Tag: santri tahfiz

Tag: santri tahfiz

Alhamdulillah Masa Sewa Berhasil Diperpanjang

Sahabat Amal, kali ini kami ingin sampaikan kabar baik dari Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran di Kab. Asahan, Sumatera Utara.

Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa masa sewa rumah tahfiz itu hampir habis, kini, alhamdulillah rumah kesayangan para penghafal Al-Quran itu telah berhasil dilunasi.

Hal ini terjadi atas izin Allah, melalui doa dan bantuan Sahabat Amal beserta para donatur yang memberikan dana khusus, sehingga masa sewa Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran berhasil diperpanjang kembali.

Alhamdulillah. Terima kasih ya, Sahabat. Hadirnya doa dan bantuan ini telah memantik kembali semangat adik-adik yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran, sehingga mereka semakin giat menambah dan memperkuat hafalan Al-Qurannya, sampai cita-cita untuk menjadi hafiz dan hafizah dapat terwujud menjadi nyata.

Semangat baru juga hadir di tengah-tengah para pengurus  dan guru Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran, yang akan terus bertekad membimbing serta membantu para santri mewujudkan mimpinya menjadi penghafal Al-Quran.

Saat ini, Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran tengah membina 43 santri penghafal Al-Quran yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa.

Tak ada biaya operasional yang dibebankan kepada santri. Kebutuhan operasional Rumah Tahfiz dan seluruh kebutuhan santri terpenuhi jika semakin banyak Sahabat dan donatur yang berkenan membantu.

Dalam masa yang sama, banyak masyarakat di sekitar rumah tahfiz yang datang untuk mendaftarkan saudara atau kerabatnya agar bisa mendapatkan pembinaan di Al-Quran di Rumah Tahfiz Istana Sufara Al-Quran. Maka tak heran jika setiap bulannya semakin banyak santri yang mendaftar.

Tingginya minat masyarakat sekitar menuntut Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran untuk terus mengembangkan fasilitas serta menambah dana operasional yang lebih besar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan saat ini, di antaranya:

  • Pembuatan tempat wudhu
  • Seragam santri
  • Pemenuhan kebutuhan makan harian santriwati
  • Pembuatan ruang kelas baru

Dalam memenuhi keperluan tersebut, Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran masih membutuhkan dukungan dari orang-orang baik seperti kamu.

Yuk, Sahabat, kita bantu penuhi kebutuhan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran di Asahan, sehingga proses belajar-mengajar mereka bisa lebih optimal lagi. Dan tentunya, bantuan dari Sahabat dapat melahirkan semakin banyak anak-anak hebat penghafal Al-Quran.

Sahabat bisa bantu Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran dengan cara:

link >>> https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

Atau juga bisa melalui rekening donasi
Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029
a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:
Call/WA/SMS: 081 1234 1400

 

Semoga Allah senantiasa memudahkan urusan kita. Aamiin.

10 Keuntungan Ini Akan Membuatmu Tertarik Menjadi Seorang Santri

Tinggal bertahun-tahun di asrama mengajarkan santri banyak hal tentang arti kehidupan. Pribadi mereka juga terbentuk dengan berbagai perjuangan yang mereka lewati selama di asrama.

 

Harapanamalmulia.org – Sebagain orang mungkin akan beranggapan bahwa menjadi santri sangatlah membosankan atau bahkan menakutkan. Tidak leluasa bermain, aktivitas selalu diawasi, bahkan makanan pun dibatasi.

Namun sebenarnya, menjadi santri tidak semenakutkan itu lho. Perjuangan melewati berbagai tempaan selama di asrama, membentuk banyak kepribadian positif bagi santri. Apa sajakah itu?

1. Jauh dari Orang Tua Melatih Lebih Mandiri

Salah satu ciri khas seorang santri adalah berkepribadian mandiri. Karakter tersebut terbentuk karena mereka sudah terlatih jauh dari orang tua sejak dini.

2. Berbagi Makanan Melatih Empati dan Kebersamaan

Biasanya, mereka akan berbaris dengan di depan makanan yang dihidangkan oleh petugas asrama. Mereka tidak bisa egois mengambil makanan karena bisa jadi temannya tidak bisa makan. Disinilah empati dan naluri kebersamaan santri diasah.

3. Antre Wudu dan Mandi Ajarkan Kesabaran

Santri akan berlomba-lomba bangun pagi dan bergegas untuk mengantre mandi. Ada juga mereka yang menyimpan alat mandinya di depan pintu sebagai tanda antrian. Hal tersebut bukan semata-mata dilakukan karena kamar mandi yang terbatas, tapi juga mengajarkan santri untuk bisa lebih sabar dan tertib.

Ilustrasi antre mandi di asrama. (Sumber: Tebuireng Online)

 

4.Melawan Malas dengan Rutin Melakukan Qiyamul Lail

Saat orang lain sedang nyaman-nyamannya tidur, santri akan terjaga agar tidak telat melaksanakan qiyamul lail. Kantuk yang menyerang dan dinginnya air wudu mereka lawan demi lebih dekat dengan Sang Pencipta. Selain itu, mereka juga selalu melaksanakan salat wajib secara berjemaah.

 

Baca juga: Tempat Menentukan Cepatnya Hafal Quran, Ini Penjelasannya!

5. Sering Talaran, Hafalan Diingat Hingga Tua

Bagi yang pernah atau sedang menjadi santri, pasti sudah tidak asing dengan istilah talaran (setor hafalan). Mereka akan ditugaskan untuk menghafal ayat Quran, Hadis, kitab, kosa kata bahasa Arab, dan lain sebagainya. Karena sering diulang dan dihafalkan sejak usia muda, hasil talaran biasanya kuat dan diingat hingga tua.

6. Terlatih Hidup Sederhana dengan Makan Seadanya

(Foto: Santri Online)

Seorang santri biasanya mampu hidup dengan kondisi yang terbatas, salah satunya perihal makanan. Mereka biasa makan dengan menu seadanya. Itulah mengapa, kesederhanaan menjadi sebuah gaya hidup bagi santri.

7. Aktivitas Padat, Hari Jadi Lebih Produktif

Tinggal di asrama yang padat dengan kegiatan membuat hari-hari santri lebih produktif. Tak banyak waktu untuk bermain, keseharian mereka dihabiskan untuk menuntut ilmu dan berbagai kegiatan positif.

8. Terbentuk Pribadi yang Religius

Melimpahnya ilmu agama yang diajarkan menjadikan santri menjadi pribadi yang religius. Peraturan bahkan metode pembelajaran di asrama juga diatur sedemikian rupa agar santri selalu dekat dengan Rabnya.

9. Berbagi Kamar Jadikan Santri Punya Banyak Teman

Salah satu tantangan yang dihadapi santri selama di asrama adalah berbagi kamar tidur dengan santri lain.  Satu kamar bias diisi oleh beberapa orang, tergantung seberapa luas ruangan.  Keadaan demikian membuat santri mempunyai banyak teman dan mempunyai rasa toleransi yang tinggi.

10. Kebutuhan Terpenuhi dengan Berwirausaha

Santri tahfiz di Asahan merintis usaha dengan menjual cairan pencuci piring. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ada juga kegiatan wirausaha. Mungkin tidak semua santri pernah mengalami hal ini. Tapi wirausaha memberikan banyak keuntungan bagi santri. Wirausaha bertujuan agar santri lebih mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada uang bulanan dari orang tua untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

 

Baca juga: Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

Itulah sejumlah perjuangan santri yang ternyata mempunyai banyak manfaat. Salah satu yang mengalami perjuangan-perjuangan tersebut adalah santri di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan.  Bedanya, perjuangan santri ISQ lebih berat karena latar belakang mereka yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa.

Merintis usaha dengan menjual sabun pencuci piring  menjadi kegiatan yang paling rajin dilakukan santri ISQ. Hal tersebut dilakukan agar kebutuhan mereka selama di asrama dapat terpenuhi dan bisa terus menghafal Quran. (history/harapanamalmulia)

Sahabat, yuk bantu hidupkan usaha santri ISQ dengan memakai produk “Sabun Istana”. Dengan mendukung produk tersebut, sahabat juga sudah bersedekah untuk anak-anak yatim dan dhuafa penghafal Quran.  Pembelian bisa dilakukan dengan menghubungi narahubung ISQ di 0853 4788 0583.

 

Atau Sahabat juga bisa memberikan donasi langsung untuk mereka melalui pilihan cara berikut ini:

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Bagi Santri Tahfiz Asahan, Puasa Senin Kamis adalah Kewajiban

Puasa di hari Senin dan Kamis merupakan amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah Saw. Di Asahan, santri yatim dan dhuafa rutin menjalankan puasa sunah satu ini di tengah ikhtiarnya menghafalkan Quran.

 

Harapanamalmulia.org – Puasa Senin dan Kamis mempunyai banyak keutamaan.  Dalam sebuah Hadis bahkan disebutkan, puasa ini menjadi puasa sunah yang paling digemari  Rasulullah Saw.

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Keutamaan dan Tuntunan Puasa Senin Kamis

  Ilustrasi puasa. (Sumber: Republika)

 

Muslim yang rutin berpuasa, termasuk puasa Senin Kamis merupakan orang-orang yang beruntung. Allah telah menyiapkan pintu surga khusus untu mereka. Sebagaimana disebutkan dalam Hadis:

إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. dikatakan: Manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi. (HR Bukhori dan Muslim).

Mengenai teknis pelaksanaannya, puasa Senin Kamis atau puasa sunah lainnya tidak jauh beda dengan puasa wajib di bulan Ramadan. Kita diharuskan menahan diri dari makan, minum dan hal lain yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Baca juga: Amalan Kecil Penambah Timbangan Untuk Masuk Surga

 

Perbedaan yang paling jelas dapat dilihat dari waktu berniat. Puasa wajib dapat diniatkan sejak terbenam matahari sampai terbitnya fajar. Sedangkan puasa sunah lebih lama lagi, yaitu mulai dari terbenam matahari sampai dengan tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dan lain sebagainya).

Keistimewaan pahala dan kemudahan dalam berniat tersebut menjadi salah satu motivasi santri yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan, Sumatera Utara untuk rutin mengamalkan puasa Senin dan Kamis.

 

Puasa Senin Kamis Calon Hafiz Asahan

Kegiatan buka puasa bersama santri dan pengajar ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain menjalankan sunah Nabi, puasa Senin Kamis menjadi salah satu ikhtiar santri-santri yatim dan dhuafa di ISQ untuk memudahkan proses menghafal Quran. Maka dari itu, puasa Senin Kamis menjadi program yang wajib dilaksanakan para santri dan pengajar.

Ismi Asrida, salah seorang pembimbing tahfiz ISQ menyebutkan, mengamalkan puasa senin dan kamis secara rutin dapat berpengaruh pada kelancaran menghafal Quran. “Efeknya ke hafalan Quran. Karena semakin dekat dengan Allah, kita jadi dimudahkan,” ujar Ismi.

“Terlebih, kita jadi bisa mempunyai waktu lebih banyak  untuk berinteraksi dengan Alquran,” tambahnya.

Santri ISQ berbuka puasa dengan sate yang diberikan donatur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ikhtiar untuk berpuasa ini didukung oleh masyarakat sekitar asrama dan para wali santri. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah dengan memberikan hidangan buka puasa kepada santri.

Maasya Allah, santri ISQ tidak menyiakan hari yang berkah. Pahala puasa hari Senin dan Kamis yang rutin mereka amalkan, kembali disempurnakan dengan menghafal Quran.

Kita  juga bisa menyempurnakan pahala puasa Senin dan Kamis seperti para santri ISQ, dengan bersedekah mencukupi kebutuhan mereka.

 

Sedekah Yatim Dhuafa Sempurnakan Puasa Kita

Kegiatan belajar Quran santri yatim dan dhuafa ISQ dilakukan dengan fasilitas seadanya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Saat ini, Harapan Amal Mulia membina puluhan anak yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz ISQ. Kehidupan mereka di asrama begitu sederhana. Tempat tinggal sederhana, fasilitas belajar, hingga makanan sehari-hari pun hanya mengandalkan bahan seadanya.

Baca juga: Dahsyatnya Keutamaan Sedekah untuk Para Penghafal Alquran

 

Meski begitu, cita-cita mereka tentu tak sederhana. Anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ ingin menjadi seorang penghafal Quran yang menyematkan mahkota kemuliaan untuk orang tua mereka di surga.

Cita-cita mulia tersebut harus kita dukung. Yuk sempurnakan pahala puasa Senin Kamis kita dengan mencukupi kebutuhan yatim dan dhuafa di ISQ.

 

Salurkan sedekah yatim dhuafa untuk santri ISQ melalui link berikut: Kitabisa Peduli Hafiz Quran (https://kitabisa.com/pedulihafizquran)

 

Atau melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

(history/harapanamalmulia)

Sumber: Bimbingan Islam

Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

Layak dijadikan panutan. Santri tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) di Asahan yang merupakan anak yatim dan dhuafa merintis usaha sabun pencuci piring untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Harapanamalmulia.org Bermodal bahan pembuat sabun sederhana dan botol air mineral, sejumlah santri Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) di Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara berkeliling menjajakan cairan pencuci piring buatan mereka kepada masyarakat sekitar asrama.

Alat dan bahan yang seadanya itu ternyata mampu menghasilkan lembaran-lembaran rupiah. Tak kurang dari tujuh puluh empat sabun terjual dengan harga  lima ribu rupiah per botol.

Sabun pencuci piring karya santri tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Santri-santri tersebut bukan penghafal Quran biasa, melainkan anak-anak penerima manfaat sedekah yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal  Mulia.

Sejak bulan Oktober 2018, anak-anak tersebut mendapatakan pembinaan tahfiz di ISQ. Meski begitu, bimbingan yang mereka dapatkan bukan hanya tentang menghafal Quran, tapi juga kemampuan softskill seperti wirausaha.

 

Mandiri dengan Niaga Santri

Santri ISQ memasarkan produk pencuci piring buatan mereka sendiri kepada masyarakat sekitar asrama (06/09). (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Trisna Ayu, Manager Harapan Amal Mulia yang turut memantau pembinaan santri di ISQ menyebutkan, kegiatan wirausaha dengan tajuk Niaga Santri merupakan salah satu ikhtiar agar anak-anak yatim dan dhuafa ISQ mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri secara ekonomi.

“Kami berharap program Niaga Santri ini dapat membuat santri lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya selama di asrama,” kata Ayu.

Baca juga: Dulunya Yatim, Kini Mereka jadi Tokoh Hebat di Dunia

 

Kedepannya, Trisna berharap agar program ini dapat terus berkembang. “ Insya Allah produk yang dibuat santri ISQ ini akan terus dikembangkan, terutama dalam merek dan kemasannya. Semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat lebih luas,”

Alhamdulillah, semakin banyak keahlian yang dibekalkan kepada santri yatim dan dhuafa di ISQ untuk kehidupan mereka yang lebih baik.

 

Semangat Wirausaha dengan Dukungan Sedekah Yatim Dhuafa

Pembinaan santri ISQ didukung oleh sedekah yatim dhuafa yang dimanahkan donatur kepada Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Berbagai kegiatan positif yang dijalankan santri ISQ merupakan wujud dari dukungan sahabat yang telah mengamanahkan donasi yatim dhuafa kepada Harapan Amal Mulia.

Selama menjalani pembinaan, santri ISQ yang jumlahnya mencapai 50 anak itu tidak dibebankan dengan biaya operasional. Mereka diajak untuk untuk fokus menyerap ilmu tentang menghafal Quran dan berbagai pelatihan.

Terima kasih atas dukungan sahabat donatur. Semoga Allah melimpahkan pahala jariyah yang tak pernah terputus untuk ladang ilmu yang telah diberikan kepada santri tahfiz di ISQ. Aamiin (history/harapanamalmulia)

 

Sahabat juga bisa ikut menanam pahala jariyah dengan memenuhi kebutuhan belajar anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ dengan memberikan donasi terbaik melalui tautan kitabisa:

https://kitabisa.com/pedulihafizquran

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400