Tag: santri

Tag: santri

7 Tips Antisipasi Corona Ala Santri Penghafal Al-Quran

|”Virus Corona sejatinya tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya. Oleh karena itu, mari terus maksimalkan langkah-langkah pencegahan dengan tips yang dibagikan para santri penghafal Al-Quran ”

 

Harapanamalmulia.orgVirus Corona atau dikenal juga dengan sebutan Covid-19 menjadi pandemi yang telah menyerang berbagai negara, termasuk salah satunya Indonesia. Pemerintah Indonesia pun kemudian menyerukan instruksi agar membatasi aktivitas di luar rumah, mengurangi interaksi dengan manusia lainnya, dan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Lantas langkah preventif apa yang dapat kita semua lakukan sebagai tindakan pencegahan? Para santri penghafal Al-Quran di Ma’had Tahfiz & Ilmu Quran, Bandung membagikan tipsnya.

Berikut Harapan Amal Mulia, lembaga penghimpun donasi yatim dhuafa sajikan informasi “7 Tips Antisipasi Corona Ala Santri Penghafal Al-Quran” untuk sahabat semua.

 

1.Semakin Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt.

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. At-Taghabun: 11)

Keniscayaan terhadap setiap peristiwa yang terjadi di bumi ini tidak akan terlepas dari izin Allah Swt. Termasuk adanya pandemi virus Corona ini juga terjadi tentu atas izin Allah Swt. Maka menyikapi hal tersebut, sudah selayaknya kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt yang maha memegang kekuasaan atas seluruh alam semesta.

Menambah kedekatan kepada Allah Swt. dapat dilakukan dengan menambah intensitas porsi ibadah, memperbanyak tilawah, mengencangkan doa dan melengkapinya dengan sedekah sebagai penolak bala atas musibah.

(Keterangan: Para santri Bunyanun Marshush sedang melakukan agenda ibadah rutin/foto:Harapan Amal Mulia)

Langkah pencegahan telah diterapkan oleh para santri Ma’had Tahfiz & Ilmu Quran Bunyanun Marshush, di mana para santri menyikapi situasi ini dengan menerapkan 7 tips antisipasi untuk mencegah virus Corona. Semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. menjadi poin pertama yang diterapkan para santri.

 

2. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Islam sangat memperhatikan perihal kebersihan diri serta lingkungan tempat berada, hal ini tidak hanya semata agar setiap muslim terhindar dari najis dan kotoran saat akan beribadah, akan tetapi hal ini berkaitan erat dengan meningkatkan kesehatan diri sehingga membentuk tubuh yang prima. Rasulullah Saw. telah menerangkan perihal menjaga kebersihan ini sebagaimana dalam hadis shohih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu “Kesucian atau bersuci merupakan setengah/sebagian dari iman” (HR. Muslim No. 325)

Apabila dilihat dari hadis tersebut, maka menjaga kebersihan atau bersuci memiliki posisi yang begitu penting dan memberikan pengaruh yang besar dalam menjalankan aktivitas ibadah dalam keseharian kita. Termasuk menjaga kebersihan lingkungan tempat berada menjadi sebuah hal yang harus turut juga diperhatikan agar dapar menunjang ibadah lebih sempurna dan tentu berkontribusi dalam kesehatan badan.

 

3. Mengurangi Aktivitas di Keramaian

Pemerintah telah mengeluarkan anjuran untuk mengurangi aktivitas yang berkaitan langsung dengan banyak orang, menghindari pertemuan massal di pusat-pusat keramaian, serta menjaga jarak dalam berinteraksi dengan orang lain. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Corona.

Menjaga jarak dengan orang lain sebagai bentuk antisipasi sebenarnya telah diterapkan oleh Rasulullah Saw. berabad-abad yang lalu. Saat mengalami sebuah wabah penyakit maka Rasulullah Saw. memperingatkan umatnya untuk tidak mendekati wilayah yang terkena wabah, seperti diriwayatkan dalam hadis “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu” (HR. Bukhori)


4. Memaksimalkan Waktu Dengan Aktivitas Produktif

(Keterangan: Para santri Bunyanun Marshush tengah menjalankan ibadah Salat/Foto: Harapan Amal Mulia)

Dengan adanya pembatasan aktivitas di luar rumah, hal ini menjadikan setiap orang memiliki porsi waktu lebih banyak untuk melakukan aktivitas-aktivitasnya di dalam rumah. Waktu yang dimiliki ini harus diisi dengan beragam aktivitas yang produktif, efektif dan efisien.

Para santri di Ma’had Tahfiz dan Ilmu Quran Bunyanun Marshush mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan memperbanyak melantunkan sholawat dan tilawah Al-Quran, mengerjakan shalat sunah dan menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga ringan di sekitar Ma’had.

 

5. Menyempurnakan Wudhu

Tidak ada perintah yang Allah Swt. turunkan melainkan selalu terkandung hikmah dan pelajaran yang besar bagi para hamba-Nya, seperti perintah untuk bersuci terlebih dahulu atau berwudhu sebelum melaksanakan salat.

Sebuah perintah ibadah yang telah dilaksanakan sejak berabad-abad lamanya ini ternyata memiliki pelajaran yang begitu besar. Sebelum pemerintah juga organisasi kesehatan PBB (WHO) menganjurkan untuk sering mencuci tangan setiap hari, umat muslim sudah melaksanakannya setiap hari dalam berwudhu.

Oleh karena itu, salah satu bentuk antisipasi penyebaran virus Corona adalah dengan umat muslim semakin menjaga kesempurnaan tahapan dari wudhu itu sendiri. Perintah untuk berwudhu terdapat dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 6, yang artinya adalah

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur .” (Qs. Al-Maidah: 6)

 

6. Memperbanyak Istighfar dan  Bermuhasabah

Di tengah keadaan ini hendaknya dapat kita jadikan sebagai sarana untuk bermuhasabah atas kesalahan yang pernah dilakukan serta beristighfar dengan sebaik-baiknya atas dosa-dosa yang pernah dilakukan pada masa lalu. Barangkali Allah menghendaki kejadian ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk mengambil pelajaran dan semakin mawas diri terhadap lingkungan, kebersihan serta kesehatan pribadi.

Menyikapi situasi yang sedang terjadi ini, santri-santri Bunyanun Marshush juga tidak melewatkan untuk terus beristighfar dalam agenda kesehariannya. Tidak kurang dari 1000 kali istighfar yang dilantunkan oleh para santri setiap hari.

 

7. Bergiat Untuk Menjalankan Shaum Sunah

Tips terakhir adalah dengan menjalankan shaum sunah yang harus kembali digiatkan. Hal ini tentu berkaitan erat dengan menjaga pola makan dan membatasi asupan makanan yang kurang bernilai gizi masuk ke dalam tubuh.

(Keterangan: Potret kebersamaan para santri Bunyanun Marshush saat makan bersama /foto: Harapan Amal Mulia)

Dengan kembali menjalankan sunah-sunah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. maka selain mendapatkan kucuran pahala, tentu akan berdampak positif bagi tubuh dan meningkatkan kesehatan kita semua.

Sahabat Amal, merespon situasi yang ada saat ini mari kita sikapi dengan tenang namun tetap menjaga waspada. Melaksanakan anjuran serta mengikuti langkah-langkah pencegahan dari pemerintah, tanpa lupa semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mari kita terus menjaga ikhtiar, melantunkan do’a dan bertawakal dalam sebenar-benarnya kepada Allah Swt.

(itari/harapanamalmulia)

Madrasah di Nagreg Terima Manfaat Program Kolaborasi Amal Mulia dengan BAZNAS

Program kolaborasi Harapan Amal Mulia dan BAZNAS dukung pembinaan sejumlah pesantren dan madrasah di Jawa Barat.

 

Harapanamalmulia.org –Selama dua puluh tahun berdiri, Madrasah Nurul Ikhwan tidak pernah membebankan biaya operasional kepada santri-santrinya. Semua keperluan belajar dan mengajar berasal dari kebaikan Sang Pendiri sekaligus pengajar, Ustaz Ade (52).

Madrasah Nurul Ikhwan di Kampung Cinarusa, Desa Mandalawangi, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung  ini menjadi tempat belajar Al-Quran dan kitab-kitab Islam bagi lebih dari lima puluh santri.  Meski kegiatan belajar dilakukan malam hari, tim Harapan Amal Mulia melihat santri-santri tetap semangat menunut ilmu .

Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Nurul Ikhwan, Nagreg. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ketulusan Ustaz Ade dan semangat santri Nurul Ikhwan membuat Harapan Amal Mulia untuk memuliakan mereka dengan program pembinaan.

 

Dukungan Mushaf Quran, Beasiswa Santri, Hingga Kafalah Pengajar

Santri Nurul Ikhwan menerima bantuan mushaf Al-Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pada Rabu, 5 Februari 2020 lalu,  Harapan Amal Mulia mengujungi Madrasah Nurul Ikhwan dalam agenda penyaluran bantuan program Rumah Tahfiz Nusantara. Melalui program hasil kolaborasi Harapan Amal Mulia dengan BAZNAS Jabar tersebut, guru dan santri Nurul Ikhwan mendapat dukungan secara berkelanjutan

Baca juga: Hafal Quran Lebih Mudah Bagi Santri ISQ Saat Kebutuhan Ini Terpenuhi

 

Dalam penyaluran tahap pertama kemarin, santri mendapat dukungan 55 mushaf Al-Quran yang akan dimaksimalkan untuk kegiatan belajar. Santri juga mendapat beasiwa berupa uang tunai agar mereka semakin semangat belajar di Nurul Ikhwan.

Mushaf Al-Quran baru membuat santri Nurul Ikhwan lebih bersemangat mengaji. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain itu, Ustaz Ade sebagai pengajar utama dan dua pengajar lainnya juga mendapat dukungan kafalah dalam program Rumah Tahfiz Nusantara ini.

Lutfi, salah seorang Tim Harapan Amal Mulia menyerahkan bantuan kepada Ustaz Ade dan santri Nurul Ikhwan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Alhamdulillah. Semoga bantuan yang bersumber dari kebaikan donatur tersebut dapat memudahkan kegiatan belajar dan mengajar di sana.

Sahabat, selain Madrasah Nurul Ikhwan, terdapat lima madrasah dan pesantren lain di Jawa barat yang menjadi penerima manfaat program Rumah Tahfiz Nusantara. Maka dari itu, mari terus dukung mereka dengan memberikan doa dan dukungan terbaik. (history/harapanamalmulia)

Donasi bisa disalurkan melalui pilihan rekening berikut:

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

BSM 717 313 414 7

 

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Hubungi kami ke nomor 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp) untuk konfirmasi donasi atau informasi lainnya ya, Sahabat!

 

 

Di Balik Santri Sukses, Ada Guru Hebat yang Selalu Menemani

Berbagai prestasi  telah ditorehkan santri-santri ISQ. Mereka tidak mencapainya sendiri, melainkan ada peran besar dari guru dan pembimbing yang senantiasa menemani.

Harapanamalmulia.org Meski berlatar belakang sebagai anak yatim dan dhuafa santri-santri Istana Sufara Quran (ISQ) tetap bisa menorehkan berbagai prestasi. Prestasinya beragam, mulai dari juara kelas, hafal Quran, hingga prestasi yang tak kasat mata seperti mandiri dan berakhlak mulia.

Pencapaian-pencapain tersebut tidak begitu saja terwujud, melainkan ada yang mengarahkan. Dalam hal ini, guru-guru ISQ menjadi salah satu pihak yang memiliki peran penting.

Guru-guru ISQ selalu menunjukkan totalitasnya dalam mendidik santri. Hal ini dapat dilihat dari perjuangan mereka yang berat selama  mengajar, di antaranya:

1. Menempuh Perjalan Jauh

Ustazah Sufla mengajar tahsin Quran kepada santri dan warga sekitar ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Perjalanan melelahkan dari Tanjung Balai menuju Kisaran, Kabupaten Asahan untuk mengajar santri ISQ, tak pernah dikeluhkan Ustazah Sufla. Ia tetap fokus pada ikhtiarnya agar santri dapat membaca Quran dengan lebih baik. Guru tahsin berusia 38 tahun itu juga harus berjuang dengan ramainya penumpang kendaraan umum sambil membawa kedua anaknya yang masih kecil.

 

2. Mengabdi Sejak Muda di ISQ

Ada juga Ustazah Ismi. Di usianya yang masih muda, Ismi mengabdikan diri dengan menjadi guru sekaligus pembimbing santri di ISQ. Sejak dini hari, Ismi sudah bergegas membangunkan santri  untuk salat malam. Dari siang hingga malam kembali datang, aktivitas Ismi diisi dengan membimbing santri menghafal Quran.

 

3. Tak Ada Kafalah Melimpah

Tidak ada rupiah melimpah yang menjadi imbalan atas jasa besar para guru ISQ. Meski begitu, mereka selalu menunjukkan totalitas dalam mengajar. Keikhlasan dan keberkahan rezeki menjadi pedoman mereka mengajar. Dengan begitu, kebutuhan mereka Insya Allah selalu tercukupi.

 

4. Mengajar dengan Fasilitas Terbatas

Santri ISQ dari jenjang kelas berbeda belajar di ruangan yang sama. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ini menjadi perjuangan yang dialami oleh semua guru. Fasilitas belajar dan mengajar yang terbatas di ISQ membuat para guru harus mencari akal agar santri tetap bisa belajar dengan maksimal. Contohnya mengenai ruang kelas.

ISQ hanya mempunyai satu ruangan kelas yang digunakan oleh hampir lima puluh santri dengan jenjang kelas berbeda. Para guru harus menyusun strategi agar fokus santri tetap terjaga.

 

Sahabat, empat hal di atas adalah sebagian kecil dari tantangan-tantangan yang harus dilewati oleh guru-guru ISQ. Meski terlihat tidak mudah, tapi mereka tetap bisa mencetak genarasi penghafal Quran unggul dan berakhlak mulia. (history/harapanamalmulia)

 

Mari dukung perjuangan guru-guru tahfiz santri yatim dan dhuafa di ISQ. Salurkan dukungan Anda dengan berdonasi melalui tautan kitabisa:

kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau Transfer Donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Alhamdulillah Masa Sewa Berhasil Diperpanjang

Sahabat Amal, kali ini kami ingin sampaikan kabar baik dari Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran di Kab. Asahan, Sumatera Utara.

Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa masa sewa rumah tahfiz itu hampir habis, kini, alhamdulillah rumah kesayangan para penghafal Al-Quran itu telah berhasil dilunasi.

Hal ini terjadi atas izin Allah, melalui doa dan bantuan Sahabat Amal beserta para donatur yang memberikan dana khusus, sehingga masa sewa Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran berhasil diperpanjang kembali.

Alhamdulillah. Terima kasih ya, Sahabat. Hadirnya doa dan bantuan ini telah memantik kembali semangat adik-adik yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran, sehingga mereka semakin giat menambah dan memperkuat hafalan Al-Qurannya, sampai cita-cita untuk menjadi hafiz dan hafizah dapat terwujud menjadi nyata.

Semangat baru juga hadir di tengah-tengah para pengurus  dan guru Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran, yang akan terus bertekad membimbing serta membantu para santri mewujudkan mimpinya menjadi penghafal Al-Quran.

Saat ini, Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran tengah membina 43 santri penghafal Al-Quran yang merupakan anak-anak yatim dan dhuafa.

Tak ada biaya operasional yang dibebankan kepada santri. Kebutuhan operasional Rumah Tahfiz dan seluruh kebutuhan santri terpenuhi jika semakin banyak Sahabat dan donatur yang berkenan membantu.

Dalam masa yang sama, banyak masyarakat di sekitar rumah tahfiz yang datang untuk mendaftarkan saudara atau kerabatnya agar bisa mendapatkan pembinaan di Al-Quran di Rumah Tahfiz Istana Sufara Al-Quran. Maka tak heran jika setiap bulannya semakin banyak santri yang mendaftar.

Tingginya minat masyarakat sekitar menuntut Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran untuk terus mengembangkan fasilitas serta menambah dana operasional yang lebih besar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan saat ini, di antaranya:

  • Pembuatan tempat wudhu
  • Seragam santri
  • Pemenuhan kebutuhan makan harian santriwati
  • Pembuatan ruang kelas baru

Dalam memenuhi keperluan tersebut, Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran masih membutuhkan dukungan dari orang-orang baik seperti kamu.

Yuk, Sahabat, kita bantu penuhi kebutuhan Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran di Asahan, sehingga proses belajar-mengajar mereka bisa lebih optimal lagi. Dan tentunya, bantuan dari Sahabat dapat melahirkan semakin banyak anak-anak hebat penghafal Al-Quran.

Sahabat bisa bantu Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran dengan cara:

link >>> https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

Atau juga bisa melalui rekening donasi
Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029
a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:
Call/WA/SMS: 081 1234 1400

 

Semoga Allah senantiasa memudahkan urusan kita. Aamiin.

Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

Layak dijadikan panutan. Santri tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) di Asahan yang merupakan anak yatim dan dhuafa merintis usaha sabun pencuci piring untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Harapanamalmulia.org Bermodal bahan pembuat sabun sederhana dan botol air mineral, sejumlah santri Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) di Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara berkeliling menjajakan cairan pencuci piring buatan mereka kepada masyarakat sekitar asrama.

Alat dan bahan yang seadanya itu ternyata mampu menghasilkan lembaran-lembaran rupiah. Tak kurang dari tujuh puluh empat sabun terjual dengan harga  lima ribu rupiah per botol.

Sabun pencuci piring karya santri tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Santri-santri tersebut bukan penghafal Quran biasa, melainkan anak-anak penerima manfaat sedekah yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal  Mulia.

Sejak bulan Oktober 2018, anak-anak tersebut mendapatakan pembinaan tahfiz di ISQ. Meski begitu, bimbingan yang mereka dapatkan bukan hanya tentang menghafal Quran, tapi juga kemampuan softskill seperti wirausaha.

 

Mandiri dengan Niaga Santri

Santri ISQ memasarkan produk pencuci piring buatan mereka sendiri kepada masyarakat sekitar asrama (06/09). (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Trisna Ayu, Manager Harapan Amal Mulia yang turut memantau pembinaan santri di ISQ menyebutkan, kegiatan wirausaha dengan tajuk Niaga Santri merupakan salah satu ikhtiar agar anak-anak yatim dan dhuafa ISQ mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri secara ekonomi.

“Kami berharap program Niaga Santri ini dapat membuat santri lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya selama di asrama,” kata Ayu.

Baca juga: Dulunya Yatim, Kini Mereka jadi Tokoh Hebat di Dunia

 

Kedepannya, Trisna berharap agar program ini dapat terus berkembang. “ Insya Allah produk yang dibuat santri ISQ ini akan terus dikembangkan, terutama dalam merek dan kemasannya. Semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat lebih luas,”

Alhamdulillah, semakin banyak keahlian yang dibekalkan kepada santri yatim dan dhuafa di ISQ untuk kehidupan mereka yang lebih baik.

 

Semangat Wirausaha dengan Dukungan Sedekah Yatim Dhuafa

Pembinaan santri ISQ didukung oleh sedekah yatim dhuafa yang dimanahkan donatur kepada Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Berbagai kegiatan positif yang dijalankan santri ISQ merupakan wujud dari dukungan sahabat yang telah mengamanahkan donasi yatim dhuafa kepada Harapan Amal Mulia.

Selama menjalani pembinaan, santri ISQ yang jumlahnya mencapai 50 anak itu tidak dibebankan dengan biaya operasional. Mereka diajak untuk untuk fokus menyerap ilmu tentang menghafal Quran dan berbagai pelatihan.

Terima kasih atas dukungan sahabat donatur. Semoga Allah melimpahkan pahala jariyah yang tak pernah terputus untuk ladang ilmu yang telah diberikan kepada santri tahfiz di ISQ. Aamiin (history/harapanamalmulia)

 

Sahabat juga bisa ikut menanam pahala jariyah dengan memenuhi kebutuhan belajar anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ dengan memberikan donasi terbaik melalui tautan kitabisa:

https://kitabisa.com/pedulihafizquran

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400