang rutin berdonasi untuk santri penghafal Quran di Asahan. Sejak bulan Februari 2019, ibu berusia 47 tahun itu rutin memberikan air dagangannya secara cuma-cuma kepada santri tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) yang berlokasi di Jalan Bunut Barat, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Tim Harapan Amal Mulia berkunjung ke kediaman Bu Niki yang terletak di Jalan Bunut Barat, Lk. 2, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sejak Maret 2019, setiap dua hari sekali, dua galon air didistribusikan untuk selanjutnya dimanfaatkan oleh santri yang merupakan anak yatim dan dhuafa tersebut. Saat ditemui tim Harapan Amal Mulia, Bu Niki mengungkapkan alasannya melakukan perbuatan mulia tersebut.

“Kita maunya banyak membantu tapi kan belum ada, yang ada hanya air, jadi air yang kita kasih,” kata Niki.

Baca juga: Belajar Keikhlasan dari Guru Tahfizh di Asahan

 

Tak ada alasan lain, Bu Niki hanya ingin membantu anak-anak yatim dhuafa menjadi penghafal Quran. Saat ini, air isi ulang daganganya-lah yang paling memungkinkan untuk menjadi jalan Bu Niki membantu mereka.

Selain itu, ibu yang tinggal tak jauh dari asrama ISQ itu sempat mengungkapkan keinginan terpendamnya untuk memiliki seorang anak penghafal Quran.

Bu Niki rutin memberikan air minum kepada santri tahfiz ISQ yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Awak mau memasukkan anak-anak awak pun memang nggak hati (belum ingin masuk) ke situ, macem mana (harus bagaimana),” tutur Bu Niki.

Ibu yang murah senyum itu pun sempat menginginkan keinginan terpendamnya untuk dapat belajar Quran. “Jangankan anak-anak lah, ibu sendiri pun pingin ngaji,”  tutupnya.

Memberikan air menjadi bentuk ikhtiar lain yang dilakukan Bu Niki untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Meski tidak secara langsung belajar dan menghafal Quran, tapi Insya Allah pahala serupa mengalir untuk beliau yang memudahkan urusan para santri.

 

Sepenggal Hikmah dari Kisah Bu Niki

Keterbatasan harta ternyata bukan menjadi penghalang untuk membantu sesama. Bu Niki memang belum mampu membantu santri ISQ dengan harta, tapi ia tetap bisa berbagi dengan dagangan yang dimiliki.

Baca juga: Gapai Kecerdasan dengan Menghafal Alquran

Begitu pula kita, masih banyak peluang sedekah yang bisa ditempuh meski bukan dalam bentuk rupiah. Apa pun bentuk kebaikan yang diberikan, akan memudahkan jalan saudara kita yang tengah membutuhkan bantuan.

 

Sedekah Yatim Dhuafa Mudahkan Santri Penghafal Quran

Penyerahan donasi yatim dhuafa untuk santri ISQ dalam bentuk meja belajar. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Istana Sufara Quran (ISQ) adalah rumah tahfiz binaan Harapan Amal Mulia yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di sekitar Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam hal ini, keberlangsungan pembinaan tahfiz di ISQ tidak bisa lepas dari peran besar donatur yang mencukupi seluruh kebutuhan santri. Maka dari itu, Harapan Amal Mulia selalu membuka peluang kebaikan bagi donatur yang hendak berkontribusi memudahkan urusan santri ISQ dalam bentuk apa pun.

(history/harapanamalmulia)

 

Bantu mudahkan yatim dan dhuafa di Asahan untuk menghafal Quran. Salurkan donasi terbaik melalui tautan: https://kitabisa.com/pedulihafizquran

 

atau melalui rekening donasi:

Atau juga bisa melalui rekening donasi

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

 

Bantuan juga dapat dikirmkan langsung ke asrama rumah tahfiz Istana Sufara Quran:

Jalan Bunut Barat, Lk. 1, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Salurkan 300 Tas Sekolah Ke Gaza, Amal Mulia Bantu Perjuangan Anak Palestina Meraih Asa

Gaza–Berbagai rintangan sering anak-anak Palestina temui dalam perjalannya menuju sekolah. Meski begitu, tak pernah sekali pun mereka berbalik arah dan menyerah dari hadangan pasukan Zionis. Hal tersebut akhirnya menginspirasi Amal Mulia agar mendukung perjuangan mereka menuntut ilmu di negeri para Nabi.

Amal Mulia membersamai perjuangan mereka dengan menyalurkan bantuan tas dan perlengkapan sekolah lainnya. Alhamdulillah, tak kurang dari 300 tas telah kami salurkan kepada anak-anak di Gaza pada 15 September 2018.

Penyaluran Donasi Pendidikan

Penyaluran Donasi Peralatan Belajar untuk Pelajar Gaza, 15 September 2018

Senyum ceria tak ayal terukir manis di wajah mereka yang lugu. Matanya  yang indah kian berbinar melihat kami membawa bertumpuk-tumpuk tas baru.Diharapkan ‘hadiah’ tersebut bisa menjadi suntikan semangat bagi anak-anak Palestina untuk terus menggantungkan asanya.

Bagi kebanyakan anak, sebuah tas dan perlengkapan sekolah mungkin bukan lagi sesuatu yang istimewa. Tapi untuk anak-anak Gaza, yang hari-harinya penuh dengan deraan dan kesulitan, perlengkapan sekolah baru merupakan suatu yang selalu mereka harapkan.

Kini, ratusan anak Palestina kembali bersemangat meraih mimpi-mipinya. Terimakasih untuk para donatur mulia di seluruh Indonesia. Kedermawananmu membuka asa anak-anak Palestina untuk membuka cakrawala dunia.

Dengan adanya mitra kami di Palestina, pendistribusian bantuan menjadi lebih mudah karena tak perlu melewati ketatnya perizinan rumit untuk memasuki wilayah Gaza.

Penyaluran Donasi Amal Mulia di Gaza

Penyaluran Donasi Peralatan Belajar untuk Pelajar Gaza, 15 September 2018

Penyaluran Donasi Pendidikan Amal Mulia di Gaza

Penyaluran Donasi Peralatan Belajar untuk Pelajar Gaza, 15 September 2018

Sepanjang tahun 2018, Amal Mulia telah menyediakan berbagai jenis bantuan untuk warga Palestina.  Bantuan tersebut berupa  bantuan alat medis, tunjangan untuk keluarga syuhada, beasiswa penidikan, bingkisan lebaran dan daging kurban, serta lain sebagainya.

Insya Allah, Amal Mulia selalu berupaya menyalurkan amanah kedermawanan bangsa Indonesia kepada saudara-saudaranya di Palestina dengan sebaik-baiknya.

Semoga Allah membalas dengan berkali-kali kebaikan di dunia maupun di akhirat. (history/amalmulia)

Rekening Donasi :
2017 00 4018 (a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia)
Konfirmasi Donasi: Call/SMS/WA: (022) 878 336 31 – 081 1234 1400