Tag: yayasan amal

Tag: yayasan amal

Kisah Hidup Sederhana Petani Desa

“Menjalani setiap episode tantangan dalam kehidupan tidak lantas menjadikan para petani dhuafa di Sindangjaya, Kabupaten Cianjur berputus asa. Keterbatasan boleh saja dialami, tetapi ikhtiar dan tawakal terus dipanjatkan kepada Illahi Rabbi”

 

Harapanamalmulia.orgDapat tinggal dan menetap di desa yang dianugerahi kekayaan alam adalah sebuah kesyukuran yang harus dipanjatkan kehadirat Allah Swt. Kendati bertahun-tahun menjadi petani penggarap lahan orang, namun para petani penggarap lahan di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang tidak pernah berputus asa.

Mencari rezeki tidak selalu berpatokan kepada berapa harga upah yang diterima, tetapi mendapat amanah menggarap sawah orang menjadi nilai kepercayaan yang harus terus dijaga. Setidaknya itulah nilai perjuangan hidup bagi Bu Hasanah, Bi Ela dan Bi Erni sebagai petani penggarap sawah orang, di desa yang menjadi bagian dari Kabupaten Cianjur itu.

Harapan Amal Mulia, lembaga penghimpun sedekah yatim dhuafa telah sajikan kisah selengkapnya tentang perjuangan para petani penggarap sawah orang.

 

Penghasilan Dari Menggarap Sawah Orang

Desa Sindagjaya, Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur itu memiliki banyak potensi alam yang melimpah ruah. Dekatnya posisi desa dengan waduk Cirata membuat sebagian penduduk berprofesi sebagai nelayan, juga tidak jarang penduduk yang memilih usaha menyewakan kapal wisata. Sedangkan mayoritas penduduk lainnya berprofesi sebagai petani, baik itu petani pemilik sawah, maupun petani penggarap lahan orang.

Ibu Hasanah, Bi Ela Hayati, dan Bi Erniati, adalah segelintir penduduk Sindangjaya yang berprofesi sebagai petani. Kendati tidak memiliki lahan sawah pribadi, namun mereka diamanahi untuk menggarap lahan orang.

(Ibu Hasanah (50 Tahun) salah satu petani dhuafa di Desa Sindangjaya/foto:Harapan Amal Mulia)

Ibu Hasanah (50 tahun) dan suaminya diberi kepercayaan untuk mengelola lahan dengan sistem bagi hasil. Setiap masa panen tiba, seluruh padi harus dibagi dua dengan pemilik lahan. Sawah seluas 300 tumbak yang dikelola dapat menghasilkan sekitar 1 ton beras sekali panen, sehingga Bu Hasanah memperoleh 500 Kg beras dengan masa panen 4 bulan sekali. Selama masa tunggu panen, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Bu Hasanah sangat mengandalkan dari beras bagi hasil yang diperolehnya, agar dapat sampai pada masa panen yang akan datang.

Berhemat dengan menu lauk sederhana adalah cara Bu Hasanah dan keluarga agar mampu menyambung hidup setiap harinya. Apalagi dengan masih memiliki anak yang duduk di bangku SMA, membuat Bu Hasanah juga sesekali menerima panggilan menjadi juru masak catering, walau bukan sebuah pekerjaan rutin yang dirinya jalani. Sedangkan sang suami, mengisi hari dengan mencari pakan untuk domba ternakannya.

 

Bertahan Dalam Keterbatasan

(Bi Ela Hayati (47 Tahun) salah satu petani dhuafa di Desa Sindangjaya/foto:Harapan Amal Mulia)

Kisah petani penggarap lahan orang juga menjadi keseharian dari Ela Hayati (47 Tahun), warga Kp. Calincing Desa Sindangjaya ini memperoleh 10 Kg beras setiap 4 bulan sekali dari hasil panen sawah garapannya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bi Ela (panggilan akrabnya) juga harus mencari penghasilan tambahan sebagai juru masak catering yang tidak selalu ada setiap hari.

Sedangkan sang suami, yang memiliki profesi sebagai ojeg perahu di Waduk Cirata juga tidak dapat membawa besaran rupiah yang menentu sesampainya di rumah. Rp 30.000 sampai Rp 50.000 adalah besaran nominal yang dapat diperoleh dari hasil ojeg perahu. Dengan anak bungsu yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) Pasir Nangka, membuat Bi Eli dan suami harus berhemat pengeluaran setiap harinya.

(Selain menjadi petani, Bu Erniati (42 tahun) mencari tambahan penghasilan dengan menjadi juru masak catering/foto: Harapan Amal Mulia)

 

Situasi yang sama juga dirasakan oleh Bi Erniati (42 tahun), 10 Kg beras diperolehnya dari hasil menggarap sawah orang. Selama menunggu panen tiba, beras tersebut menjadi andalan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, yang tentu selalu habis tak bersisa selama 4 bulan digunakan. Bekerja serabutan pun menjadi sebuah pilihan yang akhirnya harus ditempuh demi asap dapur yang harus mengepul. Untuk mencukupi keperluan sehari-hari, suami Bi Erni pun berkerja mengelola tambak ikan di waduk Cirata. Hasil dari tambak ikan sedikitnya dapat membantu keluarga Bi Erni dalam menyambung hidup sampai masa panen tiba. Dengan penghasilan kurang lebih Rp 1.000.000/bulan, Bi Erni dan keluarga harus mengatur strategi agar cukup untuk kebutuhan dapur dan biaya sekolah anak bungsu yang masih mengenyam pendidikan di SMP PGRI Ciranjang.

 

Harapan Lebih Baik Pada Masa Depan

(Salah satu kegiatan pertanian di Desa Sindangjaya/foto:Harapan Amal Mulia)

 

Kenyataan hidup yang dialami oleh Ibu Hasanah, Bi Ela dan Bi Erniati menjadi segelintir cerita, bahwa perjuangan harus tetap dijalani walau dengan keterbatasan yang ada. Usaha terus digiatkan, serta tidak lupa memohon kepada Sang Pencipta agar mendapat limpahan keberkahan dalam menjalani kehidupan. Kendati kerasnya hidup yang dijalani, dan harus berhemat setiap harinya, tidak lantas membuat kehilangan harapan dalam kehidupan.

Ibu Hasanah, Bi Ela dan Bi Erniati selalu berharap dan yakin bahwa kelak kehidupan akan lebih baik asalkan tidak melepas ikhtiar, do’a dan tawakal kepada Illabi Rabbi

(itari/harapanamalmulia)

 

Keyakinan yang sama juga membuat Harapan Amal Mulia tergerak untuk membersamai perjuangan Ibu Hasanah, Bi Ela, dan Bi Erniati serta para keluarga pra-sejahtera lainnya untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Mari kirim bantuan kebahagiaan untuk para keluarga petani dan keluarga pra-sejahtera lainnya melalui program Paket Harapan Keluarga. Paket yang berisi macam-macam sembako ini begitu dinantikan para keluarga dhuafa di Indonesia, agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya.  

Sahabat Amal dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening donasi

BCA 0083 6858 72

Mandiri 132 003 321 2342

a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Mushaf Quran untuk Dhuafa yang Gigih Mengaji

Bagi warga Sindangjaya, Cianjur, mushaf yang sudah usang dan robek bukanlah alasan untuk berhenti mengaji.

 

Ada berapa mushaf Quran yang terpajang di rumahmu?

 

Bu Nenah (57), hanya memiliki satu mushaf Quran yang sudah usang dan robek beberapa halamannya. Padahal, warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur ini selalu semangat belajar membaca Al-Quran bersama warga lain.

Sehari-hari, Bu Nenah aktif menjaga kebersihan Masjid Al-Husaini, yakni masjid di samping rumah sederhananya yang menjadi tempatnya menimba ilmu dan belajar mengaji. Beliau rutin membersihkan masjid tanpa menerima upah dari pihak manapun.

Suasana pengajian di Masjid Al-Husaini, Desa Sindangjaya, Cianjur (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Semangat yang sama pun ditunjukkan oleh warga desa Sindangjaya lainnya. Kendati banyak dari mereka yang sudah mulai berusia senja, warga yang mayoritasnya merupakan petani dan petambak ini selalu semangat pergi dari masjid ke masjid yang tersebar di berbagai desa untuk belajar membaca Al-Quran.

 

Baca juga: Perjalanan Dai Sebar Syiar Kepada Warga Dhuafa

Sayangnya, ada banyak musala dan masjid di desa Sindangjaya yang tidak memiliki banyak mushaf Al-Quran, salah satunya Masjid Nurul Hidayah. Hanya ada 17 mushaf yang digunakan oleh 70 jamaah. Alhasil, jamaah pengajian terpaksa menggunakan mushaf yang sama secara bergantian.

Tumpukan Quran di Masjid Nurul Hidayah, Desa Sindangjaya, Cianjur (Dok. Harapan Amal Mulia)

Tantangan beribadah bagi warga Sindangjaya tak berhenti sampai di situ. Ada banyak masjid dan musola di desa setempat yang tak mampu menampung jamaah dalam jumlah yang banyak.

 

Hanya sekitar 30 orang saja yang mampu ditampung di dalam Masjid Al-Husaini, sedangkan sisanya belajar di luar, tanpa tersedianya alas yang nyaman.

Meski begitu, jumlah jamaah di berbagai masjid di Desa Sindangjaya tidak pernah berkurang. Di bulan Ramadhan pun jamaahnya selalu penuh, sehingga sebagian besar harus salat di pelataran.

 

 

Hadiahkan Mushaf untuk Dhuafa

 

Sahabat, dengan fasilitas mushaf yang terbatas juga tempat ibadah yang kurang nyaman, warga Sindangjaya kesulitan belajar membaca Al-Quran. Tapi dengan kebaikan kita, Insya Allah hal tersebut bisa diatasi dengan mudah.

Bersama Harapan Amal Mulia, mari hadiahkan mushaf Al-Quran dan sejadah untuk jamaah Desa Sindangjaya, serta keluarga dan kelompok masyarakat lainnya yang gigih belajar mengaji. Salurkan donasi terbaik dengan cara:

 

Transfer ke Rekening Donasi di bawah ini:

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

Atau juga bisa melalui tautan Kitabisa: kitabisa.com/amalquran

Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi : 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp)

 

 

Menu Buka Puasa Bergizi untuk Yatim & Dhuafa

Buka puasa selalu menjadi momen favorit anak-anak yatim dhuafa, terlebih jika bisa makan makanan yang lezat dan bergizi.

 

Sebagaimana Kita, momen buka puasa menjadi saat yang dinanti adik-adik yatim dan dhuafa di Rumah Tahfiz Istana Sufara Al-Quran, Asahan setelah menahan lapar seharian.

 

Namun sedikit berbeda dengan Kita yang terkadang berlebihan, adik-adik yang merupakan anak yatim dan berasal dari keluarga dhuafa tersebut justru berbuka dengan menu yang sangat sederhana.

Tak kurang dari nasi dan dua jenis lauk saja yang tersedia. Itu pun sering kali berasal dari kebaikan tetangga dan dermawan yang berkunjung ke sana. Jika tidak ada, menu buka puasa adik-adik ini bisa lebih sederhana.

Makanan sederhana santri yatim dan dhuafa di Pesantren Nurul Masakin, Sumedang (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Padahal, adik-adik yatim dan dhuafa ini membutuhkan asupan nutrisi yang baik agar tetap konsentrasi dan semangat menghafalkan Al-Quran.

 

Baca juga: Hafal Quran Lebih Mudah Bagi Santri ISQ

 

Hebatnya, walau dengan berbagai keterbatasan, mereka tetap rajin melalukan ibadah puasa. Tak hanya puasa Ramadhan, bahkan puasa sunnah Senin dan Kamis sudah menjadi agenda wajib bagi mereka.

Suasana Buka Puasa Senin-Kamis di Rumah Tahfiz ISQ – Asahan (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Sahabat, selain adik-adik di Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran, di Ramadhan tahun ini ada banyak saudara kita dari berbagai komunitas maupun lingkungan warga lainnya yang hanya bisa menyantap menu buka puasa ala kadarnya. Hal tersebut menjadi ladang pahala besar bagi Kita, sebagaimana yang disampaikan dalam Hadis:

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi No. 807)

Bersama Harapan Amal Mulia, mari bantu berikan hidangan berbuka puasa yang baik bagi yatim dan keluarga dhuafa di berbagai wilayah Indonesia. Kirimkan Paket Amal Buka Puasa untuk bahagiakan Ramadhan mereka tahun ini dengan cara:

 

Transfer ke Rekening Donasi di bawah ini:

BCA 0083 6858 72
Mandiri 132 003 321 2342
BSM 717 313 414 7
a.n. Yayasan Harapan Amal Mulia

 

Atau juga bisa melalui tautan Kitabisa: kitabisa.com/amalbukapuasa

Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi : 081 1234 1400 (SMS/Whatsapp)

Kaleidoskop 2019: Menelusuri Jejak Kebaikan Donatur Harapan Amal Mulia

Berkat dukungan donatur, Harapan Amal Mulia mampu menebar banyak kebaikan di tahun 2019.

 

Harapanamalmulia.org  Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunianya dalam berbagai ikhtiar Harapan Amal Mulia membersamai umat.  Selama tahun 2019, Kami masih menjadi lembaga yang dipercaya donatur untuk menyalurkan sedekah dan donasi yatim dhuafa kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Ada pun mengenai penyalurannya, Harapan Amal Mulia menyusun program-program strategis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini anak yatim-dhuafa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat, serta syiar Islam menjadi tiga landasan penyusunan program-program Kami.

 

Januari Bersamai Warga Palestina

Kebaikan donatur disalurkan dengan mendukung pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Jejak kebaikan donatur pada bulan Januari dapat dilihat pada program pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza, Palestina. Tepat pada tanggal 19 Januari 2019, peletakkan batu pertama masjid kebanggan warga Gaza ini dilakukan.

Pada bulan yang sama, Harapan Amal Mulia juga membersamai perjuangan rakyat Palestina yang tengah dijajah dengan memberikan bantuan tunai kepada korban luka Aksi Kepulangan Akbar. Aksi penuntutan hak kembali warga Palestina tersebut memang sering menjatuhkan banyak korban.

 

Februari Peduli Korban Bencana

Kabar duka menyelimuti bumi pertiwi di penghujung tahun 2018 lalu. Tsunami yang melanda Selat Sunda pada 23 Desember 2018 telah membuat ratusan orang meninggal dunia dan belasan ribu lainnya terluka.

Penyaluran bantuan kepada korban tsunami Selat Sunda. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Duka masih menyelimuti korban tsunami hingga bulan Februari, sekitar dua bulan setelah kejadian. Menanggapi hal tersebut, Harapan Amal Mulia berikhtiar meringankan beban para korban dengan memberikan bantuan bahan makanan di sejumlah titik pengungsian. Selain itu, kami juga menghadirkan acara dongeng yang merupakan upaya trauma healing bagi anak-anak yang menjadi korban.

 

Maret Muliakan Anak Yatim Dhuafa

Donasi yatim dhuafa disalurkan melalui program Beasiswa Harapan di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pada bulan Maret 2019, Harapan Amal Mulia menyalurkan kebaikan donatur dalam program Beasiswa Harapan. Dimulai sejak bulan tersebut, sejumlah anak yatim dan dhuafa di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung mendapat bantuan dana pendidikan secara berkelanjutan. Seringing bertambahnya kepercayaan donatur, penerima manfaat pun kini semakin bertambah.

Tanti, salah satu penerima manfaat program pembinaan pertanian hidroponik. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain Beasiswa Harapan, ikhtiar Harapan Amal Mulia dalam memuliakan yatim juga diwujudkan dengan pengembangan program pembinaan pertanian hidroponik kepada anak yatim dan dhuafa di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Bulan Maret ini menjadi bulan ketiga pelaksanaan pembinaan hidroponik tersebut.

 

April Maskimalkan Dukungan Yatim Dua Negara

Anak-anak Palestina turut merasakan manfaat dari kebaikan Sahabat dan Donatur Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Amanah donasi yatim dhuafa pada bulan April 2019 disalurkan dengan memaksimalkan dukungan pendidikan yang dikemas dalam program Beasiswa Harapan. Pada bulan yang sama juga diresmikan program bantuan untuk yatim Palestina dengan nama Bantuan Yatim Mulia.

 

Mei Kuatkan Berbagai Lini

Anak-anak yatim diajak untuk belanja keperluan hari raya dengan dukungan donasi yatim dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Kebaikan donatur yang dititipkan melalui Harapan Amal Mulia pada bulan Mei 2019 diwujudkan dengan program-program istimewa. Program yang dimaksud adalah rangakaian program Ramadhan Terbaik berupa buka bersama, pembagian paket sembako dan mushaf Al-Quran, juga belanja kebutuhan pakaian layak. Rangkaian program tersebut dimaksudkan untuk membagiakan anak yatim dhuafa.

Warga Kabupaten Asahan mendapat pemeriksaan kesehatan gratis dari Harapan Amal Mulia. (Dok. Harapan Amal Mulia)

Bulan Mei yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan tersebut juga diisi dengan program peduli kesehatan masyarakat di Asahan. Harapan Amal Mulia Asahan menggelar cek kesehatan geratis bagi warga sekitar.

 

Juni Gulirkan Semangat Penghafal Quran

Santri tahfiz binaan Harapan Amal Mulia di Istana Sufara Quran (ISQ), Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Istana Sufara Quran (ISQ) yang berada di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara merupakan rumah tahfiz binaan Harapan Amal Mulia khusus bagi anak yatim dan dhuafa. Sejak diresmikan pada Oktober 2018, pembinaan tahfiz Quran di ISQ ini bergulir sepanjang tahun. Dalam proses pembinaan, donatur menjadi pendukung penuh kebutuhan santri  santri tahfiz selama di ISQ.

 

Juli Temani Perjuangan Muslim Mualaf

Sulitnya perekonomian mualaf di pedalaman menjadikan mereka berada di ambang kebingungan. Apakah harus tetap dalam lingkaran iman, atau harus berbalik arah agar kebutuhan mereka tercukupi. Inilah yang menjadi salah satu perhatian Harapan Amal Mulia.

Penyaluran bantuan kepada salah satu keluarga muslim mualaf di Kabupaten Indragiri Hulu. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pada bulan Juli 2019. Tim Harapan Amal Mulia mengungjungi beberapa wilayah mualaf di Indonesia seperti di Kecamatan Ciranjang, Cianjur dan di Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyebarkan syiar Islam melalui penyerahan bantuan dari saudara-saudara Muslim mereka.

 

Agustus Bulan Pengorbanan

Penyembelihan hewan kurban dari donatur Harapan Amal Mulia tahun 2019. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Pada bulan Agustus 2019, kebaikan donatur yang diamanahkan kepada Harapan Mulia disalurkan dengan menyembelihan daging kurban untuk saudara-saudara Muslim di pedalaman Cianjur. Hal tersebut diharapkan menjadi suntikan ruhiyah bagi para mualaf  untuk selalu bersyukur karena mempunyai saudara seiman yang peduli.

 

September Sebar Syiar dari Penghafal Quran

Penjual galon, donatur inspiratif bagi santri yatim dan dhuafa penghafal Quran. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Santri tahfiz yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran (ISQ) menjadi perhatian Harapan Amal Mulia. Mereka merupakan pribadi-pribadi hebat yang menginspirasi banyak orang di sekitar. Semangat para santri, guru, dan warga sekitar ISQ dalam bidang pembelajaran Al-Quran berusaha disyiarkan Harapan Amal Mulia melalui berbagai media.

 

Oktober Maskimalkan Pemberdayaan Yatim Dhuafa

Santri binaan Harapan Amal Mulia berwirausaha dengan dengan menjual sabun pencuci piring buatan mereka sendiri. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Manfaat donasi yatim dhuafa tidak hanya disalurkan melalui bantuan tunai. Harapan Amal Mulia berinisiatif memberikan pembinaan softskill melalui program wirausaha, pembinaan bahasa asing, dan lain sebagainya. Hal tersebut bertujuan agar anak yatim dan dhuafa mempunyai masa depan yang lebih cerah berbekal kemampuan yang dimiliki.

 

November Peduli Kebutuhan Sesama

Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap sesama, pada bulan November Harapan Amal Mulia memberikan bantuan kepada korban kabut asap di Raiu. Bantuan yang diberikan berupa makanan bergizi sebagai upaya mengembalikan kondisi kesehatan warga pasca dilanda bencana kabut.

Penyaluran bantuan untuk korban kabut asap di Riau. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Selain mendukung kebutuhan korban asap di Riau, Harapan Amal Mulia juga berikhtiar memudahkan ibadah santri tahfiz di Istana Sufara Quran (ISQ) dengan pembangunan tempat wudu yang layak.

Pembangunan tempat wudu untuk santri tahfiz yatim dan dhuafa. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Desember Terus Alirkan Kebaikan

Kebaikan dari donatur terus kami alirkan kepada anak yatim dan dhuafa dalam program-program berkelanjutan seperti Istana Sufara Quran dan Beasiswa Harapan. Insya Allah kebaikan tersebut pun akan berlanjut di tahun 2020 mendatang.

Penyaluran bantuan rutin kepada penerima manfaat Beasiswa Harapan di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Itulah sekilas mengenai jejak-jejak kebaikan donatur Harapan Amal Mulia. Masih banyak kebaikan lain yang bisa jadi tidak tercantum dalam kaleidoskop di atas. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan rejeki agar semakin banyak kebaikan yang bisa dibagikan. Aamiin. (history/harapanamamulia)

12 Hak Anak Versi PBB Berlaku Juga untuk Yatim

Perang membuat kehidupan banyak anak di dunia menjadi terabaikan. Hal tersebut PBB memotivasi PBB untuk mendeklarasikan standar hak asasi manusia untuk seluruh anak di dunia, termasuk anak yatim.

 

Harapanamalmulia.org Pada tahun 1948, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendeklarasikan dua belas poin tentang standar hak asasi anak-anak di dunia. Gagasan tersebut muncul akibat maraknya kasus kelaparan, pengabaian, bahkan eksploitasi anak yang terjadi pada masa peperangan.

Hari ini perang dunia sudah tidak terjadi. Namun sayang, belum semua anak bisa mendapatkan hak asasinya. Seperti yang dialami oleh banyak anak yatim.

Anak-anak penerima manfaat donasi yatim dhuafa yang diamanahkan kepada Harapan Amal Mulia. (Harapan Amal Mulia)

 

Setelah orang tua tiada, mereka hidup terombang-ambing dan kesulitan mendapatkan hak dasar yang menjadi acuan PBB. Tak jarang pula yatim yang mengandalkan hidup dari donasi yatim dhuafa dari para dermawan.

Apa saja kedua belas poin hak asasi anak yang dimaksud?

  1. Hak untuk tinggal bersama keluarga
  2. Hak mendapatkan lingkungan yang stabil, dicintai, dan dirawat
  3. Hak perawatan dan pemenuhan gizi
  4. Hak atas air bersih dan pemakaian listrik
  5. Hak mendapatkan pendidikan yang berkualitas
  6. Hak kesetaraan kesempatan
  7. Hak mendapatkan bimbingan dari orang tua
  8. Hak untuk didengar dan diajak diskusi
  9. Hak bimbingan menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab
  10. Hak perlindungan dari pengabaian
  11. Hak kehormatan dan kebebasan
  12. Hak bimbingan religius

 

Hal di atas adalah hak mendasar yang dibutuhkan oleh seorang anak dalam proses tumbuh kembangnya. Karena anak yatim sudah tidak memiliki orang tua/tidak lengkap, peran kita adalah untuk membantu pemenuhannya.

Baca juga: Ayah Tiada, Ibu Para Yatim Jadi Tulang Punggung Keluarga

 

Kebutuhan pokok di atas pula yang terus berusaha didukung oleh Harapan Amal Mulia melalui berbagai program peduli yatim.

 

Ikhtiar Harapan Amal Mulia Cukupi Kebutuhan Yatim

Saat ini setidaknya terdapat dua program yang fokus diikhtiarkan Harapan Amal Mulia untuk memuliakan yatim. Kedua program tersebut adalah Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran (ISQ) dan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa.

Fokus program Rumah Tahfiz ISQ yang berlokasi Kabupaten Asahan, Sumatera Utara adalah memberikan pembinaan tahfiz Quran serta pemenuhan gizi santri yatim dan dhuafa di asrama. Sedangkan Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa lebih fokus pada pemberian dukungan biaya pendidikan serta pembinaan rohani.

Kaggiatan pembinaan tahfiz anak yatim dan dhuafa di Istana Sufara Quran, Kabupaten Asahan. (Dok. Harapan Amal Mulia)

 

Program Rumah Tahfiz ISQ dan Beasiswa Harapan tersebut terus dikembangkan agar bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Mohon doa dan dukungan ya Sahabat, semoga ikhtiar memuliakan yatim dan dhuafa ini senantiasa diberi kemudahan oleh Allah Swt. Aamiin. 

 

Kirim dukungan untuk program Rumah Tahfiz Istana Sufara Quran melalui tautan:

https://kitabisa.com/campaign/pedulihafizquran

 

Salurkan juga kebaikan Anda untuk penerima manfaat Beasiswa Harapan Yatim Dhuafa melalui:

https://kitabisa.com/campaign/beasiswaharapan

 

Sumber: Unicef

 

(history/harapanamalmulia)