Tag: Sedekah

Tag: Sedekah

Hafal Quran Lebih Mudah Bagi Santri ISQ Saat Kebutuhan Ini Terpenuhi

Fasilitas belajar santri yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) Asahan masih jauh dari kata memadai. Banyak kebutuhan penunjang belajar santri yang menunggu untuk kita penuhi.

 

Harapanamalmulia.org –  Sesaat setelah azan asar berkumandang, suasana Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) menjadi lebih riuh dari sebelumnya. Sekitar lima puluh santri yatim dan dhuafa berkumpul di aula untuk belajar Quran dan ilmu agama.

Para santri berlari ke sana ke mari sambil sesekali bercanda dengan temannya yang sedang fokus menghafal Quran.  Maklum saja, ISQ hanya punya satu ruang aula yang digunakan untuk semua tingkatan kelas.

Meski begitu, mereka  tetap bersyukur masih mempunyai tempat belajar. Sebulan yang lalu, santri ISQ dihadapan dengan tantangan besar untuk melunasi biaya perpanjang sewa asrama. Alhamdulillah, tantangan tersebut dapat terlewati berkat adanya dukungan donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia.

Andin, salah satu santri ISQ sedang dibimbing untuk menghafal Quran. (Harapan Amal Mulia)

 

Kini, tantangan lain kembali menghampiri ISQ. Santri harus lebih mengasah kesabarannya menghafal Quran di ISQ dengan fasilitas belajar yang belum semuanya terpenuhi.

Hebatnya, mereka tak takut atau resah. Santri-santri ISQ yakin Allah akan menolong mereka dengan berbagai jalan, salah satunya oleh kebaikan donatur Harapan Amal Mulia.

Berikut adalah kebutuhan terkini santri ISQ yang Insya Allah akan berusaha dipenuhi dengan dukungan donatur.

 

1. Ruang Kelas Layak Bantu Santri Lebih Konsentrasi Hafalkan Quran

Keadaan ruang belajar santri ISQ dicampur antara satu kelas dengan kelas lainnya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Santri belajar dan menghafal Quran di kelas ramai yang digunakan oleh sekitar lima puluh orang. Mereka berusaha tetap kondusif menghafal Quran dengan kondisi demikian.

Dengan dukungan donatur, Harapan Amal Mulia berikhtiar menghadirkan ruang kelas yang lebih layak bagi santri.

 

2.Tempat Wudu Berkeran Mudahkan Santri Bersuci

Rancangan tempat wudu santri ISQ yang Insya Allah akan diwujudkan dengan dukungan donasi yatim dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Fasilitas lain yang saat ini dibutuhkan santri adalah tempat wudu berkeran. Sebelum salat, belajar, dan menghafal Quran,  santri diwajibkan untuk memperbaharui wudu. Selama ini, puluhan santri lumayan disulitkan karean harus berwudu di sebuah toilet kantor manajemen asrama.

 

Baca juga: Panutan Santri Tahfiz Mandiri Ada Di Sini

 

3. Seragam Wujud Apresiasi Semangat Santri

Tak ada seragam yang apik.  Dukungan donatur menjadi harapan santri untuk memiliki seragam yang lebih layak. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Dalam hal berpakaian, belum ada ketentuan seragam yang harus digunakan santri. Keterbatasan ekonomi wali santri membuat ISQ harus berfikir dua kali jika ingin menerapkan aturan berpakaian. Kendati demikian, anak-anak tetap semangat belajar dan menghafal dengan pakaian seadanya.

 

4. Makanan Bergizi Berikan Energi Menghafal Quran

Santri ISQ hidup sangat sederhana. Tempat tinggal, fasilitas belajar, hingga makanan sehari-hari pun hanya mengandalkan bahan seadanya. Tempe dan tahu sudah menjadi makanan mewah bagi mereka. Apalagi daging yang belum tentu setiap bulan bisa didapatkan.

Dengan sepuluh ribu rupiah, sahabat sudah bisa memberika santunan anak yatim berupa makanan bergizi untuk santri ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sahabat, begitu banyak tantangan santri-santri yatim dan dhuafa di ISQ dalam menghafalkan Quran. Hal tersebut menjadi ujian bagi mereka, juga bagi kita yang dikaruniai berbagai kenikmatan.

Allah Swt berfirman:

Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba: 39)

Yuk bantu penuhi kebutuhan santri ISQ. Sebagaimana ayat di atas, Insya Allah, Ia akan membalas kebaikan sahabat dengan rezeki yang lebih baik. (history/harapanamalmulia)

 

Salurkan kontribusi terbaik untuk santri ISQ, sebesar rasa syukur sahabat hari ini melalui tautan kitabisa >>> kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Atau transfer donasi Anda melalui rekening:

BSM 2017 004 018

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Mohon konfirmasi setelah transfer melalui SMS/Whatsapp: 081 1234 1400

Bagi Santri Tahfiz Asahan, Puasa Senin Kamis adalah Kewajiban

Puasa di hari Senin dan Kamis merupakan amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah Saw. Di Asahan, santri yatim dan dhuafa rutin menjalankan puasa sunah satu ini di tengah ikhtiarnya menghafalkan Quran.

 

Harapanamalmulia.org – Puasa Senin dan Kamis mempunyai banyak keutamaan.  Dalam sebuah Hadis bahkan disebutkan, puasa ini menjadi puasa sunah yang paling digemari  Rasulullah Saw.

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Keutamaan dan Tuntunan Puasa Senin Kamis

  Ilustrasi puasa. (Sumber: Republika)

 

Muslim yang rutin berpuasa, termasuk puasa Senin Kamis merupakan orang-orang yang beruntung. Allah telah menyiapkan pintu surga khusus untu mereka. Sebagaimana disebutkan dalam Hadis:

إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. dikatakan: Manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi. (HR Bukhori dan Muslim).

Mengenai teknis pelaksanaannya, puasa Senin Kamis atau puasa sunah lainnya tidak jauh beda dengan puasa wajib di bulan Ramadan. Kita diharuskan menahan diri dari makan, minum dan hal lain yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Baca juga: Amalan Kecil Penambah Timbangan Untuk Masuk Surga

 

Perbedaan yang paling jelas dapat dilihat dari waktu berniat. Puasa wajib dapat diniatkan sejak terbenam matahari sampai terbitnya fajar. Sedangkan puasa sunah lebih lama lagi, yaitu mulai dari terbenam matahari sampai dengan tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dan lain sebagainya).

Keistimewaan pahala dan kemudahan dalam berniat tersebut menjadi salah satu motivasi santri yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ), Kabupaten Asahan, Sumatera Utara untuk rutin mengamalkan puasa Senin dan Kamis.

 

Puasa Senin Kamis Calon Hafiz Asahan

Kegiatan buka puasa bersama santri dan pengajar ISQ. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain menjalankan sunah Nabi, puasa Senin Kamis menjadi salah satu ikhtiar santri-santri yatim dan dhuafa di ISQ untuk memudahkan proses menghafal Quran. Maka dari itu, puasa Senin Kamis menjadi program yang wajib dilaksanakan para santri dan pengajar.

Ismi Asrida, salah seorang pembimbing tahfiz ISQ menyebutkan, mengamalkan puasa senin dan kamis secara rutin dapat berpengaruh pada kelancaran menghafal Quran. “Efeknya ke hafalan Quran. Karena semakin dekat dengan Allah, kita jadi dimudahkan,” ujar Ismi.

“Terlebih, kita jadi bisa mempunyai waktu lebih banyak  untuk berinteraksi dengan Alquran,” tambahnya.

Santri ISQ berbuka puasa dengan sate yang diberikan donatur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Ikhtiar untuk berpuasa ini didukung oleh masyarakat sekitar asrama dan para wali santri. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah dengan memberikan hidangan buka puasa kepada santri.

Maasya Allah, santri ISQ tidak menyiakan hari yang berkah. Pahala puasa hari Senin dan Kamis yang rutin mereka amalkan, kembali disempurnakan dengan menghafal Quran.

Kita  juga bisa menyempurnakan pahala puasa Senin dan Kamis seperti para santri ISQ, dengan bersedekah mencukupi kebutuhan mereka.

 

Sedekah Yatim Dhuafa Sempurnakan Puasa Kita

Kegiatan belajar Quran santri yatim dan dhuafa ISQ dilakukan dengan fasilitas seadanya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Saat ini, Harapan Amal Mulia membina puluhan anak yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz ISQ. Kehidupan mereka di asrama begitu sederhana. Tempat tinggal sederhana, fasilitas belajar, hingga makanan sehari-hari pun hanya mengandalkan bahan seadanya.

Baca juga: Dahsyatnya Keutamaan Sedekah untuk Para Penghafal Alquran

 

Meski begitu, cita-cita mereka tentu tak sederhana. Anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ ingin menjadi seorang penghafal Quran yang menyematkan mahkota kemuliaan untuk orang tua mereka di surga.

Cita-cita mulia tersebut harus kita dukung. Yuk sempurnakan pahala puasa Senin Kamis kita dengan mencukupi kebutuhan yatim dan dhuafa di ISQ.

 

Salurkan sedekah yatim dhuafa untuk santri ISQ melalui link berikut: Kitabisa Peduli Hafiz Quran (https://kitabisa.com/pedulihafizquran)

 

Atau melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

(history/harapanamalmulia)

Sumber: Bimbingan Islam

Tempat Menentukan Cepatnya Hafal Quran, Ini Penjelasannya!

Menghafal Quran tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan di akhirat, tapi juga di dunia. Sayangnya, banyak orang merasa kesulitan menghafal Quran karena belum mengenali tipe belajar dan pemilihan tempat menghafal Quran.

 

Harapanamalmulia.orgTempat menjadi hal penting yang akan memengaruhi keberhasilan kita menghafal hal penting, termasuk Quran. Hal tersebut sangat berkaitan dengan kecenderungan tipe belajar manusia yang berbeda-beda.

Setidaknya terdapat tiga cara belajar efektif yang dimiliki manusia, yaitu modalitas visual (pengelihatan), auditori (pendengaran), dan kinestetik (pergerakan). Meskipun memiliki potensi untuk dapat belajar dari ketiga tipe belajar tersebut, tapi sebagian besar orang hanya memiliki satu kecenderungan cara belajar yang efektif.

Konsep ini juga terbukti pada anak-anak yatim dan dhuafa yang sedang menjalani proses menghafal Quran di Istana Sufara Quran (ISQ) Asahan, binaan Harapan Amal Mulia, yayasan yatim piatu Jakarta Timur. Mereka mempunyai kecenderungan cara belajar yang dapat dikenali melalui tempat favorit untuk menambah dan mengulang hafalan. Di antara tempat-tempat favorit santri ISQ yaitu:

1.  Tempat Sepi (Pembelajar Auditori)

Salah satu santri tipe auditori menghafal Quran di tempat sepi. (Dok. Sufara Quran)

 

Tempat-tempat sepi seperti kamar dan balkon menjadi favorit santri ISQ yang cenderung pembelajar auditori. Mereka mengandalkan pendengaran untuk menyerap informasi atau menghafal sesuatu. Santri pembelajar auditori akan merasa terganggu saat ada suara yang terlalu bising.

 

Selain menghafal di tempat sepi, rekaman tilawah juga menjadi media yang dapat membantu santri auditori lebih cepat menghafal Quran.

Baca juga: Terlahir Prematur, Semangat Menghafal Andin Tak Pernah Kendur

  1. Tempat Ramai (Pembelajar Visual)

Sejumlah santri yatim dhuafa ISQ tipe pembelajar visual menghafal Quran beramai-ramai. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Jika ada santri ISQ yang senang menghafal di tempat ramai seperti taman, aula, atau masjid, besar kemungkinan mereka adalah tipe pembelajar visual.

Santri dengan tipe visual cenderung lebih efektif menghafal melalui modal  penglihatannya. Ciri yang mudah dikenali dari santri tipe ini adalah mampu menghafal di tempat ramai dan tak mudah terganggu oleh keributan di sekelilingnya.

 

  1. Tempat Luas atau Depan Cermin (Pembelajar Kinestetik)

Dibimbing seorang guru tahfiz, santri yatim dhuafa ISQ mengulang hafalan Qurannya. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Santri yang cenderung pembelajar kinestetik akan melakukan berbagai gerakan untuk mempermudah menghafal Quran.

Ciri yang mudah dikenali dari santri kinestetik, mereka cenderung menghafal atau mengingat sesuatu sambil melakukan aktivitas gerak seperti berjalan atau menggerakkan tangan.

Mereka dapat terbantu dengan melihat gerakan yang menjadi simbol kata atau ayat tertentu. Itulah sebabnya tidak jarang santri kinestetik senang menghafal di depan cermin sambil menggerakan tangan dan kaki.

Pemilihan tempat yang tepat memberikan kemudahan santri yatim dhuafa ISQ untuk mewujudkan cita-cita mereka menjadi penghafal Quran.

Selain memilih tempat, memenuhi kebutuhan pokok dan memelihara lingkungan asrama juga tak kalah penting dalam proses menghafal Quran di ISQ. Hal-hal tersebut lah yang berusaha dipenuhi Harapan Amal Mulia dalam menyalurkan amanah santunan anak yatim dan dhuafa dari donatur.

 

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa Mudahkan Santri Hafalkan Quran

Kegiatan santri ISQ didukung oleh santunan anak yatim dan dhuafa dari donatur. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Berkat dukungan donatur, tak sedikit santri yatim dhuafa berusia sekolah dasar yang hafal surah-surah panjang pada juz 30 Alquran. Sedangkan santri usia remaja rata-rata hafal 8 juz Alquran selama masa pembinaan kurang dari satu tahun.

Mari terus bantu agar anak-anak yatim dan dhuafa di ISQ bisa menyempurnakan hafalan 30 juz Alquran. Semoga keberkahan ayat-ayat suci sekaligus ikhtiar menyantuni yatim dhuafa ini, dapat menjadi pembuka  pintu ampunan dan pertolongan Allah Swt. bagi kita semua. (history/harapanamalmulia)

 

Sumber: Sufara Al-Quran, Blog Ruang Guru

 

Sahabat bisa turut berkontribusi memudahkan santri yatim dhuafa di Asahan untuk menghafal Quran dengan memberikan donasi terbaik melalui tautan kitabisa:

>>>https://kitabisa.com/pedulihafizquran

 

Atau juga bisa melalui rekening donasi:

Bank Syariah Mandiri (451) 2017 00 4029

a.n Yayasan Harapan Amal Mulia Yatim

 

Konfirmasi donasi:

Call/WA/SMS: 081 1234 1400

Apa yang Islam Ajarkan Tentang Pembinaan Anak Yatim?

Anak-anak yatim di Jakarta. – JIBI/Dwi Prasetya

 

Harapanamalmulia.org – Islam telah menempatkan anak yatim sebagai golongan istimewa. Kita diajarkan untuk menyayangi dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyinggung perasaan mereka. Berbagai keterangan juga menjelaskan balasan luar biasa bagi para pemelihara anak yatim, salah satunya menjadi tetangga Rasulullah Saw. di surga.

Dalam hal ini, agama Islam  dengan  Alquran sebagai sumber hukum utama mengatur sedemikian rupa seluk beluk pemeliharaan anak yatim.  Apa sajakah itu?

 

1. Memperlakukan secara Patut dan Tidak Membeda-bedakan

Setelah orang tua yatim wafat, maka tanggung jawab pemeliharaan mereka diserahkan sepenuhnya kepada keluarga terdekat. Jika tidak ada, maka ia menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam

Dikisahkan ada seorang Sahabat Nabi yang bertakwa berusaha untuk menjauhi dosa dari menzalimi anak yatim dengan memisahkan makanan dan minumannya dari makanan dan minuman anak yatim. Berdasarkan peristiwa tersebut, turunlah Surah Al-Baqarah ayat 220 yang memerintahkan penggunaan cara yang lebih baik.

 

Baca juga: Dukung Pendidikan Yatim, Amal Mulia Salurkan Beasiswa di Kabupaten Bandung

 

2. Memberikan Makanan dan Rezeki yang Baik

“…Berilah mereka belanja dan pakaian dan ucapkanlah pada mereka kata-kata yang baik.” (Q. s., Al-Nisâ [4]: 5)

Dalam ayat di atas, terdapat perintah untuk merawat anak yatim, yakni dengan memberikan mereka pakaian dan rezeki yang baik.

 

3. Memperbaiki Pendidikan dan Menjaga Hak Miliknya 

Islam mengajarkan, pemeliharaan seorang anak tidaklah cukup hanya dengan nafkah lahirnya saja tanpa memperhatikan aspek pendidikan dan moralitas. Dalam hal ini  Al-Marâghiy menjelaskan bahwa perintah berbuat baik pada anak yatim adalah dengan cara memperbaiki pendidikannya dan menjaga hak miliknya agar jangan sampai tersia-sia.

Anak-anak yatim juga merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu umat atau bangsa. Apabila akhlak mereka rusak, maka rusak pula masa depan umat dan bangsanya.

Baca juga: Selain Surga, Berkah Muliakan Yatim Terasa Sejak Masih di Dunia

 

4. Mengajari Cara Mengelola Harta

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya (anak-anak yatim) harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan…” (Q. s., Al-Nisâ [4]: 5)

Ayat di atas menjelaskan tentang pemeliharaan harta anak yatim. Allah Swt. memberikan petunjuk kepada sang wali agar terlebih dahulu menguji kemampuan penggunaan harta anak yatim, sebelum hartanya (dari mendiang orang tuanya) diserahkan. Kemudian, Allah melarang sang wali memakan sesuatu dari harta anak yatim secara berlebih-lebihan ketika anak yatim itu belum dewasa.

 

Anak-anak yatim memerlukan pendidikan yang lebih spesifik dibanding anak-anak lainnya. Hal tersebut karena mengingat kondisi mereka yang telah kehilangan unsur-unsur esensial yang mereka butuhkan dalam hidup, kasih sayang orang tua.

Demikian sedikit pembahasan berkenaan dengan memperlakukan anak yatim. Semoga Allah Swt. senantiasa menjadikan kita hamba-hamba yang amanah. (history/amalmulia)

 

Sumber: Almanhaj.or.id

Ramainya Jemaah Salat Subuh di Gaza Membuat Pihak Israel Khawatir

Amal Mulia, Palestina- Salah satu berita yang dirilis Gaza al-An, media lokal Palestina pada 6 Februari kemarin rupanya cukup membuat pihak pendudukan gelisah. Berita yang dimaksud memuat beberapa foto yang menampilkan penuhnya masjid Gaza oleh jemaah salat subuh.

Sebuah situs media Israel mengatakan bahwa keadaan tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada eksistensi pemukin Israel di Palestina.

Sepintas orang-orang akan mengira bahwa foto-foto tersebut diambil saat jemaah di Gaza tengah melaksanakan salat Jumat. Seperti yang kita ketahui, salah satu hal yang ditakuti musuh-musuh Islam terutama kaum Yahudi adalah ketika jemaah salat subuh sama banyaknya dengan jemaah salat Jumat.

Shalat subuh di Gaza

Jemaah salat subuh  di salah satu masjid di Gaza sangat ramai, tak kalah ramainya dengan jemaah salat Jumat. (Sumber: Gaza al-An)

Menurut Syekh Maulana Tariq Jamil, salah seorang ulama dari Pakistan, kegelisahan tersebut berdasarkan pada adanya keterangan di dalam Taurat yang menyatakan sebandingnya jemaah salat subuh dan salat Jumat merupakan awal dari kebangkitan Islam sekaligus kehancuran Yahudi.

 

Memuliakan Masjid

Masjid merupakan tempat yang paling sakral bagi umat Islam sebab tempat ibadah seluruh umat Islam. Selain difungsikan sebagai tempat ibadah, masjid juga digunakan untuk kegiatan sosial, dakwah, dan belajar agama. Umat Islam dianjurkan untuk memuliakan masjid seperti yang disebutkan dalam berbagai keterangan.

Masjid Gaza

Seperti biasa, setelah selesai menunaikan ibadah salat Subuh, jemaah salat di Gaza akan berkumpul dan menggelar kegiatan tahfidz Alquran. (Sumber: Gaza al-An)

Di Palestina, terutama di Gaza, masjid menjadi titik tolak perjuangan masyarakat. Masjid juga menjadi pusat lahirnya ribuan penghafal Alquran.

Dengan semangat membersamai Palestina dan ikhtiar memuliakan masjid, Amal Mulia  mendukung pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Khan Yunis Gaza.

Masjid Gaza

Foto yang dirilis oleh Gaza al-An (Gaza Now) pada 6 Maret 2019 kemarin mendapat reaksi dari salah satu media Israel. (Sumber: Gaza al-An)

Masjid Istiqlal akan dibangun di atas lahan seluas 1.751 meter persegi dengan luas bangunan  940 meter persegi dan mampu menampung sekitar 5.000 jemaah.

Masjid ini juga telah melahirkan ratusan hafiz (penghafal Alquran). Setidaknya, ada 9 halaqah/kelompok tahfiz yang bermajlis di Masjid Amiin. Setiap kelompoknya terdiri dari 12 siswa. (history/amalmulia)

Sumber: Gazaalan.net, Suarapalestina.com

Mari mengambil bagian dalam pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza melalui

Bank Syariah Mandiri

2017004053 a.n

Yayasan Harapan Amal Mulia Palestina